Mantan Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direktur sekaligus CEO Indonesia Investment Authority (INA) di tengah proses uji kelayakan dan kepatutan calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sedang berlangsung di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penunjukan tersebut membuat nama Oki menjadi sorotan karena ia masih tercatat sebagai salah satu kandidat direksi BEI. Proses seleksi itu telah berjalan sejak pekan lalu. Dalam tahapan ini, OJK memastikan seluruh kandidat yang memenuhi syarat administrasi tetap berhak mengikuti penilaian.
OJK menegaskan penunjukan Oki di INA tidak otomatis menggugurkan posisinya sebagai peserta seleksi direksi BEI. Selama namanya masuk dalam paket calon yang diajukan, ia tetap dinilai memenuhi undangan untuk mengikuti fit and proper test. Namun, ketentuan berbeda berlaku bila ia kelak resmi terpilih sebagai direksi BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Pada tahap itu, rangkap jabatan tidak lagi diperbolehkan.
Seleksi Direksi BEI
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa peserta seleksi tidak wajib mundur dari jabatan saat ini selama proses penilaian masih berlangsung. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026. Menurut dia, aturan seleksi tetap mengacu pada kelengkapan administrasi dan status pencalonan yang telah dinyatakan sah. Karena itu, Oki masih dapat mengikuti seluruh tahapan yang disiapkan OJK.
Hasan menegaskan larangan rangkap jabatan baru berlaku setelah kandidat ditetapkan sebagai anggota direksi BEI. Jika terpilih, kandidat wajib melepaskan jabatan sebelumnya yang masih dipegang. Aturan ini dibuat untuk menjaga independensi dan mencegah benturan kepentingan di tubuh bursa. Dengan demikian, proses seleksi dan penetapan jabatan memiliki konsekuensi yang berbeda.
OJK saat ini tengah menyeleksi 28 calon direksi BEI yang mengikuti tahapan penilaian resmi. Dari jumlah itu, tujuh nama akan dipilih untuk diumumkan pada 22 Juni mendatang. Para kandidat yang lolos akan mulai efektif menjabat setelah RUPS pada 29 Juni 2026. Tahapan tersebut menjadi penentu susunan kepemimpinan baru di BEI.
Posisi Oki Di INA
Di sisi lain, Oki Ramadhana telah lebih dulu ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direktur sekaligus CEO INA berdasarkan keputusan Dewan Pengawas. Penunjukan itu menempatkannya pada posisi strategis di lembaga pengelola investasi negara. Meski demikian, status barunya tidak menghentikan proses seleksi yang sedang ia ikuti di BEI. Hal ini karena penilaiannya di OJK tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Nama Oki masuk dalam salah satu paket calon direksi yang didaftarkan ke OJK. Keikutsertaannya menandakan bahwa ia masih memenuhi persyaratan administratif untuk diseleksi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penugasan baru di INA tidak otomatis menutup peluangnya di BEI. Seluruh proses tetap bergantung pada hasil penilaian dan keputusan akhir para pemegang saham.
Dalam konteks tata kelola, kasus ini menyoroti pentingnya pemisahan antara proses seleksi dan penetapan jabatan. OJK memberi ruang bagi kandidat untuk menyelesaikan tahapan uji kelayakan sebelum keputusan final diambil. Setelah itu, aturan rangkap jabatan akan diterapkan secara tegas. Mekanisme ini diharapkan menjaga profesionalisme di pasar modal.
Daftar Kandidat Direksi
Oki Ramadhana menjadi salah satu dari tujuh nama yang masuk paket calon direksi BEI bersama Wuddy Warsono, Stephanus Turangan, Bernardus Sumargo, Poltak Hotradero, Syafruddin, dan Yoga Mulya. Komposisi itu memperlihatkan adanya sejumlah figur berpengalaman di sektor pasar modal. Seluruh kandidat kini berada dalam tahap penilaian OJK. Hasil akhir akan menentukan siapa yang memimpin bursa ke depan.
Seleksi direksi BEI menjadi perhatian publik karena peran bursa sangat penting bagi aktivitas perdagangan saham di Indonesia. Susunan pengurus baru akan memengaruhi arah kebijakan dan penguatan pasar modal. Karena itu, proses fit and proper test dilakukan dengan ketat dan transparan. OJK menempatkan aspek integritas, kompetensi, dan kepatutan sebagai dasar penilaian.
Dengan jadwal pengumuman yang sudah ditetapkan, pasar kini menunggu hasil seleksi untuk mengetahui formasi direksi baru BEI. Penetapan tujuh nama pada pertengahan Juni akan menjadi penanda penting bagi transisi kepemimpinan bursa. Setelah itu, para direksi terpilih akan efektif bekerja usai RUPS pada akhir bulan. Seluruh perhatian pun tertuju pada keputusan OJK dan pemegang saham.
Dampak Bagi Pasar Modal
Perkembangan ini menambah dinamika di pasar modal, khususnya terkait kepemimpinan lembaga yang mengatur perdagangan saham. Investor biasanya mencermati proses pergantian direksi karena dapat memengaruhi arah strategi bursa. Dalam situasi seperti ini, kepastian regulasi menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan pasar. OJK berupaya memastikan proses berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Keputusan OJK untuk tetap melanjutkan seleksi Oki juga menunjukkan bahwa penilaian kandidat dilakukan secara individual. Setiap peserta diperlakukan berdasarkan kelengkapan dokumen dan pemenuhan syarat yang telah ditetapkan. Jika nantinya terpilih, konsekuensi jabatan harus diselesaikan sebelum pengangkatan efektif. Mekanisme ini memberi kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.
Selain menjadi perhatian pelaku pasar, kasus ini juga menegaskan pentingnya transparansi dalam pengisian jabatan strategis. BEI sebagai lembaga utama perdagangan efek memerlukan pimpinan yang kompeten dan bebas dari konflik kepentingan. Oleh karena itu, proses seleksi yang sedang berlangsung menjadi salah satu agenda penting di sektor keuangan. Hasil akhirnya akan menentukan arah kebijakan bursa dalam periode mendatang.
