Pandu Sjahrir Tanggapi IHSG Anjlok Usai Pengumuman Danantara

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 24 Mei 2026 00:00 WIB 5
Pandu Sjahrir Tanggapi IHSG Anjlok Usai Pengumuman Danantara

Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Pandu Sjahrir, menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan yang terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan BUMN ekspor baru. Ia menilai pasar saham sedang mencari kepastian mengenai implementasi kebijakan tersebut, terutama terkait manfaat dan mekanisme pelaksanaannya.

Berdasarkan data RTI, IHSG melemah lebih dari 2 persen pada sesi awal perdagangan, seiring respons pasar terhadap rencana pengelolaan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu. Pandu optimistis pasar akan kembali menguat setelah investor memahami tujuan kebijakan yang disebut untuk memperkuat tata kelola ekspor dan menutup celah praktik kurang bayar pajak.

IHSG dan Kepastian Pasar

Pandu menyebut investor membutuhkan kejelasan sebelum pasar bisa merespons positif kebijakan baru. Menurutnya, kondisi seperti ini wajar terjadi ketika ada perubahan besar dalam tata kelola ekspor.

Ia menegaskan bahwa pasar saham selalu bereaksi terhadap certainty atau kepastian. Karena itu, pelaku pasar dinilai masih menunggu hasil konkret dari kebijakan yang diumumkan pemerintah.

Dalam pernyataannya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Pandu meminta investor tetap tenang. Ia menilai evaluasi pasar akan membaik ketika arah kebijakan sudah dipahami secara utuh.

Ia juga optimistis IHSG dapat pulih dalam waktu dekat. Keyakinan itu didasarkan pada anggapan bahwa pasar akan melihat manfaat jangka panjang dari kebijakan baru tersebut.

Respons Atas BUMN Ekspor

Pemerintah sebelumnya mengumumkan pembentukan BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Kebijakan ini diumumkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan ekspor komoditas strategis.

Pandu mengatakan pasar masih mencermati detail implementasi badan usaha tersebut. Menurut dia, proses penyesuaian wajar terjadi karena kebijakan ini menyangkut alur baru dalam perdagangan komoditas.

Ia menyebut tujuan pembentukan badan baru itu cukup jelas, yakni memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam. Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk menutup peluang praktik yang merugikan negara.

Di tengah respons pasar yang melemah, Pandu meminta publik melihat kebijakan ini secara menyeluruh. Ia menilai manfaat jangka panjangnya akan lebih mudah dipahami setelah mekanisme kerja dijalankan.

Tekanan IHSG di Bursa

Data RTI menunjukkan IHSG anjlok pada awal perdagangan hari ini. Indeks berada di level 6.144 setelah terkoreksi 174 poin atau 2,76 persen.

Penurunan tersebut mencerminkan adanya kehati-hatian investor terhadap perkembangan kebijakan baru di sektor ekspor. Sentimen pasar menjadi lebih sensitif setelah pengumuman pemerintah pada hari sebelumnya.

Pelaku pasar disebut masih menimbang dampak kebijakan terhadap emiten dan sektor terkait. Karena itu, pergerakan IHSG cenderung tertekan dalam perdagangan awal.

Meski demikian, kondisi pasar masih dinilai bisa berubah dengan cepat. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada kepastian implementasi dan respons pelaku usaha.

Ekspor SDA Satu Pintu

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui satu pintu. Skema itu akan dijalankan lewat BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal.

Komoditas yang masuk dalam pengaturan itu antara lain kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi ferro alloy. Pemerintah menilai mekanisme ini dapat membuat pengawasan ekspor menjadi lebih terpusat dan efisien.

Dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Prabowo menegaskan bahwa penjualan hasil sumber daya alam wajib dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk. Kebijakan itu disebut sebagai langkah untuk memperkuat kontrol negara atas komoditas strategis.

Pasar kini menunggu rincian teknis dari kebijakan tersebut, termasuk dampaknya terhadap arus perdagangan dan penerimaan negara. Jika implementasinya dinilai jelas, sentimen terhadap IHSG berpotensi membaik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!