Marc Jacobs Berpisah dari LVMH, Tetap Pimpin Kreativitas

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 22:26 WIB 5
Marc Jacobs Berpisah dari LVMH, Tetap Pimpin Kreativitas

Marc Jacobs memasuki babak baru setelah hampir tiga dekade berada di bawah naungan LVMH, menyusul kesepakatan final penjualan merek fesyen tersebut kepada WHP Global. Pengumuman itu disampaikan pada Kamis, 14 Mei 2026, dan menandai perubahan besar dalam peta kepemilikan brand mewah asal Amerika Serikat itu.

Dalam transaksi ini, G-III Apparel Group ikut ambil bagian melalui perusahaan patungan baru bersama WHP Global. Nilai penjualan tidak diungkap ke publik, namun Marc Jacobs dipastikan tetap memegang peran penting sebagai pendiri dan creative director.

Transaksi Marc Jacobs Resmi

LVMH menyebut telah mencapai kesepakatan final untuk melepas Marc Jacobs kepada WHP Global. Perusahaan yang dipimpin Bernard Arnault itu tidak membuka rincian nilai transaksi kepada publik. Langkah ini mengakhiri hubungan panjang yang telah berlangsung hampir 30 tahun.

WHP Global dikenal sebagai perusahaan yang menaungi sejumlah merek mode dan gaya hidup. Portofolionya mencakup Vera Wang, Rag & Bone, dan G-Star. Masuknya Marc Jacobs memperluas jejak bisnis perusahaan tersebut di segmen fesyen premium.

Selain WHP Global, G-III Apparel Group juga menjadi bagian dari struktur kepemilikan baru. Kehadiran perusahaan itu dilakukan lewat joint venture yang dibentuk bersama WHP Global. Skema ini menunjukkan strategi konsolidasi merek yang masih memiliki daya tarik kuat di pasar global.

Meski kepemilikan berpindah tangan, operasional kreatif Marc Jacobs disebut tetap berlanjut. Brand tersebut akan tetap diarahkan oleh sosok yang sejak awal membangunnya. Kondisi ini memberi sinyal kesinambungan di tengah perubahan korporasi.

Reaksi LVMH Dan Marc Jacobs

Bernard Arnault memberikan apresiasi terhadap Marc Jacobs atas kontribusinya selama berada di bawah LVMH. Ia menyebut Jacobs sebagai desainer dengan kreativitas yang langka dan visi yang unik. Pernyataan itu menegaskan peran besar sang desainer dalam membentuk identitas label tersebut.

Jacobs juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Arnault dan keluarga LVMH. Ungkapan itu ia sampaikan melalui unggahan di Instagram. Ia menilai kerja sama selama hampir tiga dekade sebagai pengalaman yang sangat berarti.

Dalam pernyataannya, Jacobs menegaskan bahwa hubungan profesional yang terbangun selama ini merupakan kehormatan besar. Ia mengapresiasi dukungan, kepercayaan, dan keyakinan yang diberikan kepadanya. Sikap itu menunjukkan perpisahan yang berlangsung dalam nada positif.

Respons kedua belah pihak memperlihatkan bahwa transisi kepemilikan dilakukan secara mulus. Tidak ada indikasi ketegangan dalam proses pelepasan merek tersebut. Hal ini penting bagi kepercayaan pasar terhadap kelanjutan bisnis Marc Jacobs.

Posisi Marc Jacobs Ke Depan

Meski tidak lagi berada di bawah LVMH, Marc Jacobs tetap bertahan sebagai pendiri brand. Ia juga akan terus menjabat sebagai creative director. Posisi itu membuat pengaruhnya terhadap arah estetika merek tetap kuat.

Jacobs disebut akan tetap memimpin koleksi runway dan menentukan arah kreatif label. Peran tersebut menjadi kunci bagi konsistensi identitas brand di mata konsumen. Dalam industri fesyen, kesinambungan visi kreatif sering menjadi faktor penting bagi nilai merek.

Struktur baru kepemilikan ini memberi ruang bagi ekspansi bisnis sekaligus menjaga identitas asli brand. Kehadiran WHP Global dan G-III Apparel Group dapat memperkuat strategi komersialnya. Sementara itu, Jacobs tetap menjadi wajah kreatif yang menjaga karakter merek.

Bagi pasar fesyen, langkah ini menegaskan bahwa nilai sebuah brand tidak hanya terletak pada kepemilikan, tetapi juga pada sosok di balik kreativitasnya. Marc Jacobs masih menjadi pusat cerita merek yang ia dirikan. Karena itu, perubahan pemilik belum tentu mengubah daya tarik utamanya.

Arah Baru Industri Fesyen

Penjualan Marc Jacobs menambah daftar restrukturisasi di industri fesyen mewah global. Banyak grup besar kini menata ulang portofolio untuk fokus pada merek dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi. Dalam konteks itu, keputusan LVMH terlihat sebagai langkah strategis, bukan sekadar pelepasan aset.

Bagi WHP Global, akuisisi ini memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam pengelolaan merek konsumen. Perusahaan tersebut kerap memanfaatkan lisensi, kemitraan, dan model kepemilikan fleksibel untuk mengembangkan brand. Pendekatan ini memberi ruang efisiensi sekaligus ekspansi pasar.

Marc Jacobs sendiri tetap memiliki modal kuat berkat reputasi desain dan basis konsumen yang loyal. Label ini masih dikenal luas melalui koleksi runway dan produk ikonik seperti The Tote Bag. Dengan struktur baru, merek tersebut berpeluang menjaga relevansi di pasar yang kompetitif.

Transaksi ini menunjukkan bahwa industri mode terus bergerak dinamis di tengah perubahan preferensi konsumen. Kepemilikan dapat berganti, tetapi identitas kreatif yang kuat tetap menjadi aset utama. Dalam kasus Marc Jacobs, warisan desain justru menjadi jembatan menuju babak berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!