Perhiasan Etnik Joglo Ayu Tenan Tembus Singapura Jepang

Lifestyle Clara Monica 14 Mei 2026 05:27 WIB 19
Perhiasan Etnik Joglo Ayu Tenan Tembus Singapura Jepang

Joglo Ayu Tenan menelurkan produk unik yang berhasil tembus pasar internasional, termasuk Singapura dan Jepang. Salah satu koleksi paling ikonik adalah kalung Gudeg Jogja yang menarik perhatian di Singapore International Jewelry Expo pada 2021 dan 2022. Desainnya memadukan unsur budaya Jawa dengan sentuhan modern untuk memenuhi permintaan perhiasan etnik yang ramah lingkungan di kancah global.

Lebih lanjut, perusahaan menegaskan bahwa produknya dibuat dari bahan ramah lingkungan tanpa polyester dan menggunakan pewarna alami. Kalung yang dibuat selama masa pandemi menampilkan detail telur, krecek, hingga tabik sebagai identitas budaya. Pengakuan atas standar keselamatan dan lingkungan tercermin dari sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability atau CHSE yang dianugerahkan oleh Kementerian Pariwisata.

Ekspansi internasional

Joglo Ayu Tenan berhasil menembus pasar internasional melalui ajang Singapore International Jewelry Expo pada 2021 dan 2022. Di ajang tersebut, kalung Gudeg Jogja menjadi salah satu produk yang mencuri perhatian. Prestasi ini menunjukkan kesiapan desain etnik Indonesia untuk bersaing di pasar global.

Tak berhenti di Singapura, perusahaan ini melangkah ke Jepang dengan memamerkan karya budaya Jawa di Osaka. Salah satu produk andalannya adalah perhiasan berbahan kulit dengan teknik patah sungging, versi modern dari wayang kulit. Teknik ini menghadirkan aksesoris elegan yang menarik minat konsumen di luar negeri.

Menurut Yayuk, ada kesamaan kultur Asia yang memudahkan adaptasi desain Indonesia di Jepang. Dia menambahkan, produk ramah lingkungan bisa dikenakan oleh wanita maupun keluarga di Jepang. Saat ditemui di Yogyakarta, Yayuk menegaskan ekspansi ekspor membutuhkan kualitas dan keaslian desain yang terjaga.

Sertifikasi CHSE

Joglo Ayu Tenan telah menerima sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata. Sertifikat tersebut menjadi bukti komitmen terhadap standar kebersihan, kesehatan, keamanan, serta kelestarian lingkungan. Pengakuan tersebut meningkatkan kepercayaan pasar domestik maupun internasional.

Produk yang dihasilkan menggunakan pewarna alami tanpa polyester. Selain kalung, mereka juga memproduksi gelang, anting, hingga busana berbahan ramah lingkungan. Praktik produksi yang berkelanjutan memperkuat daya saing produk di pasar global.

Perusahaan saat ini mampu memproduksi hingga 500 pcs aksesoris per bulan bersama komunitas lokal. Awalnya, ruang produksi berfungsi sebagai tempat berkumpul para pengrajin, sekarang menjadi titik temu komunitas di Yogyakarta. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, pengrajin, dan pelaku UMKM.

Dukungan Komunitas

Jaringan komunitas menjadi kekuatan di balik pertumbuhan Joglo Ayu Tenan. Ruang di Yogyakarta awalnya berfungsi sebagai tempat berkumpul para pengrajin, sekarang menjadi ekosistem kreatif. Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa hingga UMKM.

Produk-produk mereka mengusung bahan pewarna alami tanpa polyester. Mereka juga memproduksi aksesoris fesyen dan dekorasi rumah berbahan ramah lingkungan. Konsep ramah lingkungan menjadi nilai jual utama bagi konsumen domestik maupun Jepang.

Menurut Yayuk, pasar Jepang didorong oleh desain etnik yang mudah diterapkan pada gaya hidup sehari-hari. Saat ditemui di Yogyakarta, Yayuk menegaskan kesiapan komunitas lokal untuk memenuhi permintaan pasar Asia. Ekspansi jangka panjang Joglo Ayu Tenan diperkirakan semakin luas sejalan peningkatan kolaborasi dengan komunitas regional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!