Perimenopause: Happy Salma Ungkap Brain Fog dan Cara Menghadapinya

Lifestyle Clara Monica 14 Mei 2026 02:51 WIB 9
Perimenopause: Happy Salma Ungkap Brain Fog dan Cara Menghadapinya

Perimenopause adalah masa transisi menuju menopaus yang kerap datang tanpa disadari. Fase ini membawa perubahan fisik serta emosional yang signifikan bagi sebagian wanita. Kisah aktris Happy Salma, yang kini berusia 46 tahun, menyoroti kenyataan bahwa fase ini bisa dipahami dan dikelola jika dipahami dengan benar.

Ia menyatakan bahwa kakak-kakaknya yang berusia 51 dan 56 tahun dulu tidak benar-benar paham tentang fase ini. Menurutnya perimenopause bisa dimulai sejak usia 30-an dan perubahan yang terjadi tidak hanya fisik tetapi juga emosional. Pengetahuan yang lebih baik dapat membantu menghadapinya secara lebih siap.

Gejala dan Tahap Perimenopause

Menurut Happy Salma, perimenopause bisa dimulai sejak usia 30-an. Fase ini tidak hanya mengubah fisik, tetapi juga suasana hati dan pola pikir. Perubahan ini sering datang secara bertahap, sehingga banyak wanita tidak menyadarinya.

Selain perubahan hormonal, Happy juga merasakan gangguan kognitif ringan yang ia sebut brain fog. Brain fog membuat lupa, sulit berkonsentrasi, dan berpikir tidak sejelas biasanya. Kondisi ini dipicu fluktuasi estrogen yang berperan penting bagi fungsi otak.

Hal-hal seperti menghafal naskah dan menjaga fokus kerja menjadi lebih menantang. Ia menyebut gangguan ini membuat pekerjaan sehari-hari terasa lebih berat. Namun ia menegaskan ini bagian dari fase yang bisa dipahami dan dikelola dengan strategi tepat.

Strategi Hadapi Perimenopause

Happy menegaskan bahwa perimenopause bukan fase yang perlu ditakuti. Ia melihatnya sebagai momen refleksi diri yang bisa meningkatkan kualitas hidup. Kunci utamanya adalah pemahaman dan persiapan informasi yang lebih banyak.

Ia kini lebih banyak mencari informasi tentang perimenopause. Ia juga mencoba terapi regulasi stres seperti Mindlift by Exomind. Pendekatan ini membantu mengelola perubahan suasana hati dan tekanan sehari-hari.

Menurutnya banyak perempuan merasa lebih bahagia di usia ini karena memahami diri lebih baik. Dialog dan renungan diri menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Dalam pandangannya, ini bisa menjadi kesempatan untuk glowing dari dalam.

Pendidikan dan Dukungan Kesehatan

dr Arini Astasari, SpDVE, FINSDV menjelaskan bahwa pemahaman adalah kunci menghadapi fase ini. Perimenopause bisa dimulai sejak usia 30-an dan perubahan muncul seiring waktu. Keterbukaan informasi menjadi langkah awal untuk manajemen yang tepat.

Tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, berperan penting memberi panduan terapi. Tahapan ini memerlukan pemantauan hormonal dan penyesuaian gaya hidup. Dukungan profesional dapat menjaga kualitas hidup secara berkelanjutan.

Publik juga terdorong untuk berbagi pengalaman seperti Happy Salma. Cerita terbuka membantu meningkatkan kesadaran dan akses informasi bagi wanita lain. Keterlibatan keluarga serta profesional menjadi jaringan dukungan yang kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!