Salah satu pusat oleh-oleh yang ramai dikunjungi pemudik di Indramayu adalah Teras Balongan yang berlokasi di Jalan Raya Sukaurip No. 16, Balongan, Jawa Barat. Di tempat ini, beragam produk unggulan UMKM khas daerah dipajang dan dipasarkan dalam satu area. Koleksi yang ditawarkan mencakup batik, tenun, hingga aneka makanan khas pesisir yang identik dengan cita rasa Pantura. Kehadiran pusat oleh-oleh ini menjadi salah satu cara memperluas akses pasar produk lokal.
Produk makanan yang paling banyak diburu antara lain rengginang terasi, kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang, hingga kerupuk nasi. Selain itu, tersedia pula sambal dan olahan terasi dalam kemasan yang diburu sebagai oleh-oleh Lebaran. Ciri rasa terasi menjadi pembeda utama karena sebagian besar bahan baku berasal dari wilayah pesisir. Menurut pengelola, karakter tersebut justru menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
UMKM Teras Balongan
Sebagian besar makanan ringan di Teras Balongan memiliki rasa khas Pantura karena menggunakan bahan baku dari wilayah pesisir, terutama terasi. Mahani, Ketua UMKM Teras Balongan, menyebut karakter rasa itu lahir dari kondisi daerah yang berada dekat laut. Ia menilai, keunikan rasa menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di daerah lain. Hal itu membuat produk lokal Indramayu lebih mudah dikenali oleh pembeli.
Mahani mengatakan, unsur rasa terasi menjadi ciri yang paling menonjol pada berbagai produk yang dijajakan. Menurut dia, konsumen justru mencari sensasi rasa yang kuat dan otentik dari makanan pesisir. Karena itu, pelaku UMKM terus mempertahankan resep dan bahan baku tradisional. Upaya tersebut dilakukan agar identitas produk tetap terjaga.
Selain rasa, kemasan produk juga terus ditata agar lebih menarik bagi wisatawan dan pemudik. Pelaku UMKM menyesuaikan ukuran kemasan dengan kebutuhan pembelian untuk konsumsi pribadi maupun hadiah. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau bagi berbagai kalangan. Strategi ini membantu produk lebih kompetitif di pasar oleh-oleh.
Keberadaan pusat UMKM ini turut memudahkan masyarakat menemukan beragam produk khas pesisir dalam satu lokasi. Pembeli dapat memilih berbagai jenis makanan ringan tanpa harus berkeliling ke banyak tempat. Kondisi tersebut membuat Teras Balongan menjadi titik singgah yang praktis bagi pemudik. Pada musim Lebaran, arus kunjungan biasanya meningkat karena kebutuhan oleh-oleh ikut naik.
Produk Lokal Hingga Mancanegara
Tak hanya diminati pemudik domestik, produk UMKM Teras Balongan juga telah dibawa hingga ke luar negeri. Mahani menyebut, rengginang produksi mereka pernah sampai ke Australia melalui jaringan tenaga kerja Indonesia. Produk serupa juga dikirim ke Taiwan dan Hong Kong melalui teman-teman yang bekerja di sana. Jangkauan ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Menurut Mahani, penyebaran produk ke luar negeri berawal dari relasi personal yang dimiliki para perantau. Dari sana, makanan khas Indramayu mulai dikenal dan dicari oleh masyarakat Indonesia di luar negeri. Pemasaran dari mulut ke mulut menjadi salah satu kekuatan utama UMKM kecil. Dalam banyak kasus, rasa yang khas lebih cepat memikat konsumen dibanding promosi besar.
Harga produk di Teras Balongan berada pada kisaran Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung jenis dan ukuran. Rentang harga ini dinilai cukup ramah untuk pembeli dengan berbagai kebutuhan. Produk kecil bisa dibeli untuk konsumsi harian, sementara kemasan besar cocok untuk bingkisan. Variasi harga tersebut membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih beragam.
