Mimpi Koma Clelia Verdier Bikin Staf Medis Terkejut

Lifestyle Anindya Kirana Putri 29 Mei 2026 06:39 WIB 4
Mimpi Koma Clelia Verdier Bikin Staf Medis Terkejut

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier menarik perhatian publik setelah terbangun dari koma dan langsung menanyakan tiga putrinya yang hanya ada dalam mimpi. Perempuan berusia 19 tahun itu mengaku menjalani kehidupan sebagai ibu selama tujuh tahun, meski secara nyata ia belum pernah menikah maupun melahirkan.

Kisah tersebut bermula setelah Clelia mengalami koma selama tiga minggu pada 2025 usai percobaan bunuh diri dengan meminum obat. Saat sadar, ingatan yang paling kuat justru bukan tentang kecelakaan atau rasa sakit, melainkan tentang tiga anak kembar bernama Mila, Miles, dan Mailee.

Mimpi Koma Clelia Verdier

Pengakuan Clelia mengejutkan staf medis karena ia berbicara dengan sangat yakin tentang keluarga yang tidak pernah ada. Ia menyebut telah merawat, menyusui, dan mencintai ketiga anak itu selama bertahun-tahun dalam alam bawah sadarnya.

Menurut penuturan yang dikutip dari DailyMail, pengalaman itu terasa sangat nyata bagi Clelia. Ia bahkan mengingat momen kelahiran, rasa sakit saat melahirkan, hingga kesedihan ketika Mailee, salah satu bayi kembar tiganya, meninggal tak lama setelah lahir.

Ingatan tersebut membuatnya terpukul karena ia merasa benar-benar kehilangan anak-anaknya. Clelia mengatakan dirinya begitu sedih dan merasa bersalah, seolah semua peristiwa itu pernah terjadi di dunia nyata.

Ia juga mengingat momen kontak kulit ke kulit pertama dengan bayinya, yang ia sebut sebagai pengalaman luar biasa. Bagi Clelia, hubungan emosional itu terasa sangat kuat, sehingga membuatnya sulit menerima kenyataan setelah sadar.

Pengalaman Yang Terasa Nyata

Selain proses kelahiran, Clelia mengaku masih mengingat rutinitas harian bersama anak-anaknya. Ia menyebut jalan-jalan, makan bersama, hingga cerita sebelum tidur sebagai bagian dari kehidupan yang ia jalani dalam mimpi.

Selama mimpi tersebut, Clelia merasa dirinya benar-benar hidup sebagai seorang ibu. Ia mengatakan seluruh pengalaman itu meninggalkan kesan emosional yang dalam dan bertahan lama setelah ia bangun dari koma.

Dokter kemudian memastikan bahwa Clelia tidak pernah hamil dan tidak pernah memiliki anak. Tujuh tahun kehidupan sebagai ibu yang ia yakini sepenuhnya tidak terjadi di dunia nyata, meski detail ingatannya tampak sangat jelas.

Awalnya, Clelia tidak percaya pada penjelasan medis tersebut karena ia merasa mampu mengingat semuanya dengan rinci. Kondisi itu menunjukkan betapa kuatnya pengalaman yang terbentuk dalam mimpi ketika seseorang berada dalam keadaan koma.

Penjelasan Ahli Neurologi

Kasus seperti yang dialami Clelia membuat publik teringat pada kisah fiksi di layar lebar, termasuk karakter Wanda Maximoff. Namun, para ahli neurologi menilai mimpi dalam kondisi koma bukanlah hal yang jarang terjadi.

Menurut penjelasan medis, pasien koma tidak selalu berada dalam kegelapan total atau tidur tanpa aktivitas mental. Sebagian pasien justru melaporkan mimpi yang sangat jelas, detail, dan terasa nyata saat mereka kembali sadar.

Fenomena tersebut lebih sering muncul pada pasien dengan cedera otak traumatis, meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada kondisi lain. Dalam sejumlah kasus, mimpi itu dapat membentuk narasi panjang yang terasa seperti kehidupan alternatif.

Di sisi lain, ada juga pasien yang bangun dari koma tanpa ingatan apa pun tentang periode tidak sadarnya. Perbedaan pengalaman ini membuat penelitian tentang kesadaran dan aktivitas otak selama koma masih terus berkembang.

Dampak Psikologis Pasca Koma

Setelah sadar, Clelia mengaku merasa sangat terputus dari orang lain dan masih merindukan putri-putrinya hingga kini. Ia menyebut pengalaman itu membuat dirinya seperti pernah menjadi ibu, meski hanya di dalam mimpi.

Perasaan kehilangan yang dialami Clelia menunjukkan bahwa mimpi dalam kondisi koma dapat membawa dampak psikologis yang kuat. Emosi yang muncul di alam bawah sadar bisa terasa sama beratnya dengan pengalaman nyata bagi pasien.

Kondisi tersebut juga menegaskan pentingnya perhatian medis dan dukungan psikologis bagi pasien pascakoma. Pemulihan tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga dengan kemampuan memproses pengalaman mental yang mungkin sangat membingungkan.

Kisah Clelia Verdier memperlihatkan bagaimana alam bawah sadar dapat membentuk pengalaman yang sulit dibedakan dari kenyataan. Bagi banyak orang, cerita ini menjadi pengingat bahwa koma bukan sekadar tidur panjang, melainkan kondisi kompleks yang masih menyimpan banyak misteri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!