MET Gala 2026 Raup Rekor Dana Rp 730 Miliar

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 21:30 WIB 2
MET Gala 2026 Raup Rekor Dana Rp 730 Miliar

MET Gala 2026 sempat diwarnai aksi boikot, namun ajang mode paling bergengsi itu tetap mencatat capaian besar di New York, Amerika Serikat. Acara penggalangan dana utama bagi Costume Institute tersebut berhasil mengumpulkan US$ 42 juta atau sekitar Rp 730 miliar sebelum para tamu melangkah di tangga merah yang ikonis.

Pengumuman itu disampaikan Direktur sekaligus CEO Metropolitan Museum of Art, Max Hollein, dalam jumpa pers pada Senin, 4 Mei 2026, beberapa jam sebelum acara dimulai. Rekor tersebut melampaui capaian tahun lalu, sekaligus menegaskan daya tarik MET Gala sebagai panggung penting bagi dunia fashion dan seni.

Rekor Dana Met Gala

Dana sebesar US$ 42 juta menjadi pencapaian terbaru MET Gala 2026. Jumlah itu setara sekitar Rp 730 miliar dan menunjukkan tingginya dukungan terhadap Costume Institute.

Rekor ini naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$ 31 juta. Pada saat itu, angka tersebut juga sudah dianggap sebagai pencapaian tertinggi dalam sejarah acara.

Max Hollein menyampaikan kabar tersebut menjelang para tamu memasuki lokasi acara. Pengumuman ini memberi penegasan bahwa MET Gala tetap kuat secara finansial meski sempat diwarnai ajakan boikot.

Pencapaian tersebut juga menempatkan MET Gala sebagai salah satu penggalangan dana budaya paling bergengsi di dunia. Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung kegiatan kuratorial dan perawatan koleksi Costume Institute.

Pameran Costume Art

Tahun ini, MET Gala menjadi pembuka pameran bertajuk Costume Art. Pameran itu dirancang untuk menonjolkan hubungan erat antara busana, seni, dan budaya visual.

Hollein menilai pembukaan pameran tersebut memperkuat posisi fashion sebagai bentuk seni. Pandangan itu sejalan dengan arah kuratorial Museum of Art yang terus mendorong dialog antara mode dan seni rupa.

Selain Costume Art, pembukaan Condé Nast Galleries juga menjadi sorotan utama. Kedua agenda ini dianggap memperluas ruang apresiasi publik terhadap karya mode di museum.

Costume Institute sendiri merupakan departemen kuratorial yang berfokus pada seni busana. Dukungan dana dari MET Gala digunakan untuk menjaga program pameran, penelitian, dan pelestarian koleksi.

Sejarah Met Gala

MET Gala memiliki sejarah panjang sejak pertama kali digelar pada 1948. Kala itu, acara tersebut masih berupa jamuan makan malam sederhana untuk menggalang dana.

Seiring waktu, formatnya berubah menjadi ajang mode dengan perhatian global. Kini, MET Gala dikenal sebagai penggalangan dana museum terbesar di dunia.

Perubahan itu tidak lepas dari peran besar Metropolitan Museum of Art dalam menjadikannya agenda tahunan yang prestisius. Kehadiran tokoh budaya, selebritas, dan desainer ternama membuat sorotan terhadap acara ini terus meningkat.

Popularitas MET Gala juga mendorong besarnya dampak media dan industri fashion. Setiap tema yang diusung kerap memicu pembahasan luas di berbagai negara.

Anna Wintour dan Tamu

Anna Wintour kembali menjabat sebagai co-chair pada MET Gala 2026. Ia pertama kali memimpin acara ini sejak 1995 dan menjadi figur penting di balik citra glamor MET Gala.

Tahun ini, Wintour didampingi oleh Beyoncé Knowles-Carter, Nicole Kidman, dan Venus Williams. Kehadiran mereka menambah daya tarik acara yang sudah menjadi sorotan dunia sejak jauh hari.

Susunan tamu dan panitia tersebut mencerminkan perpaduan antara seni, mode, dan budaya populer. Kombinasi itu menjadi salah satu alasan mengapa MET Gala tetap relevan dari tahun ke tahun.

Meski ada aksi boikot yang sempat mewarnai persiapan, penyelenggaraan MET Gala 2026 tetap berlangsung dengan perhatian besar. Ajang ini kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu panggung paling berpengaruh dalam industri fashion global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!