Pasutri Kenalkan Cokelat Asli Indonesia ke Pasar Dunia

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 01:55 WIB 2
Pasutri Kenalkan Cokelat Asli Indonesia ke Pasar Dunia

Pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra mengembangkan Cokelatin Signature, usaha cokelat berbahan kakao asli Indonesia yang kini menembus pasar luar negeri. Produk tersebut dibuat dari kakao asal Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, lalu dipasarkan dalam bentuk minuman bubuk dan cokelat batang. Melalui strategi itu, keduanya berupaya memperkenalkan cita rasa cokelat Indonesia ke konsumen internasional tanpa mengandalkan bahan mentah.

Irena menjelaskan pasar utama bisnisnya masih berada di dalam negeri, namun ekspor sudah dilakukan ke sejumlah negara. Tujuannya adalah membawa merek cokelat lokal agar dikenal lebih luas, sekaligus menjaga nilai tambah produk tetap berada di Indonesia. Ekspor tersebut menjadi langkah penting bagi Cokelatin Signature untuk memperkuat posisi di industri kakao olahan.

Ekspor Cokelat Asli

Irena menyebut ekspor Cokelatin Signature telah menjangkau Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Pengiriman dilakukan dalam kapasitas yang belum besar karena perusahaan memilih tidak mengekspor bahan mentah. Fokus mereka adalah membangun merek yang kuat dengan produk olahan siap jual.

Menurut Irena, ekspor ke luar negeri menjadi pembuktian bahwa produk cokelat Indonesia mampu bersaing. Ia mengatakan pendekatan yang dipakai adalah menjaga kualitas sekaligus mempertahankan identitas rasa dari kakao lokal. Dengan cara itu, merek yang dibangun tidak hanya menjual produk, tetapi juga cerita asal-usul bahan bakunya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Cokelatin Signature di ajang Trade Expo Indonesia membuka peluang jejaring baru. Pameran tersebut menjadi sarana untuk bertemu calon pembeli, mitra dagang, dan pelaku usaha lain. Dari sana, perusahaan berharap jalur ekspor dapat berkembang lebih stabil.

Meski pasar domestik masih dominan, ekspor tetap menjadi arah jangka panjang usaha tersebut. Irena menilai pasar luar negeri memberi peluang besar bagi produk minuman cokelat berbasis kakao Indonesia. Karena itu, perusahaan terus menyiapkan kapasitas yang sesuai dengan permintaan pasar.

Awal Usaha Cokelat

Usaha ini bermula dari kegemaran Irena terhadap minuman manis, khususnya cokelat. Ia kemudian melihat bahwa cokelat Indonesia sebenarnya memiliki rasa yang baik dan layak diolah lebih lanjut. Dari situ, ia mulai mencoba membuat produk untuk konsumsi pribadi.

Respons positif datang ketika produk tersebut diperkenalkan kepada teman-teman kantornya. Pada 2016, saat masih bekerja sebagai karyawan swasta, Irena mulai menyadari potensi bisnis dari racikan yang dibuatnya. Dukungan lingkungan sekitar menjadi dorongan awal untuk mengembangkan usaha secara serius.

Irena mengaku saat itu dirinya belum memahami dunia bisnis maupun UMKM. Proses belajar dimulai dari nol, termasuk memahami produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Nama Cokelatin sendiri lahir dari gabungan kata cokelat, Iren, dan Nugi.

Ia menjelaskan nama itu dipilih karena cokelat dianggap sebagai simbol rasa cinta. Dari ide sederhana tersebut, usaha yang awalnya kecil berkembang menjadi merek dengan identitas yang lebih kuat. Perjalanan itu menunjukkan bagaimana inspirasi personal dapat tumbuh menjadi bisnis yang berdaya saing.

Produk Cokelat Bubuk

Saat ini, produk yang paling banyak diproduksi Cokelatin Signature adalah bubuk minuman cokelat. Meski demikian, perusahaan juga telah mengembangkan cokelat batang sebagai variasi produk. Kombinasi itu membuat portofolio usaha menjadi lebih beragam.

Irena menilai bubuk minuman lebih mudah diolah untuk kebutuhan ekspor. Produk tersebut juga memiliki handling yang lebih praktis dibandingkan produk lain dalam rantai distribusi. Dengan pertimbangan itu, bubuk cokelat menjadi fokus utama produksi.

Menurutnya, minuman cokelat masih menjadi segmen yang paling sesuai dengan karakter bisnis perusahaan. Selain itu, permintaan pasar terhadap produk siap seduh dinilai cukup terbuka. Hal ini memberi ruang bagi Cokelatin Signature untuk memperluas jangkauan konsumen.

Perusahaan juga terus mengembangkan varian rasa agar produk tidak monoton. Inovasi tersebut dilakukan untuk menjaga minat pembeli di pasar domestik maupun luar negeri. Strategi ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan daya saing di tengah persaingan produk olahan kakao.

Peluang Cokelat Indonesia

Kisah Cokelatin Signature memperlihatkan bahwa kakao Indonesia memiliki peluang besar di pasar global. Kualitas bahan baku dari dalam negeri dapat menjadi keunggulan jika diolah dengan standar yang tepat. Nilai tambah produk pun dapat dinikmati oleh pelaku usaha lokal.

Ekspor dalam bentuk merek jadi memberi posisi tawar yang lebih baik dibandingkan penjualan bahan mentah. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya mendorong industri hilir kakao nasional. Bagi pelaku UMKM, model seperti ini dapat menjadi contoh pengembangan usaha berorientasi ekspor.

Keikutsertaan dalam pameran dagang juga membuka akses terhadap pembeli baru. Ajang seperti Trade Expo Indonesia menjadi panggung penting untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar internasional. Dari sana, reputasi merek dapat tumbuh lebih cepat dan lebih luas.

Bagi Irena dan Nugroho, perjalanan bisnis ini bukan hanya soal penjualan, tetapi juga pembuktian bahwa produk Indonesia mampu diterima dunia. Mereka ingin menunjukkan bahwa cokelat dari kakao lokal dapat tampil sebagai produk premium. Dengan strategi yang konsisten, peluang ekspansi masih terbuka lebar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!