Harry Kiss menyiapkan kurban Idul Adha tahun ini dengan nama mendiang putranya, Vidi Aldiano, sebagai bentuk doa dan dedikasi keluarga. Rencana tersebut disampaikan saat ia ditemui di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin, 25 Mei 2026.
Selain menjadi bagian dari komitmen sosial keluarga, ibadah kurban itu juga diarahkan agar memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Harry Kiss ingin memastikan pelaksanaan kurban berjalan lancar, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang.
Kurban Idul Adha atas nama Vidi
Harry Kiss mengatakan kurban kali ini akan dilakukan atas nama Vidi Aldiano. Ia sempat memastikan hal tersebut kepada pihak terkait sebelum memutuskan pelaksanaannya.
Menurut Harry, keputusan itu diambil sebagai bentuk penghormatan keluarga. Ia ingin doa dan kebaikan untuk Vidi tetap terus mengalir melalui ibadah kurban.
Dalam keterangannya, Harry menyebut proses itu berjalan tanpa hambatan berarti. Ia menilai pelaksanaan kurban atas nama keluarga adalah hal yang dapat dilakukan dan memiliki makna mendalam.
Bagi Harry, kurban bukan sekadar kewajiban tahunan. Ia melihatnya sebagai jalan untuk menghadirkan nilai-nilai sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pilihan kambing yang konsisten
Untuk jenis hewan kurban, Harry Kiss mengaku tetap memilih kambing. Ia menyebut keluarganya sejak dulu memang konsisten berkurban kambing.
Keputusan itu, menurut dia, sudah menjadi kebiasaan yang dijalankan dari tahun ke tahun. Ia tidak merasa perlu mengubah pilihan tersebut menjadi sapi secara kolektif.
Harry menilai kurban kambing memberi ruang bagi dirinya untuk menjalankan ibadah secara lebih personal. Ia juga merasa pola itu lebih sesuai dengan tradisi yang selama ini dijaga keluarganya.
Meski sederhana, pilihan tersebut tetap memiliki nilai yang sama. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah niat dan manfaat dari ibadah itu sendiri.
Konsep pesta rakyat kurban
Harry Kiss tidak ingin kurban hanya berhenti pada pembagian daging dalam porsi terbatas. Ia justru lebih tertarik mengemasnya dalam bentuk pesta rakyat.
Menurut dia, konsep itu memungkinkan lebih banyak orang merasakan kebahagiaan yang sama. Masyarakat dapat menikmati hidangan bersama tanpa harus dibatasi oleh pembagian per potong daging.
Ia menyebut ide tersebut sebagai bentuk kebersamaan yang lebih hangat. Salah satu yang dibayangkan adalah acara nyate bareng kurban bersama warga.
Dengan model seperti itu, manfaat kurban bisa dirasakan secara lebih merata. Harry menilai suasana perayaan akan terasa lebih hidup dan berkesan bagi masyarakat sekitar.
Makna sosial di balik kurban
Harry Kiss menegaskan bahwa esensi kurban terletak pada kebahagiaan yang dibagikan kepada banyak orang. Ia ingin rezeki yang disalurkan tidak hanya menjadi simbol ibadah, tetapi juga sumber kegembiraan.
Ia bahkan membandingkan hasil kurban kambing dengan konsep acara besar yang menjangkau ribuan orang. Menurut dia, pendekatan seperti itu jauh lebih terasa dampaknya bagi masyarakat luas.
Harapannya, nilai kebaikan yang melekat pada sosok Vidi Aldiano dapat terus dirasakan publik. Ia ingin nama putranya tetap hadir melalui amal yang memberi manfaat nyata.
Bagi Harry, kurban adalah ruang untuk menyalurkan cinta, doa, dan kepedulian sekaligus. Karena itu, ia berupaya menjadikannya momen yang bukan hanya religius, tetapi juga sosial dan penuh kebersamaan.
