Marc Jacobs memasuki babak baru setelah hampir tiga dekade berada di bawah naungan LVMH. Pada Kamis, 14 Mei 2026, grup fashion mewah itu mengumumkan kesepakatan final untuk menjual brand Marc Jacobs kepada WHP Global. Meski nilai transaksi tidak diungkap, langkah ini menandai perubahan besar dalam peta kepemilikan merek fashion global.
WHP Global dikenal menaungi sejumlah label seperti Vera Wang, Rag & Bone, dan G-Star. Dalam transaksi ini, G-III Apparel Group juga ikut bergabung melalui perusahaan patungan baru bersama WHP Global. Di tengah perubahan kepemilikan, Marc Jacobs dipastikan tetap bertahan sebagai pendiri sekaligus creative director.
Penjualan Marc Jacobs diumumkan
LVMH menyatakan telah mencapai kesepakatan final untuk melepas Marc Jacobs kepada WHP Global. Pengumuman itu disampaikan pada Kamis, 14 Mei 2026, setelah proses yang tidak mengungkap besaran nilai transaksi. Keputusan ini mengakhiri hubungan panjang yang telah terjalin hampir 30 tahun.
Transaksi tersebut menjadi sorotan karena Marc Jacobs adalah salah satu label paling dikenal dalam portofolio LVMH. Kehadiran brand ini selama bertahun-tahun memperkuat posisi grup tersebut di segmen fashion mewah. Kini, kepemilikan brand berpindah ke tangan perusahaan yang aktif mengelola berbagai merek mode.
Meski demikian, perubahan pemilik tidak otomatis mengubah identitas brand secara drastis. Struktur kesepakatan menunjukkan adanya strategi lanjutan untuk menjaga nilai komersial dan daya tarik Marc Jacobs. Hal ini penting agar transisi berjalan mulus di pasar fashion yang sangat kompetitif.
WHP Global tambah portofolio
WHP Global menambah Marc Jacobs ke dalam daftar merek yang sudah lebih dulu mereka kelola. Perusahaan ini dikenal sebagai pemilik atau pengelola sejumlah label ternama, termasuk Vera Wang, Rag & Bone, dan G-Star. Langkah tersebut memperkuat posisi WHP Global sebagai pemain aktif di industri brand konsumen dan fashion.
Keterlibatan G-III Apparel Group melalui perusahaan patungan baru menunjukkan skema bisnis yang tidak berdiri sendiri. Kolaborasi ini biasanya dirancang untuk mengoptimalkan distribusi, lisensi, dan pengembangan produk. Dengan pola tersebut, Marc Jacobs berpotensi mendapat dukungan operasional yang lebih luas.
Pihak-pihak yang terlibat belum membeberkan rincian finansial transaksi. Namun, kombinasi antara WHP Global dan G-III Apparel Group memberi sinyal bahwa brand ini masih dipandang memiliki nilai ekonomi tinggi. Strategi itu juga membuka ruang bagi ekspansi yang lebih agresif di masa mendatang.
Arnault beri apresiasi
Chairman sekaligus CEO LVMH, Bernard Arnault, menyebut Marc Jacobs sebagai desainer dengan kreativitas langka dan visi yang unik. Pujian itu menunjukkan penghargaan besar atas kontribusi Marc terhadap perkembangan brand tersebut. Selama bertahun-tahun, label ini menjadi salah satu aset penting dalam industri mode internasional.
Sementara itu, Marc Jacobs menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bernard Arnault dan LVMH melalui unggahan Instagram. Ia menulis bahwa dirinya akan selalu berterima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan keyakinan yang diberikan selama hampir tiga dekade. Ucapan itu menandakan hubungan profesional yang berakhir dengan nada hormat.
Respon dari kedua belah pihak memperlihatkan bahwa penjualan ini berlangsung secara terencana. Tidak ada kesan konflik dalam pengalihan kepemilikan, melainkan transisi bisnis yang terukur. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan pasar terhadap brand Marc Jacobs.
Marc Jacobs tetap memimpin
Walau brand berpindah tangan, Marc Jacobs dipastikan tetap menjadi pendiri dan creative director. Ia akan terus memimpin koleksi runway serta arah kreatif label tersebut. Posisi ini menegaskan bahwa identitas desain Marc Jacobs masih menjadi inti utama brand.
Keputusan mempertahankan Marc Jacobs di jajaran kreatif memberi kepastian bagi konsumen dan pelaku industri. Dalam fashion, kesinambungan visi desain sering kali menjadi faktor penting dalam menjaga loyalitas pasar. Karena itu, transisi kepemilikan ini cenderung diarahkan agar tidak mengganggu karakter brand.
Dengan kombinasi pemilik baru dan kepemimpinan kreatif yang tetap sama, Marc Jacobs memasuki fase baru yang penuh peluang. Brand ini kini berada di bawah struktur bisnis berbeda, tetapi dengan figur pendiri yang masih aktif mengarahkan arah estetikanya. Situasi tersebut berpotensi menjaga relevansi Marc Jacobs di pasar fashion global.
