Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Pandu Sjahrir, menanggapi pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, di Jakarta Pusat. Ia menilai pasar masih menunggu kepastian terkait implementasi kebijakan BUMN ekspor yang baru diumumkan pemerintah.
Menurut Pandu, investor membutuhkan kejelasan agar dapat membaca arah kebijakan secara utuh dan menilai dampaknya terhadap pasar modal. Sementara itu, data RTI menunjukkan IHSG terkoreksi lebih dari 2 persen dan sempat berada di level 6.144.
IHSG dan Kepastian Pasar
Pandu menyebut pelemahan IHSG tidak terlepas dari sikap investor yang masih mencari kepastian. Ia menjelaskan bahwa pasar saham selalu merespons informasi baru dengan menunggu detail pelaksanaan kebijakan.
Dalam pandangannya, investor ingin mengetahui hasil akhir dari kebijakan tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Kondisi ini membuat pergerakan indeks cenderung melemah dalam jangka pendek.
Ia menegaskan bahwa pasar akan menyesuaikan diri begitu arah kebijakan menjadi lebih jelas. Karena itu, sentimen terhadap IHSG dinilai masih sangat bergantung pada kejelasan implementasi program baru pemerintah.
Danantara dan Ekspor SDA
Pandangan tersebut disampaikan usai pemerintah mengumumkan pembentukan BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Entitas ini disebut akan memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam.
Pemerintah menilai model satu pintu dapat menutup celah praktik kurang bayar pajak. Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk menciptakan sistem ekspor yang lebih tertib dan transparan.
Komoditas yang masuk dalam pengelolaan awal mencakup kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi ferro alloy. Langkah ini dinilai strategis karena menyentuh sektor-sektor penting yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Pernyataan Prabowo Soal Ekspor
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa seluruh ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Prabowo menyebut penjualan hasil sumber daya alam tidak lagi dilakukan secara bebas oleh pihak-pihak tertentu. Skema baru itu diterapkan untuk memastikan pengelolaan ekspor berada dalam satu jalur resmi.
Ia menilai kebijakan tersebut penting agar negara memiliki kendali yang lebih kuat atas arus ekspor komoditas strategis. Dengan begitu, hasil yang diperoleh diharapkan lebih optimal bagi kepentingan nasional.
Prospek IHSG ke Depan
Pandu optimistis IHSG akan bergerak naik setelah pasar memahami manfaat dari pembentukan BUMN ekspor. Ia menilai respons negatif saat ini hanya bersifat sementara karena investor masih menunggu penjelasan lebih rinci.
Ia juga meminta pelaku pasar untuk tetap optimistis terhadap arah pasar saham. Menurutnya, selama kebijakan membawa kejelasan dan manfaat, pasar akan menyesuaikan diri secara positif.
Berdasarkan pergerakan terkini, IHSG tercatat melemah 174 poin atau 2,76 persen ke level 6.144. Kondisi ini menunjukkan pasar masih bereaksi cepat terhadap sentimen kebijakan baru yang diumumkan pemerintah.
