Pandu Sjahrir Sebut IHSG Tertekan karena Ketidakpastian BUMN Ekspor

Forex & Saham Gilang Nabaris 27 Mei 2026 07:32 WIB 2
Pandu Sjahrir Sebut IHSG Tertekan karena Ketidakpastian BUMN Ekspor

Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, Pandu Sjahrir, menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan yang terjadi setelah pengumuman badan usaha milik negara khusus ekspor. Ia menilai pasar saham sedang mencari kepastian atas implementasi kebijakan baru yang diumumkan pemerintah.

IHSG tercatat tertekan lebih dari 2 persen pada sesi awal perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, dan bergerak di kisaran 6.144. Pandu meyakini sentimen pasar dapat membaik ketika investor memahami manfaat pembentukan BUMN ekspor bagi tata kelola komoditas sumber daya alam.

IHSG dan Sentimen Pasar

Pandu menyebut pelemahan IHSG tidak lepas dari kebutuhan investor terhadap kejelasan arah kebijakan. Menurut dia, pasar perlu waktu untuk menilai hasil dari pembentukan badan baru tersebut.

Ia menekankan bahwa reaksi pasar seperti ini merupakan hal yang wajar ketika kebijakan besar diumumkan. Investor, kata dia, biasanya menunggu kepastian sebelum kembali meningkatkan minat beli.

Dalam pandangannya, volatilitas jangka pendek tidak selalu mencerminkan prospek jangka panjang pasar. Selama fundamental ekonomi tetap terjaga, pemulihan IHSG dinilai masih terbuka.

Kepastian BUMN Ekspor

Pemerintah sebelumnya mengumumkan rencana pengelolaan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu. Kebijakan itu melibatkan BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal untuk sejumlah komoditas strategis.

Presiden Prabowo Subianto menyebut komoditas seperti kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi akan masuk dalam skema tersebut. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola ekspor dan menutup celah praktik kurang bayar pajak.

Pandu menilai tujuan itu penting bagi pembenahan sistem perdagangan komoditas nasional. Namun, ia mengakui pasar tetap menuntut penjelasan yang lebih rinci sebelum memberikan respons positif penuh.

Tekanan di Pasar Saham

Berdasarkan data RTI, IHSG pada perdagangan hari itu melemah 174 poin atau 2,76 persen ke level 6.144. Koreksi tersebut menunjukkan tekanan yang cukup kuat pada sentimen investor domestik.

Penurunan mulai terlihat setelah pengumuman pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada Rabu, 20 Mei. Pasar kemudian merespons dengan sikap hati-hati terhadap implikasi kebijakan tersebut.

Di tengah kondisi itu, pelaku pasar cenderung menahan diri sambil menunggu rincian teknis implementasi. Pergerakan harga saham pun menjadi lebih sensitif terhadap setiap pernyataan pejabat terkait kebijakan baru.

Prospek Pemulihan IHSG

Pandu menyampaikan optimisme bahwa IHSG dapat kembali menguat begitu pasar memahami manfaat kebijakan yang sedang disiapkan. Ia menilai penguatan bisa terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Menurut dia, pasar akan memberi penilaian lebih baik jika tata kelola ekspor melalui BUMN tunggal terbukti efektif. Kepastian tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan investor.

Ia juga meminta investor tetap optimistis terhadap prospek pasar saham nasional. Selama komunikasi kebijakan berjalan jelas, peluang pemulihan IHSG disebut masih terbuka lebar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!