Laporan terbaru Opensignal menunjukkan persaingan internet rumah atau fixed broadband di Indonesia semakin ketat pada 2026. Dalam riset Indonesia Fixed Broadband Experience Report April 2026, setiap penyedia layanan menonjol di kategori pengalaman yang berbeda, mulai dari kecepatan unduh hingga keandalan jaringan.
Opensignal menilai pengalaman pengguna berdasarkan penggunaan nyata selama 90 hari, terhitung sejak 1 Januari 2026, dengan cakupan nasional, perkotaan, dan pedesaan. Meski begitu, pasar fixed broadband di Tanah Air masih sangat terkonsentrasi pada satu operator besar, sehingga persaingan kualitas layanan belum sepenuhnya merata.
Persaingan internet rumah
Opensignal menganalisis sejumlah penyedia internet rumah, termasuk XL Home, Indosat HiFi, Biznet Home, Oxygen, IndiHome, Icon Plus, CBN, dan MyRepublic. Sementara itu, Surge dengan layanan Internet Rakyat berkecepatan 100 Mbps belum masuk dalam peta persaingan yang dikaji.
Hasil riset memperlihatkan tidak ada operator yang mampu mendominasi seluruh kategori pengalaman. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas layanan internet rumah di Indonesia semakin berimbang di antara para pemain utama.
Kompetisi tersebut menandakan konsumen memiliki lebih banyak pilihan berdasarkan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Mulai dari kerja jarak jauh, belajar daring, hingga hiburan digital, setiap penyedia memiliki keunggulan yang berbeda.
Beda unggul tiap operator
Biznet Home tercatat unggul pada kategori kecepatan unduh, yang menjadi salah satu indikator penting bagi pengguna dengan kebutuhan unduhan besar. Indosat HiFi memimpin pada kategori konsistensi kualitas, yang menggambarkan stabilnya pengalaman layanan sepanjang waktu.
XL Home menempati posisi terbaik pada kategori keandalan jaringan, sedangkan Oxygen unggul di kategori kecepatan unggah. Untuk kategori pengalaman video, XL Home dan Oxygen berbagi gelar sebagai penyedia dengan performa terbaik.
Temuan ini menegaskan bahwa performa broadband tetap tidak hanya ditentukan oleh satu aspek teknis. Setiap operator memiliki kekuatan yang bisa menjadi pembeda di mata pelanggan.
Pasar masih terkonsentrasi
Meski kompetisi kualitas makin berimbang, struktur pasar fixed broadband Indonesia masih tergolong sangat terkonsentrasi. Salah satu operator besar disebut menguasai sebagian besar koneksi, sehingga dominasi di tingkat pelanggan masih sangat kuat.
Kondisi tersebut membuat persaingan di lapangan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil pengukuran pengalaman. Skala jaringan, basis pelanggan, dan sebaran infrastruktur tetap menjadi faktor yang memengaruhi posisi tiap penyedia.
Opensignal menilai perbedaan performa antarpelaku usaha juga dipengaruhi oleh teknologi jaringan yang digunakan. Fiber, kabel, dan xDSL, ditambah variasi paket layanan, dapat menghasilkan pengalaman yang berbeda bagi pengguna.
Pengukuran berdasarkan penggunaan nyata
Opensignal menegaskan analisisnya bersumber dari data aktual pengguna broadband kabel, bukan hasil uji laboratorium. Lima indikator yang dipakai adalah Konsistensi Kualitas, Kecepatan Unduh, Kecepatan Unggah, Pengalaman Video, dan Keandalan Jaringan.
Pengukuran itu mencerminkan cara rumah tangga menggunakan internet rumah dalam aktivitas harian. Aktivitas tersebut mencakup bekerja dari rumah, pendidikan, streaming, dan bermain gim.
Laporan ini juga menjelaskan bahwa paket layanan, termasuk tingkatan kecepatan dan batas data, dapat memengaruhi hasil pengalaman rata-rata. Selain itu, kualitas router yang digunakan pelanggan turut berperan dalam membentuk pengalaman broadband tetap.
