Met Gala 2026 Pecahkan Rekor Dana Rp730 Miliar

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 00:59 WIB 2
Met Gala 2026 Pecahkan Rekor Dana Rp730 Miliar

Aksi boikot sempat mewarnai MET Gala 2026, tetapi gelaran ini justru mencatat pencapaian besar bagi dunia mode dan museum. Acara penggalangan dana utama Costume Institute itu berhasil mengumpulkan US$ 42 juta atau sekitar Rp 730 miliar sebelum para tamu melangkah di tangga berkarpet merah yang ikonis.

Jumlah tersebut diumumkan oleh Direktur sekaligus CEO Metropolitan Museum of Art, Max Hollein, dalam jumpa pers di New York City pada Senin, 4 Mei 2026, beberapa jam sebelum acara dimulai. Capaian ini melampaui hasil tahun lalu yang sebesar US$ 31 juta, sekaligus menandai rekor baru bagi MET Gala.

Met Gala dan Rekor Baru

MET Gala tahun ini menjadi pembuka pameran bertajuk Costume Art, yang menempatkan fashion dalam bingkai seni rupa. Pameran tersebut memperkuat citra Met Gala bukan hanya sebagai ajang karpet merah, tetapi juga sebagai sarana pendanaan penting bagi museum.

Sejarah Met Gala berawal dari jamuan makan malam sederhana pada 1948. Dari acara kecil, ajang ini tumbuh menjadi penggalangan dana museum terbesar di dunia.

Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung Costume Institute, yakni departemen kuratorial di Metropolitan Museum of Art yang berfokus pada seni busana. Melalui dukungan itu, museum dapat menjaga dan mengembangkan koleksi serta program pamerannya.

Costume Art dan Fashion

Dalam kesempatan yang sama, Max Hollein menegaskan bahwa pameran Costume Art menjadi penanda penting bagi hubungan antara fashion dan seni. Ia juga menyebut pembukaan Condé Nast Galleries semakin memperkuat posisi tersebut.

Menurut Hollein, fashion tidak lagi dapat dipandang semata sebagai industri gaya hidup. Fashion, dalam konteks pameran ini, diposisikan sebagai bentuk ekspresi artistik yang setara dengan karya seni lain.

Langkah itu juga sejalan dengan semangat Met Gala yang setiap tahun mengangkat tema tertentu. Tema tersebut mendorong perancang busana dan tamu undangan menafsirkan busana sebagai medium kreatif.

Anna Wintour Tetap Memimpin

Tokoh penting di balik kesuksesan Met Gala, Anna Wintour, kembali menjabat sebagai co-chair. Ia telah memimpin acara ini sejak pertama kali terlibat pada 1995.

Tahun ini, mantan pemimpin redaksi majalah Vogue itu didampingi oleh Beyoncé Knowles-Carter, Nicole Kidman, dan Venus Williams. Kehadiran deretan nama besar tersebut menambah sorotan terhadap penyelenggaraan MET Gala 2026.

Peran Wintour selama bertahun-tahun menjadikan Met Gala sebagai salah satu agenda paling berpengaruh di industri fashion global. Di bawah arahannya, acara ini terus berkembang menjadi panggung budaya, mode, dan filantropi sekaligus.

Dampak bagi Industri Fashion

Rekor dana tahun ini menunjukkan kuatnya daya tarik Met Gala sebagai ajang amal kelas dunia. Di tengah kritik dan aksi boikot, minat publik terhadap acara ini tetap tinggi.

Bagi industri fashion, MET Gala tetap menjadi momentum penting untuk menampilkan kreativitas dan membangun narasi budaya. Ajang ini juga memberi ruang bagi karya busana untuk dibaca sebagai bagian dari seni kontemporer.

Dengan capaian US$ 42 juta, Met Gala 2026 menegaskan perannya yang melampaui pesta selebritas. Acara ini kembali membuktikan bahwa fashion, seni, dan filantropi dapat berjalan beriringan dalam satu panggung global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!