Pasutri Cokelatin Signature Bawa Cokelat RI ke Pasar Dunia

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 02:23 WIB 7
Pasutri Cokelatin Signature Bawa Cokelat RI ke Pasar Dunia

Cokelat berbahan kakao asli Indonesia kini tidak hanya dinikmati di dalam negeri, tetapi juga mulai masuk ke pasar internasional. Di balik langkah itu, pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra membesarkan merek Cokelatin Signature dengan fokus pada olahan kakao dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Irena mengatakan pasar domestik masih menjadi penopang utama penjualan, namun ekspor sudah dilakukan ke sejumlah negara. Produk Cokelatin Signature telah dikirim ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong, meski kapasitasnya masih terbatas karena perusahaan memilih tidak mengekspor bahan mentah.

Cokelat Asli Indonesia

Irena menjelaskan bahwa bahan baku utama usahanya berasal dari kakao lokal yang dinilai memiliki karakter rasa kuat. Menurut dia, kualitas kakao Indonesia sebenarnya mampu bersaing jika diolah dengan pendekatan yang tepat. Dari situlah Cokelatin Signature dibangun sebagai merek yang membawa identitas rasa Indonesia.

Pasangan ini ingin menunjukkan bahwa produk olahan kakao dalam negeri dapat tampil sebagai brand, bukan sekadar komoditas mentah. Karena itu, mereka menekankan proses pengolahan agar nilai tambah tetap berada di Indonesia. Pendekatan tersebut juga menjadi dasar strategi ekspor yang mereka jalankan.

Irena menyebut komitmen itu membuat produk mereka tidak sekadar menjual rasa, tetapi juga cerita asal-usul bahan baku. Ia menilai konsumen luar negeri semakin terbuka terhadap produk dengan nilai autentik dan jejak produksi yang jelas. Hal itu menjadi modal penting bagi pelaku UMKM yang ingin naik kelas.

Dalam perjalanan bisnisnya, Cokelatin Signature terus menempatkan kualitas sebagai prioritas utama. Perusahaan berupaya menjaga konsistensi rasa agar tetap sesuai dengan standar pasar domestik maupun internasional. Langkah ini menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan konsumen di berbagai negara.

Dari Dapur Rumah

Usaha ini berawal dari kesukaan Irena terhadap minuman manis yang berbahan cokelat. Ia kemudian melihat bahwa cokelat Indonesia sebenarnya memiliki cita rasa yang baik dan layak diolah lebih jauh. Dari percobaan sederhana untuk diri sendiri, ide bisnis itu mulai terbentuk.

Awalnya, produk tersebut diperkenalkan kepada teman-teman kantor saat Irena masih bekerja sebagai karyawan swasta pada 2016. Respons yang diterima cukup positif dan mendorongnya untuk melanjutkan eksperimen. Dari situ, ia mulai serius menekuni dunia cokelat sebagai usaha.

Irena mengaku saat itu dirinya dan sang suami belum memahami banyak soal bisnis maupun UMKM. Mereka belajar sedikit demi sedikit sambil menjalankan produksi. Proses itu membentuk fondasi Cokelatin Signature yang kini dikenal lebih luas.

Nama Cokelatin sendiri lahir dari gabungan kata cokelat dan nama pendirinya, Irena serta Nugroho. Menurut Irena, pemilihan nama itu juga mencerminkan makna kasih sayang yang ingin mereka hadirkan melalui produk. Karena bagi mereka, cokelat bukan hanya minuman, tetapi juga simbol kehangatan.

Fokus Pada Produk Bubuk

Saat ini, Cokelatin Signature memang sudah mengembangkan produk cokelat bar. Namun, produksi terbesar masih berasal dari bubuk minuman cokelat yang menjadi andalan utama. Produk ini dianggap lebih sesuai dengan arah bisnis dan kebutuhan pasar mereka.

Irena menjelaskan bahwa minuman cokelat lebih mudah dikembangkan dalam berbagai varian. Selain itu, produk bubuk dinilai lebih praktis untuk diproduksi dalam volume yang lebih besar. Faktor tersebut membuat bisnis mereka lebih leluasa memenuhi permintaan pasar.

Orientasi perusahaan tidak hanya pada penjualan di dalam negeri, tetapi juga pada ekspor. Karena itu, format bubuk minuman dipilih sebagai produk utama yang akan dibawa ke luar negeri. Menurut Irena, bentuk ini lebih sederhana dari sisi pengemasan dan distribusi.

Ia menambahkan bahwa bisnis yang dibangun bersama suaminya terus diarahkan agar punya skala pertumbuhan yang sehat. Pengembangan produk dilakukan bertahap tanpa meninggalkan karakter rasa khas Indonesia. Dengan strategi itu, mereka berharap bisa memperluas jangkauan pasar secara berkelanjutan.

Langkah Menuju Pasar Ekspor

Cokelatin Signature telah menembus beberapa pasar ekspor meski skalanya masih belum besar. Negara tujuan yang sudah mereka sentuh antara lain Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Bagi Irena, pencapaian itu menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing.

Ia menegaskan ekspor yang dilakukan bukan dalam bentuk bahan mentah, melainkan sebagai merek siap jual. Pilihan ini diambil agar nilai tambah produk tetap tinggi dan citra merek terjaga. Dengan begitu, identitas cokelat Indonesia dapat dikenali langsung oleh konsumen global.

Menurut Irena, tantangan terbesar saat ini adalah kapasitas produksi yang masih terbatas. Meski demikian, ia memilih menjaga kualitas dan konsistensi ketimbang mengejar volume besar secara cepat. Sikap itu dinilai penting untuk menjaga reputasi merek di pasar internasional.

Kisah Cokelatin Signature menunjukkan bahwa produk berbasis kakao lokal memiliki peluang besar untuk berkembang lebih jauh. Dengan inovasi, konsistensi, dan keberanian menembus pasar luar negeri, pelaku usaha dapat membawa nama Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Perjalanan pasangan ini menjadi contoh bagaimana UMKM bisa tumbuh dari dapur rumah hingga pasar dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!