IHSG Melemah 0,82% Saat Pidato Prabowo

Forex & Saham Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 12:08 WIB 3
IHSG Melemah 0,82% Saat Pidato Prabowo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, setelah sempat bergerak menguat di sesi pagi. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 0,82 persen ke level 6.318,50 pada akhir perdagangan. Tekanan jual menguat tajam menjelang siang, saat pasar merespons pidato Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menembus level 6.459,55 atau menguat lebih dari 1 persen. Namun, indeks berbalik arah dan menutup sesi di posisi 6.318,5, turun 52,179 poin. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar bergerak cepat, terutama pada saham-saham sektor mineral dan komoditas.

IHSG Berbalik Melemah

Pergerakan IHSG pada Rabu menunjukkan volatilitas yang tinggi sejak awal sesi. Indeks sempat menguat tipis pada perdagangan pagi, sebelum tekanan jual mulai mendominasi. Pada pukul 11.19 WIB, IHSG tercatat terjun lebih dari 2 persen ketika pasar mencermati pernyataan Presiden Prabowo.

Hingga penutupan, volume perdagangan mencapai 41,12 miliar saham dengan nilai transaksi Rp35 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.466,564 kali, menandakan aktivitas pasar tetap ramai meski indeks terkoreksi. Di sisi lain, jumlah saham melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat.

RTI Business mencatat 483 saham melemah, 207 saham menguat, dan 126 saham stagnan. Komposisi tersebut memperlihatkan tekanan jual masih lebih dominan pada akhir sesi. Situasi ini membuat IHSG sulit mempertahankan momentum positif yang sempat muncul di awal perdagangan.

Meski sempat berada di area hijau, sentimen pasar berubah cepat setelah katalis dari kebijakan pemerintah muncul. Investor cenderung bersikap hati-hati terhadap arah kebijakan ekspor komoditas strategis. Kondisi tersebut memperkuat aksi ambil untung di sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Pidato Prabowo Tekan Pasar

Tekanan terhadap IHSG meningkat setelah pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna DPR RI. Dalam pidato itu, Prabowo menyampaikan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA. Aturan tersebut dimaksudkan agar ekspor sumber daya alam memberi manfaat lebih besar bagi kesejahteraan rakyat.

Prabowo menegaskan bahwa penerbitan peraturan itu merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas. Ia juga menyebut seluruh penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN. Pernyataan ini memicu penyesuaian ekspektasi pelaku pasar terhadap arah bisnis di sektor terkait.

Pasar biasanya merespons cepat setiap perubahan regulasi yang menyentuh sektor komoditas, terutama jika berkaitan dengan ekspor. Investor membaca kebijakan tersebut sebagai sinyal perubahan tata kelola yang bisa berdampak pada rantai distribusi dan keuntungan emiten. Akibatnya, sejumlah saham di sektor sumber daya alam bergerak melemah serempak.

Aturan baru itu juga mencakup komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy. Seluruh ekspor komoditas tersebut wajib dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Kebijakan ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah pola bisnis perusahaan-perusahaan terkait.

Saham Mineral Terkoreksi

Penurunan IHSG turut diikuti pelemahan pada saham-saham sektor mineral dan tambang. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO terkoreksi 4,29 persen ke harga Rp2.230 per saham. Pelemahan juga terjadi pada saham-saham yang selama ini menjadi penggerak pasar di sektor komoditas.

PT Amman Mineral Internasional Tbk atau AMMN turun 6,31 persen ke Rp2.970 per saham. PT Bumi Resources Tbk atau BUMI juga melemah 6,99 persen ke Rp173 per saham. Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual merata pada emiten berbasis sumber daya alam.

PT Triputra Agro Persada Tbk atau TAPG terkoreksi 6,60 persen ke Rp1.485 per saham. Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA melemah 4,21 persen ke Rp6.825 per saham. Koreksi tersebut menambah beban pada indeks yang sejak pagi bergerak tidak stabil.

Di sisi lain, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN turun paling dalam, yakni 9,23 persen ke Rp590 per saham. PT Petrosea Tbk atau PTRO juga melemah 7,41 persen ke Rp4.000 per saham. Pelemahan pada saham-saham ini memperjelas bahwa tekanan terbesar datang dari sektor komoditas dan tambang.

Prospek IHSG Masih Waspada

Pergerakan IHSG pada hari ini memberi sinyal bahwa pasar masih sensitif terhadap sentimen kebijakan pemerintah. Selama pelaku pasar belum memperoleh kepastian implementasi aturan ekspor, volatilitas berpotensi tetap tinggi. Kondisi ini membuat investor cenderung selektif dalam memilih saham.

Meski tekanan jual cukup besar, aktivitas transaksi yang tinggi menunjukkan minat pasar belum sepenuhnya hilang. Nilai transaksi Rp35 triliun memperlihatkan investor masih aktif melakukan rebalancing portofolio. Namun, arah pergerakan indeks dalam jangka pendek masih bergantung pada respons pasar terhadap kebijakan baru.

Sektor yang terkait langsung dengan komoditas kemungkinan masih akan menjadi fokus utama perhatian investor. Setiap perkembangan mengenai tata kelola ekspor SDA berpeluang memengaruhi pergerakan saham energi, tambang, dan perkebunan. Karena itu, pasar diperkirakan tetap bergerak hati-hati dalam beberapa sesi ke depan.

Dengan penutupan di level 6.318,50, IHSG menutup perdagangan di zona merah setelah sempat memberikan harapan penguatan. Tekanan eksternal dan kebijakan domestik menjadi kombinasi yang menekan indeks pada sesi sore. Pelaku pasar kini menunggu kejelasan lebih lanjut atas implementasi aturan ekspor komoditas strategis.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!