MET Gala 2026 Raup Rekor Rp730 Miliar di Tengah Boikot

Lifestyle Nadia Safira Putri 29 Mei 2026 20:05 WIB 7
MET Gala 2026 Raup Rekor Rp730 Miliar di Tengah Boikot

MET Gala 2026 digelar di Metropolitan Museum of Art, New York City, pada Senin (4/5/2026) pagi waktu setempat, di tengah sorotan aksi boikot yang sempat mencuri perhatian publik. Meski demikian, ajang penggalangan dana untuk Costume Institute itu justru mencatat capaian baru. Dana sebesar US$42 juta, atau sekitar Rp730 miliar, terkumpul sebelum para tamu melangkah di karpet merah ikonis.

Direktur sekaligus CEO Metropolitan Museum of Art, Max Hollein, mengumumkan angka tersebut dalam jumpa pers beberapa jam sebelum acara dimulai. Capaian itu melampaui rekor tahun lalu yang berada di angka US$31 juta. Pencapaian ini mempertegas posisi MET Gala sebagai salah satu penggalangan dana budaya paling bergengsi di dunia.

MET Gala Cetak Rekor

Jumlah dana yang terkumpul tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan MET Gala. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang juga sudah mencatat rekor untuk acara ini. Kenaikan itu menunjukkan kuatnya dukungan terhadap Costume Institute di tengah dinamika publik yang menyertai acara.

Hollein menyampaikan bahwa capaian tersebut terjadi sebelum para undangan memasuki tangga museum. Situasi itu menegaskan bahwa daya tarik MET Gala tetap kuat meski sempat disorot karena seruan boikot. Di sisi lain, rekor baru ini memberi sinyal bahwa jejaring filantropi di balik acara masih sangat solid.

Penggalangan dana itu menjadi penopang utama berbagai program Costume Institute. Departemen kuratorial tersebut berfokus pada seni busana dan sejarah mode. Dana yang terkumpul akan mendukung kegiatan pameran, riset, dan pelestarian koleksi.

Pameran Costume Art Dibuka

Tahun ini, MET Gala menjadi pembuka pameran bertajuk Costume Art. Pameran tersebut dirancang untuk menyoroti hubungan erat antara busana dan seni rupa. Kehadirannya menambah bobot kuratorial pada acara yang selama ini identik dengan kemewahan.

Hollein menegaskan bahwa Costume Art menjadi bagian penting dari narasi besar MET Gala 2026. Ia juga menyebut pembukaan Condé Nast Galleries sebagai elemen yang memperkuat visi museum. Menurutnya, fashion tidak lagi dipandang sekadar industri, melainkan bentuk ekspresi artistik.

Penempatan pameran bersamaan dengan malam MET Gala memberi panggung yang luas bagi pesan tersebut. Para tamu dan publik dunia mode diarahkan untuk melihat busana dari perspektif yang lebih konseptual. Dengan begitu, acara ini tidak hanya menjadi ajang sosial, tetapi juga pernyataan budaya.

Warisan Panjang MET Gala

MET Gala memiliki sejarah panjang yang berawal dari jamuan makan malam sederhana pada 1948. Seiring waktu, acara ini berkembang menjadi penggalangan dana museum terbesar di dunia. Transformasi itu menjadikannya agenda penting dalam kalender fashion internasional.

Selama puluhan tahun, MET Gala konsisten menarik perhatian pelaku mode, seniman, dan tokoh publik global. Daya tariknya terletak pada kombinasi antara filantropi, seni, dan pertunjukan budaya. Setiap edisi baru selalu membawa tema yang memicu diskusi luas di industri fashion.

Warisan itu membuat MET Gala lebih dari sekadar pesta busana. Acara ini menjadi penanda bagaimana mode dapat berperan dalam mendukung institusi seni. Pada 2026, warisan tersebut kembali terbukti lewat capaian dana yang memecahkan rekor.

Anna Wintour Pimpin Lagi

Tokoh penting di balik kesuksesan MET Gala, Anna Wintour, kembali menjabat sebagai co-chair tahun ini. Ia pertama kali memimpin acara tersebut pada 1995 dan sejak itu menjadi figur sentral dalam arah kuratorial dan citra MET Gala. Kehadirannya kembali memberi kontinuitas pada karakter acara yang ikonis.

Tahun ini, mantan pemimpin redaksi majalah Vogue itu didampingi oleh Beyoncé Knowles-Carter, Nicole Kidman, dan Venus Williams. Kehadiran para figur berpengaruh itu memperkuat daya tarik MET Gala di mata publik global. Susunan co-chair tersebut juga menegaskan pertemuan antara mode, musik, olahraga, dan seni.

Dengan dukungan nama-nama besar itu, MET Gala 2026 kembali tampil sebagai acara yang melampaui panggung karpet merah. Rekor dana, tema pameran, dan komposisi panitia menunjukkan bahwa fashion tetap memiliki kekuatan budaya yang besar. Tahun ini, MET Gala menutup sorotan publik dengan pesan bahwa seni dan mode masih menjadi pasangan yang tak terpisahkan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!