Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 04:42 WIB 2
Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Perdebatan soal olahraga pagi dan olahraga malam kembali menjadi perhatian banyak orang, terutama mereka yang ingin menjaga kebugaran di tengah jadwal harian yang padat. Sejumlah ahli menegaskan bahwa waktu terbaik untuk berolahraga tidak sama bagi setiap orang, karena sangat dipengaruhi oleh jenis latihan dan kondisi fisik.

Fisioterapis dan spesialis pilates di The Hundred Wellness Centre Dubai, Sowon Jang, menjelaskan bahwa tidak ada jam olahraga yang benar-benar optimal untuk semua orang. Menurut dia, olahraga pagi, siang, maupun malam tetap memiliki manfaat, selama disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan gaya hidup masing-masing.

Waktu Olahraga yang Tepat

Menurut Sowon Jang, banyak orang kerap menganggap satu waktu tertentu sebagai yang paling ideal untuk berolahraga. Padahal, setiap tubuh memiliki respons yang berbeda terhadap aktivitas fisik pada pagi, siang, maupun malam hari. Karena itu, pemilihan waktu perlu mempertimbangkan tujuan latihan dan kondisi tubuh. Faktor kenyamanan juga ikut menentukan apakah olahraga bisa dilakukan secara konsisten.

Jang menilai olahraga ringan seperti pilates dan kardio lembut lebih cocok dilakukan pada pagi hari. Latihan tersebut membantu tubuh bangun secara bertahap, tanpa membuatnya kewalahan. Dengan ritme yang lebih tenang, tubuh dapat beradaptasi sebelum menjalani aktivitas harian. Cara ini juga dinilai baik untuk membangun kebiasaan yang teratur.

Sementara itu, olahraga dengan intensitas lebih tinggi lebih sesuai dilakukan pada siang atau sore hari. Pada waktu tersebut, tubuh umumnya sudah lebih siap untuk bergerak lebih aktif. Otot juga cenderung lebih hangat dibandingkan saat baru bangun tidur. Kondisi ini dapat mendukung performa latihan yang lebih maksimal.

Untuk malam hari, Jang merekomendasikan olahraga berintensitas rendah agar tidak mengganggu waktu istirahat. Aktivitas seperti berenang santai atau berjalan kaki dinilai lebih aman dilakukan menjelang tidur. Jenis latihan yang terlalu berat berpotensi memicu peningkatan kortisol. Akibatnya, tubuh bisa lebih sulit rileks ketika akan beristirahat.

Manfaat Olahraga Pagi

Olahraga pagi kerap dipilih karena membantu membentuk rutinitas yang lebih teratur. Saat dilakukan sebelum memulai pekerjaan, tubuh dan pikiran menjadi lebih siap menghadapi hari. Kebiasaan ini juga dapat mengurangi rasa malas yang sering muncul di sore atau malam hari. Bagi sebagian orang, pagi adalah waktu paling konsisten untuk bergerak.

Selain itu, olahraga pagi dapat membuat tubuh terasa lebih tenang dan terkontrol. Pernapasan menjadi lebih teratur, sementara kesadaran tubuh ikut meningkat. Postur tubuh pun bisa lebih terjaga sepanjang hari karena otot sudah lebih aktif sejak awal. Manfaat ini membuat olahraga pagi sering disarankan bagi pemula.

Dr Louise Rix menjelaskan bahwa olahraga pagi juga dapat membantu tubuh mengatur jam biologis atau ritme sirkadian. Paparan sinar matahari pada pagi hari membantu memberi sinyal pada tubuh bahwa hari telah dimulai. Proses ini penting bagi mereka yang ingin memperbaiki pola tidur. Dengan ritme yang lebih baik, kualitas istirahat pada malam hari juga berpeluang meningkat.

Menurut Rix, pagi hari dapat menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin memulai hari dengan pikiran lebih jernih dan segar. Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu meningkatkan fokus sebelum bekerja. Tubuh pun terasa lebih bertenaga saat menjalani agenda harian. Karena itu, olahraga pagi sering dikaitkan dengan produktivitas yang lebih baik.

Olahraga Malam Yang Aman

Olahraga malam tetap bisa dilakukan, asalkan jenis latihannya dipilih dengan cermat. Banyak orang memilih waktu ini karena baru memiliki kesempatan setelah menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas lain. Bagi sebagian orang, olahraga malam juga menjadi sarana melepas stres. Namun, intensitas latihan perlu dijaga agar tubuh tidak terlalu terstimulasi.

Latihan berintensitas rendah menjadi pilihan yang paling dianjurkan pada malam hari. Berjalan santai, peregangan ringan, atau berenang dengan tempo tenang bisa membantu tubuh tetap aktif tanpa memicu ketegangan berlebih. Aktivitas tersebut cenderung lebih ramah bagi sistem tubuh menjelang tidur. Dengan begitu, tubuh dapat bersiap untuk beristirahat secara alami.

Jang menegaskan bahwa olahraga malam sebaiknya tidak meningkatkan hormon stres, seperti kortisol, secara berlebihan. Jika kadar kortisol naik terlalu tinggi, tubuh akan lebih sulit memasuki fase rileks. Hal ini dapat berdampak pada kualitas tidur yang menurun. Karena itu, latihan berat sebaiknya dihindari terlalu larut.

Meski begitu, olahraga malam tetap punya nilai positif bagi orang yang aktif sepanjang hari. Latihan ringan dapat membantu meredakan ketegangan otot sekaligus menyegarkan pikiran. Bagi sebagian orang, aktivitas ini justru menjadi momen paling nyaman untuk bergerak. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara manfaat olahraga dan kebutuhan tidur.

Sesuaikan Dengan Kondisi Tubuh

Selain mempertimbangkan waktu, olahraga yang baik juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Dr Jinelle D'souza menekankan bahwa latihan kekuatan atau intensitas tinggi membutuhkan dukungan fisik yang memadai. Tubuh yang kelelahan tidak akan merespons latihan secara optimal. Karena itu, kesiapan fisik menjadi faktor penting sebelum berolahraga.

Istirahat yang cukup merupakan salah satu dasar utama yang tidak boleh diabaikan. Tidur yang berkualitas membantu tubuh pulih dan menyiapkan energi untuk aktivitas berikutnya. Asupan nutrisi yang seimbang juga penting agar otot dan sistem metabolisme bekerja dengan baik. Jika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, olahraga justru bisa terasa lebih berat.

Dr Louise Rix menambahkan bahwa faktor terpenting bukan semata waktu olahraga, melainkan kesesuaian latihan dengan gaya hidup. Seseorang yang sibuk pada pagi hari mungkin lebih cocok berolahraga sore atau malam. Sebaliknya, mereka yang ingin membangun rutinitas disiplin bisa memanfaatkan pagi sebagai waktu latihan. Pilihan terbaik adalah yang bisa dijalankan secara konsisten.

Pada akhirnya, olahraga pagi dan malam sama-sama memiliki manfaat, selama dilakukan dengan cara yang tepat. Pemilihan waktu, jenis latihan, dan kondisi tubuh harus berjalan seimbang. Dengan pendekatan tersebut, olahraga tidak hanya efektif, tetapi juga lebih aman untuk jangka panjang. Kebiasaan yang sesuai akan lebih mudah dipertahankan sebagai bagian dari hidup sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!