Pakar: Waktu Terbaik Berolahraga Menyesuaikan Kondisi Tubuh

Lifestyle Anindya Kirana Putri 26 Mei 2026 04:51 WIB 2
Pakar: Waktu Terbaik Berolahraga Menyesuaikan Kondisi Tubuh

Perdebatan soal olahraga pagi dan olahraga malam kembali menjadi perhatian karena keduanya sama-sama diyakini memiliki manfaat tersendiri. Namun, para ahli menegaskan bahwa waktu terbaik untuk berolahraga tidak berlaku sama bagi setiap orang, melainkan bergantung pada jenis latihan dan kondisi tubuh.

Sowon Jang, fisioterapis dan spesialis pilates di The Hundred Wellness Centre Dubai, menjelaskan bahwa penentuan waktu olahraga perlu disesuaikan dengan kebutuhan fisik masing-masing. Menurut dia, olahraga yang tepat, dilakukan secara rutin, dan didukung pola hidup sehat akan memberi hasil yang lebih baik dibanding sekadar mengejar jam tertentu.

Olahraga pagi yang lebih lembut

Jang menyebut olahraga seperti pilates atau kardio ringan lebih cocok dilakukan pada pagi hari karena gerakannya lebih lembut dan terkontrol. Aktivitas semacam ini membantu tubuh bangun secara bertahap tanpa membuatnya kewalahan.

Olahraga pagi juga kerap dipilih karena membantu menciptakan rutinitas yang teratur sebelum memulai aktivitas harian. Bagi banyak orang, kebiasaan ini membuat tubuh terasa lebih tenang dan napas lebih terjaga.

Selain itu, olahraga di pagi hari dapat memberi efek segar pada pikiran saat menjalani hari. Paparan sinar matahari pagi juga berperan dalam membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Latihan siang dan sore

Pada siang atau sore hari, tubuh umumnya sudah lebih siap untuk menerima latihan dengan intensitas lebih tinggi. Karena itu, waktu ini sering dimanfaatkan untuk olahraga yang menuntut tenaga lebih besar.

Dr Jinelle D'souza mengatakan latihan kekuatan atau olahraga intensif sebaiknya dilakukan ketika tubuh memang dalam kondisi yang mendukung. Jika dilakukan tanpa persiapan yang cukup, hasilnya bisa kurang optimal dan berisiko membuat tubuh kelelahan.

Asupan nutrisi, hidrasi, dan tidur yang cukup menjadi dasar penting sebelum menjalani latihan berat. Dengan dukungan tersebut, tubuh dapat merespons olahraga secara lebih baik dan tetap bertenaga.

Olahraga malam yang aman

Untuk malam hari, olahraga berintensitas rendah lebih dianjurkan karena tidak memicu lonjakan hormon stres atau kortisol secara berlebihan. Jenis latihan ini membantu tubuh tetap aktif tanpa mengganggu kualitas tidur.

Berjalan santai atau berenang menjadi contoh aktivitas yang dinilai lebih aman dilakukan menjelang malam. Gerakan yang ringan membuat tubuh tetap bergerak, tetapi tidak terlalu terstimulasi.

Dr Louise Rix menekankan bahwa faktor terpenting bukan sekadar waktu olahraga, melainkan kesesuaian jenis latihan dengan gaya hidup. Jika tubuh merasa nyaman dan jadwal harian tetap seimbang, olahraga malam tetap bisa menjadi pilihan yang baik.

Sesuaikan dengan kebutuhan

Para ahli menilai tidak ada formula tunggal yang bisa diterapkan untuk semua orang dalam menentukan waktu olahraga terbaik. Setiap orang memiliki ritme hidup, kondisi fisik, dan tujuan kebugaran yang berbeda.

Bagi sebagian orang, olahraga pagi membantu membangun disiplin dan suasana hati yang lebih stabil. Sementara itu, orang lain mungkin merasa lebih kuat dan fokus saat berlatih pada sore atau malam hari.

Karena itu, yang paling penting adalah memilih waktu yang realistis dan bisa dijalankan secara konsisten. Dengan begitu, olahraga tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!