Selain makanan kering, terdapat pula camilan segar berupa manisan mangga khas Indramayu. Mangga dikupas, diiris tipis, lalu direndam dalam larutan gula batu dan gula pasir selama beberapa hari. Proses itu menghasilkan rasa manis segar yang menjadi favorit pemudik. Produk ini melengkapi ragam oleh-oleh yang tersedia di pusat UMKM tersebut.
Dukungan Pertamina untuk UMKM
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menilai Teras Balongan menjadi salah satu upaya mendorong pemasaran produk UMKM lokal agar lebih luas. Menurut dia, keberadaan pusat oleh-oleh ini membantu promosi produk pesisir dalam satu lokasi yang mudah dijangkau. Langkah tersebut juga memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar wilayah operasi Kilang Balongan. Dengan demikian, pemasaran tidak lagi bergantung pada kanal penjualan tradisional.
Pertamina juga disebut melakukan pembinaan UMKM di berbagai daerah melalui pameran, display produk, temu bisnis, serta penguatan jejaring. Program itu dirancang agar pelaku usaha dapat bertemu pasar yang lebih luas dan memahami kebutuhan konsumen. Baron menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Karena itu, penguatan kapasitas usaha menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan.
Menurut Baron, pembinaan yang dilakukan Pertamina tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga pada peningkatan kualitas produk. Pelaku UMKM didorong untuk memperbaiki kemasan, memperluas jaringan, dan memanfaatkan pemasaran digital. Pendekatan ini diharapkan membuat usaha kecil lebih mandiri dan berdaya saing. Dengan kapasitas yang lebih baik, produk lokal berpeluang masuk ke pasar yang lebih besar.
Pertamina menilai pengembangan UMKM juga memberi dampak langsung bagi kemajuan ekonomi daerah. Ketika produk lokal semakin dikenal, perputaran ekonomi di wilayah sekitar ikut bergerak. Kondisi itu membuka peluang bagi lahirnya lapangan usaha baru dan peningkatan pendapatan masyarakat. Dukungan berkelanjutan dinilai penting agar manfaatnya tidak berhenti pada promosi semata.
Peran Ekonomi Daerah
Teras Balongan sendiri diresmikan pada 2025 sebagai outlet untuk memperluas pasar produk UMKM di sekitar wilayah operasi Kilang Balongan. Saat ini, terdapat 22 pelaku UMKM yang tergabung dengan beragam produk unggulan. Kehadiran mereka memperkaya pilihan oleh-oleh khas Indramayu bagi masyarakat dan wisatawan. Pusat ini juga menjadi etalase ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Kehadiran 22 pelaku usaha dalam satu lokasi membuat koordinasi pemasaran lebih mudah dilakukan. Setiap pelaku UMKM dapat menampilkan produk andalan tanpa harus bersaing secara terpisah di pasar yang sempit. Model ini dinilai efektif untuk membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan. Dalam jangka panjang, pola tersebut dapat meningkatkan daya tahan usaha kecil.
Pertamina secara konsisten meningkatkan kapasitas UMKM melalui berbagai program pembinaan, termasuk UMK Academy. Program itu memberikan pembelajaran untuk pengembangan usaha, mulai dari manajemen hingga pemasaran digital. Melalui pelatihan tersebut, pelaku usaha diharapkan lebih siap menghadapi perubahan pasar. Peningkatan kapasitas menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis.
Baron menutup bahwa dukungan terhadap UMKM harus terus dilakukan agar produk lokal naik kelas dan semakin dikenal masyarakat. Menurut dia, keberhasilan usaha kecil akan memberi efek berantai terhadap ekonomi daerah. Teras Balongan menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara BUMN dan pelaku usaha dapat menghasilkan manfaat nyata. Dari pusat oleh-oleh sederhana, muncul peluang besar bagi penguatan ekonomi pesisir.
