Nutri Level: Label Kemasan untuk Kendalikan Gula Cair

Lifestyle Anindya Kirana Putri 13 Mei 2026 03:18 WIB 8
Nutri Level: Label Kemasan untuk Kendalikan Gula Cair

Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkenalkan aturan Label Nutri Level pada kemasan pangan siap saji. Tujuannya sederhana, yaitu membantu konsumen memahami kadar gula, garam, dan lemak secara cepat sebelum membeli. Langkah ini diluncurkan sebagai respons terhadap peningkatan beban penyakit tidak menular.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan sekitar 11 persen penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Data Kemenkes menyebut sekitar 31 juta orang berada di kelompok pra-diabetes atau sudah diabetik, termasuk diabetes tipe 1 yang memerlukan insulin. Kondisi ini memicu dorongan untuk memperhatikan kebiasaan minum manis sebagai bagian penting dari pencegahan.

StatistikAngka
Diabetes (persen penduduk)Sekitar 11%
Pra-diabetes/diabetes (perkiraan)Sekitar 31 juta jiwa

Apa itu Liquid Calories

Liquid calories adalah kalori yang berasal dari minuman. Sumbernya beragam, termasuk minuman manis kemasan, kopi susu, jus buah, serta minuman olahraga. Karena bentuknya cair, kalori ini sering tidak terasa saat dikonsumsi.

Berbeda dengan makanan padat, minuman manis sering tidak memberi sinyal kenyang. Kandungan gula pada satu botol bisa berkisar 20 hingga 35 gram. Angka tersebut mendekati, bahkan melampaui batas asupan gula harian yang direkomendasikan tidak lebih dari 5% dari total kebutuhan kalori harian.

Bentuk cair juga membuat gula lebih cepat diserap oleh tubuh. Tanpa serat yang cukup, glukosa masuk ke aliran darah dalam waktu singkat. Lonjakan gula darah berpotensi meningkatkan risiko penyakit metabolik jika dikonsumsi berlebihan.

Dampak pada Gula Darah

Konsumsi minuman manis bisa memicu lonjakan gula darah dengan cepat karena minimnya serat. Hal ini berkontribusi pada fluktuasi gula darah sepanjang hari. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes bagi sebagian orang jika kebiasaan tersebut terus berlanjut.

Kebiasaan minum berulang kali dalam sehari memperbesar asupan kalori cair. Kondisi ini berpotensi mempercepat akumulasi kalori berlebih dan berat badan bertambah. Pakar menyarankan penggantian minuman manis dengan pilihan tanpa gula atau rendah gula.

Label Nutri Level yang akan diterapkan di kemasan pangan dapat membantu konsumen menilai risiko. Kebijakan ini dinilai dapat memicu perubahan perilaku membeli. Dengan memahami nilai gizi dalam minuman, konsumen bisa mengurangi konsumsi kalori cair berlebih.

Langkah Praktis Konsumsi

Mulailah membatasi minuman manis dengan mengganti ke air putih atau teh tanpa gula. Pilihan lain adalah minum susu rendah lemak tanpa gula tambahan. Kebiasaan ini dapat membantu menurunkan asupan gula harian secara bertahap.

Perhatikan Label Nutri Level pada kemasan untuk menilai kandungan gula dan lemak. Batasi konsumsi minuman kemasan yang menunjukkan skor tinggi pada gula. Rencanakan minuman sebagai bagian dari pola makan harian yang lebih seimbang.

Lembaga pemerintah berharap label ini memandu pilihan konsumen guna mencegah diabetes. Penerapannya juga diharapkan memicu inovasi produk yang lebih sehat. Konsumen perlu terus mengedukasi diri tentang dampak gula cair terhadap kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!