Marc Jacobs Lepas dari LVMH, WHP Global Ambil Alih Brand

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 12:24 WIB 2
Marc Jacobs Lepas dari LVMH, WHP Global Ambil Alih Brand

Marc Jacobs resmi memasuki babak baru setelah hampir tiga dekade berada di bawah naungan LVMH. Pada Kamis, 14 Mei 2026, grup barang mewah asal Prancis itu mengumumkan kesepakatan final untuk menjual merek Marc Jacobs kepada WHP Global.

Transaksi tersebut menandai perubahan penting dalam peta industri mode global, meski nilai penjualan tidak diungkap ke publik. Dalam kesepakatan ini, G-III Apparel Group juga ikut bergabung dalam kepemilikan melalui perusahaan patungan baru bersama WHP Global.

Transaksi Marc Jacobs

LVMH menyebut keputusan ini sebagai langkah strategis setelah kerja sama panjang dengan Marc Jacobs. Akuisisi oleh WHP Global menempatkan label tersebut di bawah portofolio perusahaan yang juga menaungi Vera Wang, Rag & Bone, dan G-Star.

Meski nilai transaksi tidak diumumkan, pengumuman ini langsung menjadi sorotan di industri mode. Pergeseran kepemilikan seperti ini kerap menandai fase baru bagi merek yang sudah mapan.

Marc Jacobs selama ini dikenal sebagai salah satu label paling berpengaruh di segmen fesyen mewah. Perpindahan kendali ke WHP Global membuka peluang ekspansi dengan pendekatan bisnis yang berbeda.

Keterlibatan G-III Apparel Group melalui perusahaan patungan baru menambah dimensi komersial dalam kesepakatan tersebut. Struktur kepemilikan ini menunjukkan strategi kolaboratif untuk menjaga daya saing merek di pasar global.

Sikap LVMH dan Arnault

Chairman sekaligus CEO LVMH, Bernard Arnault, memberikan apresiasi kepada Marc Jacobs atas kontribusinya. Ia menyebut sang desainer memiliki kreativitas langka dan visi yang unik.

Pernyataan itu menegaskan bahwa hubungan antara LVMH dan Marc Jacobs berakhir dalam suasana saling menghormati. Selama hampir 30 tahun, brand tersebut menjadi bagian penting dari portofolio mode LVMH.

Di industri fashion, ucapan seperti ini biasanya mencerminkan penghargaan atas nilai merek yang telah dibangun bersama. Marc Jacobs dinilai berhasil menjaga relevansi di tengah perubahan tren dan persaingan ketat.

LVMH sendiri tidak merinci alasan komersial di balik penjualan itu. Namun, keputusan tersebut memperlihatkan penyesuaian strategi dalam menghadapi dinamika pasar barang mewah.

Respons Marc Jacobs

Marc Jacobs menyampaikan rasa terima kasih kepada Bernard Arnault dan LVMH melalui unggahan Instagram. Ia menulis bahwa dukungan dan keyakinan dari keluarga Arnault menjadi bagian penting dalam perjalanannya.

Dalam pernyataannya, Jacobs menyebut kerja sama tersebut sebagai sebuah kehormatan besar. Ungkapan itu menegaskan bahwa proses peralihan kepemilikan berlangsung dengan nada positif.

Reaksi sang desainer juga menjadi penanda bahwa identitas kreatif merek tetap dijaga. Bagi banyak pengamat mode, keberlanjutan hubungan personal sering menjadi faktor penting setelah transaksi besar.

Marc Jacobs tetap tampil terbuka menyambut babak baru brand yang ia dirikan. Sikap ini memperlihatkan kesiapan untuk melanjutkan perjalanan merek di bawah struktur kepemilikan yang berbeda.

Arah baru brand

Meski kepemilikan berpindah, Marc Jacobs dipastikan tetap menjadi pendiri dan creative director. Ia akan terus memimpin koleksi runway serta arah kreatif label tersebut.

Keputusan ini memberi sinyal bahwa identitas desain brand tidak akan berubah secara drastis. Posisi Jacobs di lini kreatif dianggap penting untuk menjaga kesinambungan citra merek.

Dalam industri mode, keberlanjutan sosok pendiri sering menjadi aset utama saat terjadi akuisisi. Hal itu membantu menjaga loyalitas pelanggan sekaligus mempertahankan karakter produk.

Dengan struktur baru ini, Marc Jacobs memasuki fase ekspansi yang berpotensi memperkuat posisi pasar. Perpaduan antara dukungan modal dan kepemimpinan kreatif menjadi kunci arah barunya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!