Menteri Perdagangan Budi Santoso bertemu dengan penjual dan perwakilan platform marketplace pada Selasa (26/5/2026) untuk membahas berbagai kendala dalam aktivitas niaga elektronik. Pertemuan itu menjadi ruang dialog antara pemerintah, pelaku platform, dan seller yang selama ini menghadapi sejumlah persoalan di lapangan.
Budi menegaskan, seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan penting dalam mencari solusi bersama yang berkeadilan bagi penjual, platform, dan konsumen. Ia juga menyebut revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tengah diproses sebagai dasar penguatan ekosistem e-commerce nasional.
Keluhan Seller di E-Commerce
Para penjual memanfaatkan forum itu untuk menyampaikan langsung hambatan yang mereka hadapi saat berjualan di toko online. Keluhan yang muncul mencakup persoalan biaya, visibilitas produk, hingga transparansi kebijakan platform.
Budi mengatakan, pemerintah mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan.
Menurut Budi, masukan dari seller dan platform sudah ditampung untuk menjadi dasar perumusan langkah lanjutan. Ia berharap ada komitmen bersama agar ekosistem niaga elektronik tumbuh secara sehat dan berkeadilan.
Forum ini juga memperlihatkan bahwa masalah di sektor perdagangan digital cukup beragam. Karena itu, penyelesaiannya dinilai membutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia platform.
Revisi Permendag Dipercepat
Budi menjelaskan, berbagai persoalan yang dihadapi penjual akan ditindaklanjuti melalui revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023. Aturan tersebut mengatur perizinan berusaha, periklanan, pembinaan, dan pengawasan pelaku usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik.
Ia menyebut, revisi regulasi itu telah memasuki tahap penyelesaian harmonisasi peraturan. Dalam proses penyusunannya, perwakilan platform dan penjual juga ikut dilibatkan.
Pemerintah menilai, revisi aturan diperlukan agar tata kelola perdagangan digital menjadi lebih jelas. Langkah ini juga diharapkan memberi kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam ekosistem e-commerce.
Budi mendorong adanya rencana aksi bersama untuk mengimplementasikan revisi tersebut setelah selesai dibahas. Menurutnya, sinergi pemangku kepentingan menjadi kunci agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas.
Produk Lokal Jadi Fokus
Dalam kesempatan itu, Budi menegaskan pentingnya perlindungan terhadap produk lokal di platform digital. Ia menilai, sistem perdagangan daring harus mendukung pertumbuhan produk dalam negeri agar lebih kompetitif.
Ia menyatakan, jika produk lokal berkembang dengan baik, maka ketergantungan terhadap impor dapat dikendalikan. Karena itu, kebijakan perdagangan digital perlu memberi ruang yang adil bagi pelaku usaha domestik.
Fokus pada produk lokal juga menjadi salah satu pertimbangan dalam revisi Permendag 31/2023. Pemerintah ingin memastikan transparansi platform berjalan seiring dengan upaya memperkuat pasar dalam negeri.
Menurut Budi, dukungan terhadap produk lokal bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi nasional. Dengan sistem yang tepat, UMKM berpeluang tumbuh lebih besar di pasar digital.
Respons Platform Marketplace
Perwakilan platform seperti Shopee dan Tokopedia juga hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mendengar langsung berbagai keluhan yang disampaikan para penjual dan memberikan tanggapan di forum yang sama.
Kepala Kebijakan Publik TikTok Hilmi Adrianto menyampaikan beberapa catatan terkait peningkatan visibilitas merek lokal. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi biaya serta sosialisasi dan simulasi atas pengenaan biaya kepada penjual.
Hilmi mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kembali masukan yang diterima dalam pertemuan itu. Ia menilai dialog langsung dengan seller dan pemerintah penting untuk memperbaiki kebijakan secara bertahap.
Deputy Director of Government Relations Shopee, Balques Manisang, juga menyatakan akan menindaklanjuti seluruh masukan yang masuk. Ia menyebut catatan para penjual telah diterima dan disampaikan kepada tim internal untuk segera dievaluasi.
Aspirasi UMKM Lokal
Sejumlah pelaku usaha yang hadir menilai forum ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan penjual, platform, dan pemerintah. Mereka berharap dialog semacam ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak pada UMKM lokal.
CEO Hody.id, Mira Nur Gandaniati, mengaku terbantu karena dapat menyampaikan keluh kesahnya secara langsung. Ia menilai kehadiran Mendag sebagai fasilitator membuat aspirasi penjual lebih mudah didengar.
Pendiri Imago Raw Honey, Henry Hidayat, menyebut pertemuan tersebut membuka kesempatan berdiskusi dengan platform dan pemerintah sekaligus. Ia berharap lahir solusi yang saling menguntungkan melalui regulasi yang tepat.
Founder Jakarta Candle, Yulianah, juga mengapresiasi forum itu sebagai titik temu yang selama ini dibutuhkan pelaku usaha. Ia berharap aturan baru dapat membantu UMKM lokal bersaing lebih kuat di pasar domestik.
