Persaingan Internet Rumah Indonesia Kian Ketat di 2026

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 12:41 WIB 2
Persaingan Internet Rumah Indonesia Kian Ketat di 2026

Laporan terbaru Opensignal menyoroti persaingan layanan internet rumah atau fixed broadband di Indonesia yang semakin ketat pada 2026. Dalam riset berjudul Indonesia Fixed Broadband Experience Report April 2026, Opensignal menilai pengalaman pengguna berdasarkan data nyata dari lima aspek utama, yakni kualitas konsisten, kecepatan unduh, kecepatan unggah, pengalaman video, dan keandalan jaringan.

Hasil analisis untuk periode 90 hari sejak 1 Januari 2026 itu menunjukkan tidak ada satu operator yang mendominasi seluruh kategori. Biznet Home, Indosat HiFi, XL Home, dan Oxygen masing-masing mencatat keunggulan di aspek berbeda, sementara pasar secara keseluruhan masih sangat terkonsentrasi pada pemain besar.

Persaingan Internet Rumah

Opensignal memasukkan sejumlah penyedia layanan dalam analisis pengalaman fixed broadband nasional. Di antaranya adalah XL Home, Indosat HiFi, Biznet Home, Oxygen, IndiHome, Icon Plus, CBN, dan MyRepublic.

Surge, yang tengah mendorong Internet Rakyat dengan kecepatan 100 Mbps, tidak termasuk dalam peta persaingan tersebut. Penilaian dilakukan berdasarkan penggunaan nyata pelanggan, bukan sekadar spesifikasi paket yang dijual operator.

Dengan pendekatan itu, laporan ini menggambarkan bagaimana kualitas layanan dirasakan rumah tangga dalam aktivitas harian. Mulai dari bekerja jarak jauh, belajar daring, streaming, hingga bermain gim, semua tercermin dalam data yang dianalisis.

Operator Unggul Tiap Kategori

Dalam hasil utama, Biznet Home tercatat unggul pada kategori kecepatan unduh. Sementara itu, Indosat HiFi memimpin pada kategori kualitas konsisten.

XL Home dinobatkan sebagai yang terbaik dalam kategori keandalan jaringan. Adapun Oxygen mencatat performa tertinggi pada kecepatan unggah.

Untuk kategori pengalaman video, Opensignal memberikan penghargaan bersama kepada XL Home dan Oxygen. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas internet rumah di Indonesia tidak lagi didominasi satu penyedia layanan.

Pasar Masih Terkonsentrasi

Meski persaingan kualitas layanan makin berimbang, struktur pasar masih memperlihatkan konsentrasi yang tinggi. Salah satu operator besar disebut menguasai sebagian besar koneksi fixed broadband di Tanah Air.

Kondisi ini menunjukkan dominasi kuat di tingkat pelanggan, meski hasil pengalaman pengguna tersebar di banyak operator. Artinya, skala bisnis dan kualitas layanan tidak selalu bergerak searah.

Perbedaan kinerja antarpenyedia juga dipengaruhi teknologi jaringan yang digunakan. Fiber, kabel, dan xDSL memiliki karakteristik berbeda yang dapat berdampak pada pengalaman pelanggan.

Metode dan Cakupan

Opensignal menegaskan bahwa pengukuran dilakukan terhadap data aktual pengguna broadband kabel di Indonesia. Analisis ini mencakup wilayah nasional, regional, perkotaan, dan pedesaan.

Indikator yang dipakai adalah Konsistensi Kualitas, Unduh, Unggah, Pengalaman Menggunakan Video, dan Pengalaman Keandalan. Seluruh indikator tersebut dirancang untuk menangkap pengalaman nyata, bukan sekadar hasil uji laboratorium.

Laporan juga menyebut paket layanan pelanggan sangat beragam, mulai dari tingkatan kecepatan hingga batas data. Selain itu, router yang digunakan di rumah turut memengaruhi kualitas pengalaman broadband tetap.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!