Nanda Nuril Ceritakan Firasat Sebelum Ibunda Meninggal

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 18:45 WIB 6
Nanda Nuril Ceritakan Firasat Sebelum Ibunda Meninggal

Kakak Fedi Nuril, Nanda Nuril, mengenang firasat yang dirasakannya sebelum ibundanya, Gusmawati Nuril, meninggal dunia. Gusmawati dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Nanda menyebut sang ibu sempat menunjukkan tanda-tanda yang belakangan terasa seperti pertanda sebelum berpulang. Kondisi itu juga berkaitan dengan kepergian kakak Gusmawati sekitar dua bulan sebelumnya.

Firasat Sebelum Berpulang

Nanda menuturkan, ibundanya dan sang kakak begitu dekat, bahkan seperti anak kembar. Menurut dia, kedekatan itu membuat suasana keluarga terasa berbeda setelah sang kakak lebih dulu meninggal dunia.

Beberapa hari sebelum kepergian Gusmawati, Nanda sempat berbincang dengan ibunya di rumah. Dalam percakapan itu, ia menyadari wajah sang ibu semakin mirip dengan almarhumah kakaknya.

Ucapan ringan yang semula dianggap biasa ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Nanda. Ia mengaku sempat memendam firasat bahwa sang ibu akan menyusul kakaknya.

Firasat itu tidak pernah diucapkan secara terbuka kepada keluarga lain. Namun, momen tersebut kini diingat Nanda sebagai tanda yang terasa begitu kuat setelah kejadian duka itu terjadi.

Kondisi Sang Ibu

Nanda mengatakan Gusmawati dikenal sebagai sosok yang kuat dan jarang mengeluhkan sakit. Bahkan saat kondisi fisiknya menurun, sang ibu tetap berusaha terlihat tegar di depan keluarga.

Sebelumnya, Gusmawati sempat didiagnosis mengalami lumpuh pita suara sebelah. Meski begitu, keluarga tidak menyangka penyakit tersebut akan berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih berat.

Selain itu, Gusmawati juga sempat mengeluhkan kehilangan nafsu makan kepada dokter. Keluhan tersebut kemudian ditanggapi dengan saran agar ia makan sedikit demi sedikit setiap dua jam.

Menurut Nanda, keluarga saat itu masih berharap kondisi ibunya membaik. Namun, keadaan justru terus menurun hingga akhirnya berujung pada kabar duka.

Momen Terakhir Di Rumah

Nanda mengungkap penyebab yang membuat kondisi ibundanya memburuk adalah tersedak air putih. Peristiwa itu disebutnya terjadi ketika keluarga sedang berada di rumah.

Saat kejadian, Nanda mengaku panik karena sebelumnya telah berjanji dengan adiknya, Fedi, untuk membawa sang ibu menjalani pemeriksaan ke rumah sakit. Ia kemudian berusaha memindahkan tubuh ibunya ke sofa seorang diri.

Dengan penuh haru, Nanda menyebut ibunya meninggal di kursi sebelum sempat mendapat pertolongan lebih lanjut. Ia pun memanjatkan doa agar diberi kekuatan untuk memindahkan sang ibu dengan aman.

Setelah berhasil mengangkat tubuh ibunya ke sofa, Nanda menunggu bantuan datang sambil menahan kepanikan. Situasi itu menjadi salah satu momen paling berat yang ia ingat sepanjang peristiwa tersebut.

Tangis Keluarga

Tak lama berselang, Fedi Nuril tiba di rumah tanpa banyak bertanya. Menurut Nanda, sang adik langsung memahami bahwa kondisi ibu mereka sudah sangat genting.

Fedi disebut masuk ke rumah dengan tergesa tanpa sempat melepas sepatu. Sikap itu menunjukkan betapa cepatnya ia menangkap situasi yang sedang terjadi di dalam rumah.

Dokter kemudian datang untuk memastikan kondisi Gusmawati Nuril. Momen itu bertepatan dengan azan Asar, sehingga suasana duka terasa semakin berat bagi keluarga.

Setelah dokter menyatakan Gusmawati telah meninggal dunia, Nanda dan Fedi tak kuasa menahan tangis. Keduanya kemudian berpelukan dalam suasana haru sebelum akhirnya melepas kepergian sang ibu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!