Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 10:54 WIB 2
Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Banyak orang masih memperdebatkan waktu terbaik untuk berolahraga, apakah pagi atau malam hari. Perbedaan pilihan itu umumnya dipengaruhi oleh tujuan latihan, rutinitas harian, dan kondisi tubuh masing-masing orang.

Menurut Sowon Jang, fisioterapis dan spesialis pilates di The Hundred Wellness Centre Dubai, tidak ada waktu olahraga yang paling ideal untuk semua orang. Ia menegaskan, jenis latihan dan kesiapan fisik perlu menjadi pertimbangan utama agar olahraga tetap aman dan efektif.

Olahraga pagi yang teratur

Olahraga pagi sering dipilih karena membantu membangun rutinitas yang konsisten sebelum aktivitas dimulai. Kebiasaan ini dapat membuat tubuh terasa lebih tenang, napas lebih terkontrol, dan kesadaran tubuh meningkat.

Selain itu, berolahraga di pagi hari dapat membantu pikiran terasa lebih segar saat memulai pekerjaan. Aktivitas fisik pada jam ini juga memberi dorongan energi yang membuat seseorang lebih siap menjalani hari.

Dr Louise Rix menjelaskan bahwa paparan sinar matahari di pagi hari dapat membantu mengatur ritme sirkadian. Hal ini bermanfaat bagi mereka yang ingin memperbaiki pola tidur dan menjaga jam biologis tetap stabil.

Latihan siang dan sore

Pada siang atau sore hari, tubuh umumnya sudah lebih siap untuk menjalani latihan dengan intensitas yang lebih tinggi. Kondisi ini sering dimanfaatkan untuk olahraga yang membutuhkan tenaga besar dan fokus lebih kuat.

Jang menyebut, olahraga seperti pilates atau kardio ringan tetap bisa dilakukan kapan saja, tetapi pagi hari dinilai lebih cocok untuk gerakan yang lembut dan terkontrol. Dengan begitu, tubuh dapat bangun secara bertahap tanpa merasa kewalahan.

Jika seseorang ingin melakukan latihan kekuatan, tubuh juga perlu berada dalam kondisi yang mendukung. Dr Jinelle D'souza menekankan bahwa istirahat cukup serta asupan gizi seimbang menjadi faktor penting sebelum memilih latihan berat.

Olahraga malam yang tepat

Olahraga malam tetap bisa menjadi pilihan, terutama bagi mereka yang baru memiliki waktu setelah beraktivitas seharian. Namun, latihan yang disarankan sebaiknya berintensitas rendah agar tubuh tidak terlalu terstimulasi.

Jenis olahraga seperti berenang santai atau berjalan kaki ringan dapat membantu melepas penat tanpa memicu lonjakan stres. Pilihan ini juga dinilai lebih aman bagi kualitas tidur dibanding latihan yang terlalu berat.

Olahraga malam yang terlalu intens dapat meningkatkan hormon stres, termasuk kortisol. Jika kadar hormon ini naik terlalu tinggi, tubuh bisa lebih sulit beristirahat dan waktu tidur menjadi terganggu.

Sesuaikan dengan gaya hidup

Para ahli menekankan bahwa faktor terpenting bukanlah jam olahraga, melainkan kesesuaian latihan dengan gaya hidup. Olahraga yang tepat akan lebih mudah dijalankan secara rutin dan memberikan hasil yang lebih berkelanjutan.

Jika seseorang merasa lebih disiplin pada pagi hari, maka latihan pagi bisa menjadi pilihan terbaik. Sebaliknya, jika malam hari adalah waktu paling longgar, olahraga ringan tetap dapat memberi manfaat kesehatan yang berarti.

Dengan menyesuaikan waktu, intensitas, dan kondisi tubuh, olahraga dapat menjadi kebiasaan yang aman sekaligus efektif. Pendekatan ini membantu seseorang menjaga kebugaran tanpa mengganggu kebutuhan istirahat dan aktivitas harian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!