Persaingan Internet Rumah Indonesia Makin Ketat, Ini Hasil Opensignal

Teknologi Moh. Royhan Nahado 23 Mei 2026 12:29 WIB 6
Persaingan Internet Rumah Indonesia Makin Ketat, Ini Hasil Opensignal

Persaingan layanan internet rumah di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Opensignal merilis Indonesia Fixed Broadband Experience Report April 2026. Laporan ini menilai pengalaman pengguna berdasarkan penggunaan nyata, bukan sekadar klaim promosi dari penyedia layanan.

Hasil analisis menunjukkan tidak ada operator yang mendominasi seluruh kategori pengalaman fixed broadband. Biznet Home, Indosat HiFi, XL Home, dan Oxygen masing-masing unggul di aspek berbeda, sementara struktur pasar tetap terkonsentrasi pada pemain besar.

Persaingan Internet Rumah

Opensignal menilai layanan internet rumah di Indonesia berdasarkan lima indikator utama. Kelima indikator itu adalah kualitas konsisten, kecepatan unduh, kecepatan unggah, pengalaman video, dan keandalan jaringan.

Analisis tersebut mencakup penggunaan aktual dari pelanggan broadband kabel di berbagai wilayah. Layanan yang masuk pemantauan antara lain XL Home, Indosat HiFi, Biznet Home, Oxygen, IndiHome, Icon Plus, CBN, dan MyRepublic.

Surge yang tengah mendorong Internet Rakyat berkecepatan 100 Mbps tidak termasuk dalam peta persaingan ini. Opensignal menyebut cakupan laporan berfokus pada penyedia yang telah dianalisis dalam periode pengukuran terbaru.

Operator Unggul Berbeda

Dalam hasil pengukuran, Biznet Home tercatat unggul pada kategori kecepatan unduh. Indosat HiFi memimpin pada konsistensi kualitas, sedangkan XL Home menonjol pada keandalan jaringan.

Oxygen menjadi yang terbaik pada kecepatan unggah. Untuk pengalaman video, XL Home dan Oxygen berbagi posisi teratas menurut temuan Opensignal.

Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas layanan internet rumah kini semakin merata di sejumlah aspek. Meski begitu, tidak ada satu operator pun yang berhasil memimpin seluruh kategori secara sekaligus.

Struktur Pasar Masih Terkonsentrasi

Di balik persaingan kualitas, struktur pasar fixed broadband di Indonesia masih tergolong sangat terkonsentrasi. Salah satu operator besar disebut menguasai sebagian besar koneksi internet rumah di Tanah Air.

Kondisi itu memperlihatkan dominasi yang kuat pada level pelanggan. Namun, dominasi pangsa pasar tidak otomatis berarti unggul di seluruh aspek pengalaman jaringan.

Opensignal menilai perbedaan performa antarpenyedia dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Variasi teknologi jaringan, seperti fiber, kabel, dan xDSL, ikut membentuk hasil layanan yang diterima pengguna.

Pengukuran Berdasarkan Pengalaman

Laporan ini menggunakan data aktual dari pengguna broadband kabel dalam periode 90 hari yang dimulai pada 1 Januari 2026. Pengukuran dilakukan pada tingkat nasional, regional, serta wilayah perkotaan dan pedesaan.

Opensignal menegaskan bahwa hasil pengukuran menangkap pengalaman dunia nyata, terlepas dari paket yang dibeli pelanggan. Artinya, laporan ini tidak hanya melihat kecepatan nominal, tetapi juga performa yang benar-benar dirasakan pengguna.

Faktor paket layanan, seperti tingkatan kecepatan dan batas data, turut memengaruhi hasil rata-rata pengalaman. Selain itu, router yang digunakan pelanggan juga dapat memengaruhi kualitas koneksi internet rumah di dalam hunian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!