Pandu Sjahrir Sebut IHSG Tertekan karena Kepastian Danantara

Forex & Saham Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 05:54 WIB 2
Pandu Sjahrir Sebut IHSG Tertekan karena Kepastian Danantara

Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, Pandu Sjahrir, menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan BUMN khusus ekspor. Menurut dia, pasar sedang mencari kepastian atas implementasi kebijakan baru tersebut sebelum kembali bersikap optimistis.

Pandangan itu disampaikan Pandu di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026). Di sisi lain, data RTI menunjukkan IHSG sempat terkoreksi lebih dari 2 persen pada perdagangan sesi awal, sehingga perhatian pelaku pasar tertuju pada arah kebijakan ekspor sumber daya alam.

IHSG dan Danantara

Pandu menilai pelemahan IHSG tidak terlepas dari respons investor terhadap kebijakan baru pemerintah. Ia menyebut pasar biasanya membutuhkan waktu untuk memahami arah dan dampak sebuah keputusan besar. Karena itu, pergerakan indeks yang menurun dinilai sebagai reaksi wajar dalam fase pencarian kepastian.

Ia mengatakan investor ingin mengetahui hasil akhir dari implementasi kebijakan tersebut. Menurutnya, kepastian menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan pasar. Ketika informasi belum sepenuhnya dipahami, pelaku pasar cenderung memilih sikap hati-hati.

Pandangan itu sejalan dengan kondisi perdagangan yang menunjukkan IHSG berada di level 6.144. Indeks tersebut turun 174 poin atau 2,76 persen pada sesi awal perdagangan hari itu. Pelemahan tersebut menjadi sinyal bahwa pasar tengah mencermati arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Meski begitu, Pandu menegaskan bahwa pasar saham akan kembali menguat saat manfaat kebijakan sudah terbaca jelas. Ia menyebut optimisme tetap perlu dijaga agar pelaku pasar tidak mengambil kesimpulan terlalu dini. Dalam pandangannya, pasar akan menilai kebijakan secara lebih objektif setelah implementasi berjalan.

Pasar Menunggu Kepastian

Menurut Pandu, investor saat ini masih menimbang dampak pembentukan BUMN ekspor terhadap tata kelola perdagangan komoditas. Ia menilai pasar membutuhkan penjelasan yang lebih utuh agar dapat menilai peluang dan risikonya. Kondisi itu membuat sebagian pelaku pasar memilih menahan posisi sambil menunggu kepastian lebih lanjut.

Ia menyampaikan bahwa kepastian atau certainty menjadi unsur penting dalam pengambilan keputusan investasi. Pasar saham, kata dia, sangat dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap arah kebijakan pemerintah. Karena itu, pengumuman besar sering memunculkan volatilitas dalam jangka pendek.

Pelemahan IHSG disebut sebagai cerminan kehati-hatian investor terhadap informasi baru. Di pasar modal, respons seperti ini kerap terjadi ketika ada perubahan kebijakan yang berpotensi memengaruhi sektor strategis. Investor kemudian menunggu detail teknis sebelum kembali masuk ke pasar.

Pandu menegaskan bahwa reaksi pasar tidak selalu menjadi indikator negatif dalam jangka panjang. Ia percaya bahwa begitu manfaat kebijakan dipahami, sentimen bisa berbalik menjadi lebih positif. Dalam konteks ini, edukasi pasar menjadi penting agar kekhawatiran tidak berlarut-larut.

Target Tata Kelola Ekspor

Pemerintah sebelumnya mengumumkan bahwa seluruh ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui satu pintu. Kebijakan itu diarahkan melalui BUMN yang telah ditunjuk sebagai pengekspor tunggal. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam secara lebih terintegrasi.

Komoditas yang masuk dalam skema tersebut mencakup kelapa sawit, batu bara, hingga paduan besi ferro alloy. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebijakan itu dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (20/5). Menurut pemerintah, langkah ini akan membuat pengawasan ekspor lebih efektif dan tertib.

Selain tata kelola, pemerintah juga menargetkan penutupan celah praktik kurang bayar pajak. Dengan mekanisme satu pintu, alur penjualan hasil sumber daya alam diharapkan lebih transparan. Pemerintah menilai penguatan kontrol dapat berdampak pada penerimaan negara yang lebih optimal.

Bagi pasar, kebijakan ini membuka ruang analisis baru terhadap emiten komoditas dan rantai perdagangan ekspor. Investor kini menunggu penjelasan rinci mengenai skema pelaksanaan dan dampaknya terhadap pelaku usaha. Kepastian teknis akan sangat menentukan arah sentimen di sektor terkait.

Respons Investor dan Prospek

Pandu meminta investor tetap optimistis menghadapi perubahan kebijakan yang sedang berjalan. Ia menilai pasar saham memiliki kemampuan untuk beradaptasi selama arah kebijakan jelas. Optimisme, menurut dia, perlu dijaga agar koreksi jangka pendek tidak memicu kekhawatiran berlebihan.

Ia juga menyebut bahwa pasar akan lebih cepat pulih ketika peserta pasar memahami manfaat kebijakan baru. Dalam pandangannya, komunikasi yang baik menjadi kunci untuk mengurangi ketidakpastian. Karena itu, penjelasan pemerintah kepada publik dan investor menjadi sangat penting.

Pelemahan IHSG pada awal perdagangan hari itu menjadi perhatian karena terjadi di tengah pengumuman kebijakan strategis. Namun, koreksi tersebut belum tentu mencerminkan tren berkepanjangan jika pasar memperoleh kejelasan. Pelaku pasar biasanya akan menyesuaikan portofolio setelah informasi fundamental lebih lengkap.

Dengan latar tersebut, arah IHSG dalam beberapa hari ke depan akan dipengaruhi oleh respons terhadap implementasi kebijakan ekspor satu pintu. Jika pasar menilai langkah pemerintah memberi manfaat bagi tata kelola dan penerimaan negara, sentimen dapat membaik. Pada titik itu, pernyataan optimistis Pandu Sjahrir berpotensi mendapat dukungan dari pergerakan indeks.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!