Menkeu Purbaya Salat Idul Adha di Kantor DJP Jakarta

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 30 Mei 2026 15:25 WIB 4
Menkeu Purbaya Salat Idul Adha di Kantor DJP Jakarta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunaikan salat Idul Adha 1447 H bersama jajaran di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada Rabu pagi, 27 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan hewan kurban berupa sapi simental cross berbobot 868 kilogram. Purbaya menegaskan, hewan kurban tersebut dibeli menggunakan dana pribadi.

Selain sapi yang diserahkan di Kantor Pusat DJP, Purbaya mengatakan dirinya berkurban dua ekor sapi pada Idul Adha tahun ini. Satu ekor lainnya disalurkan di rumahnya di Ciganjur, Jakarta Selatan. Ia menyebut, dana kurban yang digunakan berasal dari uang pribadi yang semula disiapkan untuk berangkat haji.

Kurban pribadi Purbaya

Purbaya menyampaikan bahwa sapi kurban yang diserahkan di Kantor Pusat DJP memiliki bobot 868 kilogram. Ia menilai ukuran hewan kurban tersebut cukup besar dan menjadi perhatian banyak pihak. Menurutnya, seluruh pembelian dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara.

Ia juga menambahkan bahwa satu sapi lainnya dikurbankan di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan. Dalam pernyataannya, Purbaya menyebut hewan kurban di rumahnya bahkan lebih besar dari sapi yang dibawa ke kantor DJP. Ucapan itu disampaikan dengan nada santai di hadapan wartawan.

Purbaya menegaskan bahwa dana untuk kurban tahun ini berasal dari kantong pribadi. Ia tidak menjelaskan secara rinci nominal yang dikeluarkan, namun memastikan sumbernya bukan fasilitas jabatan. Sikap tersebut ia sampaikan untuk menegaskan keterbukaan soal penggunaan dana pribadi.

Menurut Purbaya, kurban yang ia tunaikan merupakan bentuk ibadah yang sudah ia siapkan sejak lama. Ia menyebut, niat berkurban tetap dijalankan meski rencana pergi haji tahun ini batal terlaksana. Kondisi itu membuat dana yang semula disiapkan menjadi dialihkan untuk kurban.

Rencana haji yang batal

Purbaya mengaku sempat menyiapkan diri untuk berangkat haji pada 21 Mei lalu. Namun, ia kemudian memutuskan batal menunaikan ibadah tersebut pada tahun ini. Keputusan itu membuat dana yang telah disiapkan tetap tersimpan dan akhirnya digunakan untuk kebutuhan lain.

Ia mengatakan bahwa uang yang sudah terkumpul dari persiapan haji kemudian dimanfaatkan untuk berkurban. Dengan nada bergurau, ia menyebut dana tersebut menjadi lebih bermanfaat karena tidak terpakai untuk perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Pernyataan itu disambut tawa oleh sejumlah pihak yang hadir.

Purbaya menekankan bahwa keputusan tersebut diambil secara pribadi dan tanpa beban. Ia menilai, rezeki yang sudah terkumpul sebaiknya tetap digunakan untuk hal yang bernilai ibadah. Karena itu, ia memilih menyalurkan dana tersebut untuk kurban Idul Adha.

Ia juga menyampaikan bahwa pembatalan keberangkatan haji bukan berarti niat ibadahnya berkurang. Menurutnya, ibadah dapat tetap dilakukan dalam bentuk lain yang sesuai kemampuan. Kurban kemudian menjadi pilihan yang dianggap tepat pada momentum Idul Adha tahun ini.

Kehadiran di Masjid Salahuddin

Salat Idul Adha yang diikuti Purbaya digelar di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat DJP, Jakarta. Kehadirannya bersama jajaran Kementerian Keuangan menandai pelaksanaan ibadah pagi itu di lingkungan instansi perpajakan. Suasana berlangsung khidmat dan tertib.

Usai salat, Purbaya hadir dalam penyerahan hewan kurban kepada panitia. Prosesi tersebut dilakukan di lingkungan kantor dan disaksikan sejumlah pegawai. Momen itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Idul Adha di instansi tersebut.

Purbaya tampil sederhana saat mengikuti agenda keagamaan itu. Ia tidak hanya menghadiri salat bersama, tetapi juga terlibat langsung dalam penyerahan hewan kurban. Kehadirannya menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan kerja.

Pelaksanaan salat Idul Adha di kantor pusat DJP juga menjadi ajang silaturahmi antara pimpinan dan pegawai. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja. Dalam suasana tersebut, penyerahan kurban menjadi bagian penting dari kegiatan hari besar Islam itu.

Makna kurban bagi publik

Pernyataan Purbaya soal penggunaan dana pribadi menjadi sorotan karena disampaikan secara terbuka. Ia menegaskan bahwa kurban adalah ibadah yang dilakukan tanpa melibatkan anggaran publik. Penjelasan itu sekaligus memperkuat transparansi di tengah perhatian masyarakat terhadap pejabat negara.

Publik kerap menyoroti penggunaan dana oleh pejabat dalam momen keagamaan maupun kegiatan sosial. Karena itu, keterangan mengenai sumber dana pribadi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan. Sikap terbuka semacam ini dapat menjadi penjelas atas aktivitas yang dilakukan pejabat di ruang publik.

Di sisi lain, momentum Idul Adha juga identik dengan nilai pengorbanan dan kepedulian sosial. Penyaluran hewan kurban menjadi simbol berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam konteks itu, tindakan Purbaya dinilai selaras dengan semangat perayaan hari besar tersebut.

Dengan menunaikan salat dan menyerahkan hewan kurban, Purbaya menunjukkan bahwa peringatan Idul Adha tetap dijalankan dengan kesederhanaan. Ia memanfaatkan dana pribadi yang tersisa dari rencana keberangkatan haji, lalu mengalihkannya untuk ibadah kurban. Langkah itu menutup rangkaian agenda Idul Adha yang ia jalani pada pagi tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!