Pemenang Internet Desa dan Literasi Digital Raih Penghargaan

Teknologi BRH 14 Mei 2026 03:44 WIB 19
Pemenang Internet Desa dan Literasi Digital Raih Penghargaan

Malam penganugerahan digelar di Hotel Sultan pada Jumat, 17 April 2026, untuk mengapresiasi kontribusi TIK di pedesaan Indonesia. Jamaluddin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asmat, dinobatkan sebagai pemenang Individu Pejuang Internet Masuk Desa; Inez Senia, penyiar radio, meraih Individu Pegiat Literasi Digital di Desa; Irson Hanunu, Kepala Sekolah SMK, memenangkan Individu Konten Kreator Lokal Kreatif; serta Relawan TIK Aceh menjadi pemenang Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat. Penghargaan ini menyoroti upaya penyediaan akses internet dan literasi digital di wilayah terpencil.

Sejak 2004, Jamaluddin bertugas di Asmat dan menghadapi wilayah dengan banyak blank spot sinyal. Pada 2005, satu menara Telkomsel dengan layanan 2G menjadi infrastruktur awal yang ada. Hingga 2024, jumlah BTS di Asmat mencapai 185 unit, menjadikannya terbanyak kedua setelah Jayawijaya dan mencerminkan kemajuan infrastruktur.

Profil Pemenang

Sebelumnya Jamaluddin memulai tugas di Asmat pada 2004, ketika wilayah itu memiliki banyak blank spot sinyal. Ia menyaksikan bagaimana pada 2005 hanya ada satu menara Telkomsel dengan layanan 2G. Kondisi itu membuat distrik dan kampung kala itu hampir tidak tersentuh akses internet.

Jamaluddin berperan mengupayakan akses infrastruktur internet ke pemerintah pusat melalui koordinasi dengan BAKTI Kominfo di Jakarta untuk internet maupun BTS. Dia juga aktif terjun ke lapangan untuk survei dan pembangunan BTS di Kabupaten Asmat. Langkah-langkah itu bertujuan memperluas jangkauan jaringan ke warga dan institusi.

Kini BTS telah tersebar di banyak kampung dan distrik Asmat. Pada 2024, jumlah BTS mencapai 185 unit, menjadikannya yang terbanyak kedua di wilayah tersebut setelah Jayawijaya. Jamaluddin berharap kapasitas bandwidth dinaikkan agar menarik lebih banyak pengguna.

Inez Senia adalah penyiar radio yang tergerak oleh manfaat literasi digital melalui konten. Setelah melihat dampak positifnya, ia fokus menyebarkan literasi digital di wilayah Kabupaten Jayapura. Kegiatan edukasi dimulai sejak 2023.

Inez menyasar peserta perempuan, mahasiswa/pelajar, wartawan lokal, serta masyarakat adat. Ia aktif menggelar kegiatan literasi digital secara daring maupun luring. Hingga kini, ia telah melaksanakan empat kali kegiatan literasi digital dan pemanfaatan tools digital.

Materi yang diajarkan mencakup public speaking, penyuntingan konten dengan CapCut, dan pengelolaan media sosial. Audiens terdiri dari komunitas pemuda gereja, UMKM, sektor pariwisata, pelajar, serta ibu-ibu. Beberapa peserta bahkan berasal dari luar daerah nominator.

Irson Hanunu merupakan anggota komunitas BAKTI E-Community yang aktif membuat konten daerah dan konten pendidikan. Dengan total pengikut sekitar 700 ribu di Facebook dan 13 ribu di YouTube, ia rutin membagikan konten edukasi dan pemanfaatan digital marketing. Peran ini menjadikan ia figur penting di ekosistem digital lokal.

Selain itu, Irson aktif dalam kampanye literasi digital yang dilaksanakan oleh BAKTI. Fokus kegiatannya adalah pemberdayaan tenaga pendidik dan pemuda untuk menyebarkan hal positif seputar digitalisasi. Langkahnya memperluas dampak literasi digital hingga ke kalangan yang belum terpapar teknologi.

Konten nominator tersedia pada Facebook Pro atas nama Irson Hanunu, Instagram @irson_hanunu, dan TikTok @irson_hanunu. Follower TikTok mencapai 526,6 ribu dengan 12,2 juta suka, sementara Instagram memiliki 76,5 ribu pengikut per 3 Maret 2026. Media sosialnya menjadi referensi bagi banyak orang untuk pembelajaran digital.

Relawan TIK Aceh menjadi pendorong utama pemulihan akses internet pasca banjir. Mereka mendirikan posko internet darurat menggunakan perangkat satelit Starlink dan menjalin kemitraan dengan pemerintah serta lembaga terkait. Posko ini berfungsi sebagai fasilitator komunikasi bagi korban bencana.

RTIK Aceh bekerja sama dengan ISP/provider untuk mempercepat pemulihan jaringan seluler dan menggalang donasi logistik penting seperti power bank dan genset. Kolaborasi melibatkan berbagai pihak, termasuk Yayasan Air Putih dan Relawan Lintas Komunitas, untuk manajemen bantuan berbasis data. Upaya ini menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur yang lumpuh.

Kolaborasi dengan Siberkreasi meningkatkan literasi digital dan memerangi hoaks di media sosial pasca banjir. Jaringan internet darurat (Starlink/VSAT) di posko pengungsian memungkinkan warga berhubungan dengan keluarga dan mengurangi kecemasan. Pendekatan ini menegaskan peran TIK sebagai alat ketahanan bencana, bukan sekadar hiburan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!