Hotel Sultan di Jakarta menjadi lokasi penganugerahan penghargaan inovasi layanan digital pada Jumat malam, 17 April 2026. Berbagai instansi dan pelaku layanan publik hadir untuk menerima pengakuan atas upaya digitalisasi yang meningkatkan akses layanan. Acara ini menyoroti langkah nyata dalam digitalisasi layanan kesehatan, pendidikan, dan konektivitas wilayah 3T.
Puskesmas Tayando Ohoiel di Kota Tual, Maluku, dinobatkan sebagai Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan, SMA Negeri 1 Bintan Pesisir di Kepulauan Riau sebagai Sekolah Teladan Digital, dan TNI sebagai Mitra Pendukung Pembangunan Konektivitas di Wilayah 3T. Keberhasilan mereka ditandai dengan inisiatif seperti telekonsultasi melalui WhatsApp, penggunaan media sosial untuk edukasi, serta pendampingan infrastruktur internet. Langkah ini memperlihatkan bagaimana digitalisasi bisa memperluas akses layanan publik bagi warga di daerah terpencil.
Digitalisasi Layanan Kesehatan
Puskesmas Tayando Ohoiel berlokasi di kepulauan Kota Tual, wilayah 3T, dan sebelumnya mengalami krisis internet serta keterbatasan listrik. Setelah pasokan listrik terpenuhi pada 2024, puskesmas itu meluncurkan digitalisasi layanan dengan akun Facebook dan Instagram serta layanan telekonsultasi melalui WhatsApp. Inisiatif ini membuat layanan lebih mudah diakses, termasuk poliklinik dan gawat darurat, dengan fitur edukasi yang aktif diposting.
Platform Facebook Puskesmas Tayando Ohoiel telah menarik minat sekitar 2.800 pengikut, menunjukkan tingkat keterlibatan masyarakat yang tinggi. Walau demikian, akses internet di daerah tersebut tetap menjadi tantangan bagi beberapa warga. Telekonsultasi memungkinkan pasien mendapatkan konsultasi serta obat lewat antaran ke apotek Puskesmas.
Selain itu, telemedicine memungkinkan pengambilan obat tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Obat yang diresepkan juga dapat diantarkan dalam keadaan darurat, mempermudah pasien yang membutuhkan perawatan segera. Langkah-langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana digitalisasi meningkatkan layanan kesehatan di daerah 3T.
Sekolah Teladan Digital
SMA Negeri 1 Bintan Pesisir berada di Pulau Gin Besar, Desa Numbing, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Permendikbud No 160/P/2021 menempatkan sekolah di daerah 3T karena akses internet yang terbatas. Akses kecepatan internet yang belum menyeluruh membuat sekolah tetap berupaya memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.
Guru-guru telah menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran, dan beberapa telah mengembangkan media pembelajaran sendiri. Media pembelajaran meliputi video, blog, LMS, gim edukasi, virtual reality, AR, dan pemograman. Penerapan manajemen pembelajaran terintegrasi berbasis AI menjadi bagian penting peningkatan kualitas pembelajaran.
Beberapa inovasi yang diterapkan antara lain Aplikasi Pembelajaran Si Anak Garuda, VR, gim edukasi, dan Galeri Seni Lukis 3D. Guru juga menggunakan alat digital untuk presentasi dan evaluasi. Keterbatasan akses internet tetap menjadi kendala, namun peningkatan akses di beberapa bagian telah terjadi.
Kolaborasi 3T dan TNI
Kolaborasi antara Kemkominfo dan TNI menjadi bagian penting pendampingan infrastruktur. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya konektivitas di wilayah 3T sebagai bagian pertahanan nasional. Sinergi tersebut berhasil menghubungkan wilayah Papua melalui pembangunan BTS BAKTI Komdigi.
Meutya juga menilai dukungan TNI dalam menentukan titik strategis dan mengamankan infrastruktur konektivitas. Pembekalan Pasis Dikreg Seskoad TA 2025 di Bandung disebut sebagai contoh kolaborasi yang akan terus berlanjut. Hubungan kemkominfo dan TNI diharapkan memperluas akses internet bagi warga di daerah terpencil.
Ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antar lembaga mendorong keamanan dan keandalan jaringan di wilayah 3T. Peningkatan konektivitas di Papua dan wilayah 3T lainnya mendukung program pemerataan digital. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mendorong pembangunan infrastruktur dan layanan publik yang lebih luas.
