Laporan terbaru Opensignal menyoroti persaingan internet rumah di Indonesia yang semakin ketat. Dalam Indonesia Fixed Broadband Experience Report April 2026, lembaga tersebut menilai pengalaman pengguna berdasarkan data pemakaian nyata pada lima aspek utama, yakni konsistensi kualitas, kecepatan unduh, kecepatan unggah, pengalaman video, dan keandalan jaringan.
Sejumlah penyedia layanan yang dianalisis dalam laporan ini meliputi XL Home, Indosat HiFi, Biznet Home, Oxygen, IndiHome, Icon Plus, CBN, dan MyRepublic. Sementara itu, Surge yang tengah menggenjot layanan Internet Rakyat berkecepatan 100 Mbps belum masuk dalam peta persaingan tersebut.
Internet rumah bersaing seimbang
Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada satu operator yang mendominasi seluruh kategori layanan. Sebaliknya, kemenangan justru terbagi di antara beberapa penyedia, sehingga kompetisi internet rumah terlihat makin berimbang.
Biznet Home tercatat unggul pada kategori kecepatan unduh. Indosat HiFi memimpin di konsistensi kualitas, sedangkan XL Home menonjol dalam keandalan jaringan.
Untuk kecepatan unggah, Oxygen menjadi yang terdepan. Adapun kategori pengalaman video dimenangkan bersama oleh XL Home dan Oxygen, yang menunjukkan kualitas layanan yang kompetitif.
Indikator internet rumah terukur
Opensignal menggunakan data aktual dari pengguna broadband kabel di Indonesia. Pengukuran ini mencakup kualitas konsisten, unduh, unggah, pengalaman video, dan pengalaman keandalan.
Seluruh indikator tersebut dirancang untuk mencerminkan pemakaian broadband dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas seperti bekerja jarak jauh, belajar daring, menonton streaming, hingga bermain gim menjadi bagian dari penilaian.
Laporan ini juga menegaskan bahwa hasil pengukuran berasal dari pengalaman dunia nyata pengguna. Artinya, penilaian tidak hanya bergantung pada klaim kecepatan yang tercantum dalam paket layanan.
Struktur pasar masih terkonsentrasi
Meski persaingan kualitas layanan semakin merata, struktur pasar internet rumah di Indonesia masih tergolong sangat terkonsentrasi. Satu operator besar disebut menguasai sebagian besar koneksi fixed broadband di Tanah Air.
Kondisi tersebut menunjukkan dominasi yang masih kuat di tingkat pelanggan. Dengan kata lain, pasar belum sepenuhnya tersebar secara seimbang di antara para penyedia layanan.
Perbedaan performa antaroperator juga dipengaruhi oleh teknologi jaringan yang digunakan. Faktor lain seperti fiber, kabel, xDSL, hingga variasi paket layanan turut memberi dampak pada hasil pengalaman pengguna.
Faktor penentu pengalaman pengguna
Opensignal menjelaskan bahwa karakteristik paket layanan, seperti tingkatan kecepatan dan batas data, sangat bervariasi antarpenyedia. Perbedaan itu membuat pengalaman rata-rata pelanggan dapat bergerak naik atau turun, meski berada dalam kategori layanan yang sama.
Laporan ini juga menyoroti bahwa pengukuran dilakukan pada seluruh paket pengguna yang tersedia. Dengan pendekatan tersebut, hasil yang ditampilkan lebih mendekati kondisi nyata di lapangan.
Selain jaringan dan paket layanan, pengalaman broadband tetap pengguna ikut dipengaruhi perangkat yang digunakan. Router yang dipasang di rumah dapat ikut menentukan kualitas koneksi saat layanan digunakan sehari-hari.
