Pasutri Cokelatin Signature Ekspor Cokelat Asli Indonesia

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 11:51 WIB 4
Pasutri Cokelatin Signature Ekspor Cokelat Asli Indonesia

Cokelat asal Indonesia kembali menarik perhatian pasar luar negeri melalui merek Cokelatin Signature milik pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra. Usaha ini mengolah kakao dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan menjadi produk bernilai tambah yang diminati konsumen domestik dan mancanegara.

Dalam ajang Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang, Irena menjelaskan bahwa ekspor sudah dilakukan ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Meski volume pengiriman belum besar, langkah itu menjadi bukti bahwa produk cokelat berbasis bahan baku lokal memiliki peluang bersaing di pasar global.

Cokelatin Signature dan pasar ekspor

Irena menyebut pasar Cokelatin Signature masih didominasi konsumen dalam negeri. Namun, minat dari luar Indonesia terus terbuka seiring meningkatnya apresiasi terhadap produk kakao olahan. Perusahaan itu telah menembus pasar Boston di Amerika Serikat, Riyadh di Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong.

Ekspor dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dari penjualan bahan mentah. Menurut Irena, pihaknya memilih tetap membawa nama merek agar nilai produk tetap terjaga. Strategi itu juga membuat Cokelatin Signature tampil sebagai produk siap jual, bukan sekadar komoditas.

Ia menegaskan kapasitas ekspor masih terbatas karena perusahaan mengutamakan kualitas dan identitas produk. Meski demikian, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pasar. Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa produk lokal bisa masuk ke rantai pasok internasional.

Awal usaha dari minuman manis

Bisnis ini berawal dari kesukaan Irena terhadap minuman manis. Dari kebiasaan itu, ia kemudian melihat bahwa cokelat Indonesia memiliki cita rasa yang layak dikembangkan. Ia pun mencoba meracik sendiri untuk konsumsi pribadi.

Hasil racikan awal tersebut kemudian diperkenalkan kepada teman-teman kantornya. Respons yang diterima ternyata positif dan mendorongnya untuk terus mengembangkan produk. Pada 2016, saat masih bekerja sebagai karyawan swasta, ia mulai serius menekuni usaha tersebut.

Irena mengaku pada masa awal dirinya belum memahami bisnis dan UMKM secara utuh. Dari situ, ia belajar sedikit demi sedikit mengenai produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Proses itu menjadi fondasi lahirnya Cokelatin Signature seperti yang dikenal sekarang.

Fokus pada bubuk cokelat

Saat ini Cokelatin Signature sudah memiliki produk cokelat bar. Namun, produksi terbesar tetap berada pada bubuk cokelat untuk minuman. Pilihan itu diambil karena format tersebut dinilai lebih praktis untuk pasar ekspor.

Menurut Irena, produk bubuk minuman lebih mudah dalam penanganan distribusi. Kemudahan tersebut membuat pengiriman ke luar negeri lebih efisien dibandingkan produk lain. Karena itu, perusahaan menjadikannya sebagai fokus utama ekspansi.

Meski begitu, pengembangan varian tetap dilakukan agar pilihan konsumen semakin beragam. Perusahaan ingin menjaga keseimbangan antara pasar domestik dan ekspor. Dengan cara itu, pertumbuhan usaha diharapkan berjalan lebih berkelanjutan.

Kakao lokal bernilai tambah

Cokelatin Signature memanfaatkan kakao asal Jawa Timur dan Sulawesi Selatan sebagai bahan utama. Penggunaan bahan baku lokal memberi nilai tambah bagi petani dan rantai industri pengolahan dalam negeri. Di sisi lain, produk ini juga memperkenalkan karakter rasa cokelat Indonesia ke pasar yang lebih luas.

Irena menilai kakao Indonesia punya potensi besar untuk bersaing. Selama diolah dengan standar yang baik, bahan baku lokal dapat menghasilkan produk premium. Pandangan itu menjadi dasar perusahaan untuk tidak menjual bahan mentah dalam ekspor.

Keputusan mempertahankan proses pengolahan di dalam negeri juga memperkuat identitas merek. Strategi ini membuat produk memiliki cerita asal-usul yang jelas saat dipasarkan ke luar negeri. Dalam jangka panjang, model bisnis seperti ini berpotensi mendorong pertumbuhan UMKM berbasis komoditas lokal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!