MET Gala 2026 Catat Rekor Dana Rp730 Miliar

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 21:32 WIB 7
MET Gala 2026 Catat Rekor Dana Rp730 Miliar

Aksi boikot sempat mewarnai MET Gala 2026, namun acara tersebut tetap mencatat capaian besar sebagai penggalangan dana utama bagi Costume Institute di Metropolitan Museum of Art, New York City. Dana sebesar US$ 42 juta atau sekitar Rp 730 miliar berhasil terkumpul sebelum para tamu melangkah di tangga berkarpet merah yang ikonis itu.

Pencapaian tersebut diumumkan langsung oleh Direktur sekaligus CEO Max Hollein dalam jumpa pers pada Senin, 4 Mei 2026, beberapa jam sebelum MET Gala 2026 dimulai. Angka itu naik tajam dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$ 31 juta, sekaligus menegaskan posisi MET Gala sebagai salah satu acara mode paling berpengaruh di dunia.

Rekor Dana Meningkat

Pencapaian dana tahun ini menjadi sorotan utama di tengah perbincangan publik mengenai aksi boikot yang sempat muncul menjelang acara. Meski begitu, minat para donatur tetap tinggi dan mendukung pengumpulan dana dalam jumlah besar.

Hollein menyampaikan angka tersebut sebagai bukti kuatnya dukungan terhadap misi museum. Menurut dia, dana itu memperkuat peran Costume Institute dalam menjaga dan mengembangkan koleksi serta program kuratorial.

Lonjakan dana dari tahun sebelumnya menunjukkan bahwa daya tarik MET Gala tidak hanya terletak pada kemewahan karpet merah. Acara ini juga mempertahankan fungsinya sebagai mesin penggalangan dana yang efektif bagi dunia seni dan busana.

Sejarah Panjang Acara

MET Gala memiliki sejarah panjang sebelum menjadi ajang mode paling prestisius di dunia. Acara ini berawal dari jamuan makan malam sederhana pada 1948 yang digelar untuk mendukung kegiatan museum.

Dari format yang awalnya terbatas, MET Gala kemudian berkembang menjadi pertemuan tahunan para tokoh berpengaruh dari industri mode, hiburan, dan seni. Perubahan itu membuat acara ini semakin dikenal luas, baik oleh publik maupun pelaku industri kreatif.

Kini, MET Gala disebut sebagai penggalangan dana museum terbesar di dunia. Seluruh hasilnya digunakan untuk mendukung Costume Institute, departemen kuratorial yang berfokus pada seni busana dan pelestarian sejarah mode.

Fokus Pada Costume Art

Tahun ini, MET Gala menjadi pembuka pameran bertajuk Costume Art yang menyoroti hubungan erat antara busana dan karya seni. Pameran tersebut dirancang untuk memperlihatkan bagaimana mode dapat dibaca sebagai ekspresi artistik yang setara dengan seni rupa.

Dalam kesempatan yang sama, Hollein menegaskan bahwa pameran itu menjadi langkah penting untuk memperluas apresiasi publik terhadap fashion. Ia juga menyinggung pembukaan Condé Nast Galleries yang ikut memperkuat narasi tersebut.

Menurut Hollein, rangkaian program itu menegaskan posisi fashion bukan sekadar industri gaya hidup, melainkan bentuk seni yang memiliki nilai budaya tinggi. Tema tersebut sejalan dengan karakter MET Gala yang selama ini selalu memadukan kreativitas, estetika, dan pengaruh global.

Peran Para Tamu Utama

Anna Wintour kembali menjabat sebagai co-chair dan menjadi figur sentral di balik kesinambungan MET Gala sejak pertama kali memimpin acara itu pada 1995. Kehadirannya tetap dianggap penting dalam menjaga arah kurasi dan citra eksklusif ajang tersebut.

Tahun ini, mantan pemimpin redaksi Vogue itu didampingi oleh Beyoncé Knowles-Carter, Nicole Kidman, dan Venus Williams. Kehadiran tiga nama besar tersebut menambah sorotan sekaligus memperkuat daya tarik acara di mata publik global.

Deretan tamu utama dan dukungan para figur berpengaruh membuat MET Gala 2026 tetap menjadi pusat perhatian dunia. Di tengah kontroversi boikot, acara ini justru menunjukkan bahwa pengaruh fashion dan seni masih memiliki daya magnet yang sangat kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!