PT Mandiri Sekuritas mengumumkan perubahan penting dalam jajaran kepemimpinan setelah Direktur Utama Oki Ramadhana resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA). Penunjukan itu dilakukan oleh Dewan Pengawas INA beberapa waktu lalu, sehingga perusahaan perlu menyiapkan transisi cepat agar operasional tetap berjalan lancar. Sebagai langkah lanjutan, Mandiri Sekuritas menunjuk Alex Widi Kristiono sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama. Kebijakan ini dibuat untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, tata kelola, dan fokus layanan kepada nasabah.
Alex menyampaikan bahwa perusahaan akan tetap melanjutkan strategi bisnis yang telah dirancang sebelumnya. Fokus utama diarahkan pada pengembangan lini Retail, Capital Market, dan Investment Banking. Di bawah kepemimpinan Oki Ramadhana, Mandiri Sekuritas juga mencatat pertumbuhan jumlah nasabah retail yang menembus lebih dari 1,3 juta di platform digital trading perusahaan. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mempertahankan momentum bisnis di tengah perubahan struktur manajemen.
Penunjukan Kepemimpinan Baru
Penunjukan Oki Ramadhana sebagai Ketua Dewan Direktur INA menjadi sorotan karena menempatkan salah satu figur penting pasar modal Indonesia pada posisi strategis di lembaga investasi negara. Keputusan tersebut diambil oleh Dewan Pengawas INA beberapa waktu lalu. Setelah penunjukan itu, Mandiri Sekuritas bergerak cepat menetapkan pengganti sementara untuk posisi direktur utama. Langkah ini dinilai penting agar ritme kerja perusahaan tidak terganggu.
Alex Widi Kristiono dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri Sekuritas. Penunjukan itu dilakukan langsung untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan di tubuh perusahaan. Selain itu, pengisian jabatan sementara juga bertujuan menjaga kelancaran operasional harian. Perusahaan menegaskan bahwa proses transisi akan dijalankan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Dalam keterangan tertulis, Alex menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjalankan strategi bisnis yang telah disusun. Ia menyebut arah pengembangan tetap berfokus pada pertumbuhan bisnis yang dekat dengan kebutuhan nasabah. Mandiri Sekuritas juga ingin mempertahankan kualitas layanan kepada seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, perubahan jabatan tidak akan menghambat agenda bisnis yang sudah berjalan.
Fokus pada Nasabah
Alex menekankan bahwa perusahaan akan terus memperkuat layanan pada segmen retail, capital market, dan investment banking. Menurut dia, ketiga lini tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan Mandiri Sekuritas. Perusahaan ingin memastikan layanan kepada nasabah tetap responsif dan kompetitif. Fokus tersebut juga sejalan dengan upaya memperluas basis bisnis di pasar modal.
Sepanjang kepemimpinan Oki Ramadhana, Mandiri Sekuritas berhasil mencatat pertumbuhan jumlah nasabah retail yang signifikan. Platform digital trading perusahaan kini digunakan oleh lebih dari 1,3 juta nasabah. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital perusahaan. Pertumbuhan itu juga memperlihatkan peran teknologi dalam mendorong ekspansi bisnis sekuritas.
Mandiri Sekuritas menilai keberhasilan tersebut harus dijaga melalui eksekusi strategi yang konsisten. Karena itu, transisi kepemimpinan dipastikan tidak akan mengubah arah pengembangan yang sudah disiapkan sebelumnya. Perusahaan tetap menempatkan nasabah sebagai pusat pertumbuhan bisnis. Pendekatan ini diharapkan mampu mempertahankan kinerja di tengah dinamika industri keuangan.
Kinerja Usaha Meningkat
Mandiri Sekuritas merupakan anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang telah beroperasi di industri pasar modal Indonesia sejak tahun 2000. Dalam dua dekade lebih perjalanan bisnisnya, perusahaan mengembangkan layanan di berbagai lini keuangan pasar modal. Posisi tersebut membuat Mandiri Sekuritas memiliki peran penting dalam ekosistem investasi nasional. Hubungan dengan induk usaha juga menjadi salah satu kekuatan perusahaan.
Hingga 30 Maret 2026, perusahaan membukukan pendapatan usaha bersih sebesar Rp 409,6 miliar. Angka itu meningkat 94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 211,7 miliar. Lonjakan tersebut menunjukkan perbaikan kinerja yang sangat kuat dalam setahun terakhir. Pertumbuhan itu sekaligus mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan.
Berdasarkan kontribusi bisnis, pendapatan usaha terbesar berasal dari lini Retail dengan porsi 54 persen. Setelah itu, kontribusi datang dari Capital Market sebesar 27 persen. Sisanya berasal dari segmen Investment Banking, termasuk Mandiri Securities Singapore. Komposisi ini menunjukkan bahwa bisnis ritel masih menjadi motor utama pendapatan perusahaan.
Arah Bisnis Ke Depan
Dengan penunjukan pimpinan baru, Mandiri Sekuritas menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan bisnis. Perusahaan ingin memastikan seluruh rencana strategis tetap berjalan tanpa hambatan. Fokus pada tata kelola menjadi bagian penting dari proses transisi tersebut. Di saat yang sama, layanan kepada nasabah dan mitra bisnis tetap diprioritaskan.
Alex menyebut perusahaan akan terus bergerak menuju visi menjadi investment banking terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara. Target itu akan ditempuh melalui pelaksanaan strategi bisnis yang telah disiapkan sebelumnya. Perusahaan juga akan memperkuat koordinasi internal agar proses transisi berjalan mulus. Langkah tersebut diharapkan menjaga kepercayaan pasar dan nasabah.
Di tengah perubahan manajemen, kinerja keuangan yang tumbuh kuat menjadi landasan optimisme bagi perusahaan. Mandiri Sekuritas menilai capaian tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas bisnis ke depan. Dengan dukungan nasabah yang terus berkembang, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk bertumbuh. Arah kebijakan baru ini pun diperkirakan menjaga stabilitas sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri sekuritas.
