Nicholas Galitzine menjalani transformasi fisik besar untuk memerankan He-Man dalam film Masters of the Universe. Aktor asal Inggris itu mengaku menjalani latihan intens setiap hari dan mengatur asupan makanan secara ketat agar tubuhnya tampil lebih berisi dan berotot.
Dalam wawancara dengan E! News, bintang Red, White & Royal Blue itu menjelaskan bahwa target utamanya adalah menambah massa tubuh dalam waktu singkat. Ia menyebut proses tersebut menuntut disiplin tinggi, karena program latihan dan diet terus disesuaikan selama masa syuting.
Transformasi Fisik Nicholas Galitzine
Nicholas Galitzine menuturkan bahwa persiapan fisiknya untuk Masters of the Universe dimulai dengan fokus utama pada penambahan ukuran tubuh. Ia ingin tampil semaksimal mungkin sebagai He-Man, karakter ikonik yang identik dengan postur besar dan kuat. Karena itu, setiap keputusan dalam program latihan diarahkan untuk mendukung tujuan tersebut.
Aktor berusia 31 tahun itu mengatakan bahwa target awalnya adalah meningkatkan massa tubuh secepat mungkin. Menurut dia, fase awal persiapan menjadi bagian paling penting karena menentukan dasar bentuk tubuh yang akan dibangun. Seluruh program dijalankan dengan pengawasan dan penyesuaian berkala agar hasilnya tetap sesuai kebutuhan produksi.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pembentukan fisik tersebut tidak berlangsung dalam waktu yang longgar. Idealnya, kata Nicholas, perubahan tubuh seperti itu sudah disiapkan setahun sebelumnya. Namun, kondisi produksi membuat programnya harus bergerak dinamis seiring perkembangan syuting.
Dalam wawancara itu, Nicholas menegaskan bahwa persiapan untuk peran ini benar-benar menuntut komitmen penuh. Ia mengaku fokus pada hasil jangka pendek yang terlihat di layar, bukan sekadar rutinitas kebugaran biasa. Hal tersebut membuat transformasinya menjadi salah satu aspek paling menonjol dari proyek film itu.
Latihan Intens Setiap Hari
Program latihan Nicholas dilakukan setiap hari dalam sepekan, tanpa banyak jeda. Rutinitas itu mencakup angkat beban dan sesi fisik yang dirancang untuk membangun otot secara cepat. Ia menyebut intensitasnya cukup tinggi karena harus mengejar target tubuh yang sudah ditetapkan.
Menurut pengakuannya, ia bisa menghabiskan sekitar tiga jam di pusat kebugaran dalam satu hari. Durasi itu digunakan untuk mengoptimalkan pembentukan otot di berbagai bagian tubuh. Dengan jadwal seperti itu, tubuhnya dipaksa bekerja lebih keras dari rutinitas latihan biasa.
Meski demikian, program latihan tersebut tidak selalu sama sepanjang proses. Nicholas menyebut pendekatan yang dipakai terus berubah agar tetap efisien dan relevan dengan kebutuhan syuting. Penyesuaian itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pembentukan massa otot dan daya tahan tubuh.
Ia menilai, tantangan terbesar bukan hanya soal latihan berat, tetapi juga konsistensi. Setiap hari, tubuhnya harus siap menghadapi beban yang sama dengan intensitas tinggi. Karena itu, disiplin menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan transformasi fisiknya.
Diet Ekstrem untuk Peran
Selain latihan, pola makan Nicholas juga menjadi perhatian besar selama persiapan film. Ia mengungkapkan bahwa pada fase tertentu, asupan kalorinya bisa mencapai 5.000 kalori per hari. Jumlah itu diperlukan untuk mendukung kenaikan berat badan dan pertumbuhan otot secara cepat.
Diet ekstrem tersebut dijalani bukan untuk tujuan estetika semata, melainkan untuk kebutuhan karakter. He-Man dikenal sebagai sosok yang memiliki tubuh besar dan sangat kuat, sehingga penampilan fisik menjadi elemen penting. Karena itu, asupan makanannya disusun agar sesuai dengan tuntutan peran.
Dalam prosesnya, Nicholas harus menjaga keseimbangan antara makan dalam jumlah besar dan latihan yang sangat padat. Kombinasi keduanya dirancang agar massa tubuh yang bertambah tetap berbentuk otot, bukan sekadar lemak. Hal ini membuat programnya menjadi lebih kompleks dibanding diet biasa.
Pernyataan Nicholas menunjukkan bahwa perubahan fisik untuk film dapat menuntut pengorbanan besar dari seorang aktor. Bukan hanya tenaga, tetapi juga kedisiplinan dalam mengelola makanan setiap hari. Strategi itu menjadi bagian penting dari persiapan menuju karakter yang akan ia mainkan.
Persiapan Menuju He-Man
Peran He-Man dalam Masters of the Universe menuntut citra tubuh yang kuat dan dominan. Nicholas Galitzine tampaknya memahami bahwa karakter tersebut memiliki standar visual yang tinggi di mata penggemar. Karena itu, transformasi fisik menjadi langkah yang tidak bisa dihindari.
Ia menyampaikan bahwa tujuan utamanya adalah menjadi karakter itu secara fisik secepat mungkin. Proses tersebut dilakukan bersamaan dengan perkembangan produksi film yang terus berjalan. Dengan demikian, penyesuaian fisik harus selalu mengikuti kebutuhan cerita dan jadwal syuting.
Pengalaman ini juga memperlihatkan bagaimana persiapan peran film aksi kerap melibatkan program yang sangat terstruktur. Aktor tidak hanya dituntut menghafal dialog, tetapi juga membangun tubuh yang meyakinkan di layar. Dalam kasus Nicholas, tuntutan tersebut terlihat jelas dari pola latihan dan diet yang dijalaninya.
Transformasi yang ia lakukan menjadi gambaran nyata tentang dedikasi seorang aktor terhadap peran yang diemban. Dengan latihan intens, diet tinggi kalori, dan disiplin harian, Nicholas berupaya menghadirkan sosok He-Man yang meyakinkan. Langkah itu sekaligus menandai keseriusannya dalam menghidupkan salah satu karakter legendaris di layar lebar.
