Nusantara Lima Didorong Perluas Akses Internet Nasional

Teknologi BRH 23 Mei 2026 13:54 WIB 6
Nusantara Lima Didorong Perluas Akses Internet Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pengoperasian satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan membantu pemerataan akses internet di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pengoperasian satelit tersebut di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.

Menurut Meutya, akses internet nasional saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, namun masih ada sekitar 20 persen warga yang belum terhubung. Ia menegaskan, pemerintah menargetkan seluruh masyarakat, dari Sabang sampai Merauke, dapat menikmati konektivitas digital yang merata.

Satelit Nusantara Lima

Satelit Nusantara Lima disebut memiliki kapasitas besar hingga 160 Gbps. Kapasitas itu dinilai dapat memperkuat layanan konektivitas di wilayah pelosok yang selama ini sulit dijangkau jaringan darat.

Meutya mengatakan, kehadiran infrastruktur tersebut akan membantu pemenuhan hak masyarakat atas akses informasi. Ia menilai kebutuhan konektivitas di daerah terluar semestinya dapat dipenuhi oleh perusahaan dalam negeri.

Dalam acara itu, ia juga menyinggung pengalaman pemerintah saat membagikan Starlink di Miangas. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan masyarakat harus segera dipenuhi sebelum infrastruktur nasional siap sepenuhnya.

Pemerataan Internet Nasional

Meutya menegaskan bahwa pemerataan internet tidak boleh hanya berpusat di wilayah dekat Pulau Jawa. Pemerintah ingin konektivitas hadir di seluruh daerah, termasuk pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan.

Ia menyebut ada sekitar 230 juta penduduk Indonesia yang sudah terhubung ke internet. Meski angka itu tergolong besar, pemerintah tetap mengejar target agar sekitar 280 juta warga dapat terkoneksi.

Menurutnya, pemerataan akses internet merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Konektivitas yang merata akan membuka peluang pendidikan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Target Desa Terkoneksi

Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung internet dapat menikmati layanan digital pada akhir 2026. Target itu menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital.

Fokus utama pemerintah diarahkan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Daerah-daerah tersebut dinilai membutuhkan perhatian lebih karena masih menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.

Meutya menekankan bahwa pembangunan konektivitas harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, akses internet harus mendorong kesejahteraan dan memperkuat ekonomi lokal.

Perlindungan Ruang Digital

Pemerintah juga menyoroti pentingnya perlindungan warga setelah akses digital tersedia. Meutya menyebut konektivitas harus disertai upaya mencegah ancaman seperti kekerasan siber, judi online, dan radikalisasi.

Ia menegaskan bahwa perlu ada pertumbuhan yang aman di wilayah yang baru terhubung internet. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menikmati akses, tetapi juga terlindungi dari dampak negatif ruang digital.

Meutya menyebut Satelit Nusantara Lima sebagai infrastruktur strategis bagi transformasi digital nasional. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri agar ekosistem digital Indonesia semakin maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!