Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi untuk Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 30 Mei 2026 04:47 WIB 2
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi untuk Internet Nasional

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan diproyeksikan menjadi tulang punggung layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia, terutama wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Peresmian ini disaksikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Dengan kapasitas 160 Gbps, satelit yang dioperasikan PT Pasifik Satelit Nusantara itu diharapkan memperluas konektivitas digital nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kawasan ASEAN. Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kehadiran satelit ini sebagai simbol kemandirian nasional dalam menyediakan infrastruktur komunikasi yang andal.

Satelit Nusantara Lima Menguatkan Konektivitas

Adi menjelaskan bahwa cakupan Satelit Nusantara Lima meliputi Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Menurut dia, kehadiran satelit tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan Indonesia dalam menghadirkan konektivitas digital di Asia Tenggara. Ia menyebut Filipina sudah dipastikan menjadi salah satu pengguna jaringan satelit ini.

Di saat yang sama, PSN juga masih menjajaki kerja sama dengan Malaysia untuk memanfaatkan kapasitas yang tersedia. Adi menilai kebutuhan negara-negara tetangga terhadap konektivitas yang mandiri semakin meningkat di tengah dinamika global. Kondisi itu, kata dia, menjadi bukti bahwa infrastruktur satelit tetap relevan bagi kawasan.

Dari total kapasitas 160 Gbps, mayoritas dialokasikan untuk mendukung pemerataan akses internet di Indonesia. Sebanyak 20 Gbps disiapkan untuk Filipina, 20 Gbps untuk Malaysia, sementara sisanya digunakan di Tanah Air. Target penggunanya mencakup pemerintah, swasta, dan berbagai lembaga lain yang membutuhkan layanan konektivitas stabil.

Investasi Besar Untuk Infrastruktur

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun sejak tahap awal hingga Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan, peluncuran, hingga pengoperasian sistem satelit dan infrastruktur pendukungnya. Investasi itu mencerminkan besarnya kebutuhan terhadap jaringan komunikasi yang kuat dan berkelanjutan.

Resminya pengoperasian satelit ini diperoleh setelah PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin diberikan setelah Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi yang digelar di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 sampai 24 April 2026. Proses tersebut menjadi penanda bahwa seluruh aspek teknis telah memenuhi standar operasional.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia. Kapasitas itu diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam penyediaan layanan internet satelit yang kompetitif. Pemerintah dan pelaku industri pun memperoleh opsi tambahan untuk memperluas layanan digital di berbagai daerah.

Perjalanan Menuju Orbit Tetap

Satelit Nusantara Lima sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Tahapan ini memastikan satelit berada pada posisi yang tepat untuk melayani wilayah cakupan yang ditargetkan.

Selama proses tersebut, PSN memastikan seluruh sistem berjalan sesuai jadwal dan standar keamanan. Keberhasilan mencapai orbit tetap menjadi bagian penting dari kesiapan pengoperasian komersial. Langkah itu juga menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola proyek satelit nasional dengan skala besar.

Keberadaan satelit ini tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan internet masyarakat, tetapi juga mendukung sektor bisnis dan keamanan nasional. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan menjadi aset strategis jangka panjang. Infrastruktur ini diharapkan membantu memperkecil kesenjangan digital antardaerah.

Dampak Bagi Wilayah Terpencil

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan. Integrasi tersebut memperkuat kemampuan distribusi sinyal ke berbagai wilayah di Indonesia. Dengan jaringan yang tersambung, layanan internet dapat menjangkau daerah yang selama ini sulit dijangkau serat optik.

Bagi wilayah 3T, kehadiran Satelit Nusantara Lima diharapkan membuka akses yang lebih merata terhadap layanan digital. Akses internet yang stabil akan membantu pendidikan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerataan ini menjadi salah satu tujuan utama dari pembangunan infrastruktur satelit nasional.

Dalam jangka panjang, satelit ini berpotensi menjadi penopang penting bagi transformasi digital Indonesia. Pemerintah dan pelaku usaha dapat memanfaatkan kapasitasnya untuk memperluas layanan berbasis internet di berbagai sektor. Kehadirannya menegaskan bahwa konektivitas satelit masih menjadi solusi strategis bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!