Mantan Ilmuwan NASA Ungkap Tiga Pengalaman Mati Suri

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 20:38 WIB 2
Mantan Ilmuwan NASA Ungkap Tiga Pengalaman Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Perempuan 55 tahun itu mengatakan pengalaman tersebut mengubah pandangannya tentang kematian, kesadaran manusia, dan makna kehidupan.

Honkala menyebut setiap kejadian berada di ambang kematian selalu menghadirkan sensasi yang sama. Ia merasa masuk ke dimensi lain yang sulit dijelaskan dengan pancaindra manusia, sebagaimana dikutip dari New York Post.

Mati Suri yang Mengubah Pandangan

Honkala dikenal memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Pengalaman mati suri pertamanya disebut terjadi saat ia masih berusia dua tahun.

Saat itu, Honkala kecil terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya tanpa diketahui pengasuhnya. Ibunya datang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya dari kondisi yang nyaris merenggut nyawa.

Dalam momen tersebut, Honkala mengaku sempat panik karena sulit bernapas akibat air dingin. Namun ketakutan itu perlahan berubah menjadi ketenangan yang sangat mendalam.

Ia mengatakan rasa panik mendadak lenyap dan digantikan keheningan yang luar biasa. Menurutnya, kondisi itu terasa seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam di luar indera fisik manusia.

Kesadaran Di Luar Tubuh

Honkala mengaku merasa kesadarannya terpisah dari tubuh fisiknya saat berada di dalam air. Dalam kondisi tersebut, ia mengatakan dapat melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa.

Ia menggambarkan dirinya bukan lagi sebagai anak kecil di dalam tubuh, melainkan sebagai kesadaran murni. Baginya, saat itu tidak ada waktu, tidak ada ketakutan, dan tidak ada pikiran.

Salah satu bagian paling aneh dari kisahnya adalah klaim bahwa ia dapat melihat ibunya dari jarak beberapa blok rumah. Honkala menyebut ia bahkan bisa berkomunikasi dengan ibunya tanpa berbicara.

Ibunya kemudian bergegas pulang dan menemukan Honkala di dalam tangki air. Sejak saat itu, ia percaya pengalaman itu telah mengubah cara pandangnya terhadap kematian secara permanen.

Tiga Pengalaman Mati Suri

Selain kejadian masa kecil, Honkala mengaku dua kali lagi mengalami mati suri saat dewasa. Pengalaman kedua terjadi setelah kecelakaan motor ketika ia berusia 25 tahun.

Pengalaman ketiga dialaminya saat berusia 52 tahun, ketika tekanan darahnya turun drastis saat menjalani operasi. Ia mengatakan ketiga kejadian itu selalu membawanya ke keadaan damai yang sama.

Menurut Honkala, pengalaman spiritual justru mendorongnya semakin tertarik pada sains. Ia ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian.

Selama bertahun-tahun, ia memilih fokus pada karier ilmiah dan jarang membicarakan pengalaman spiritualnya di depan publik. Namun kini ia menilai sains dan spiritualitas tidak selalu saling bertentangan.

Sains dan Spiritualitas

Honkala berpendapat keduanya mungkin hanya mencoba menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda. Pandangan itu muncul setelah ia lama meneliti dan merenungkan pengalaman yang dialaminya sendiri.

Meski demikian, pengalaman mati suri masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian ilmuwan menilai fenomena tersebut dapat dipicu halusinasi atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian.

Banyak orang yang mengalami kejadian serupa juga mengaku melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, atau sosok religius. Laporan-laporan itu membuat topik mati suri terus menarik perhatian publik dan dunia akademik.

Namun Honkala tetap meyakini bahwa yang ia alami bukan sekadar mimpi atau imajinasi. Baginya, pengalaman itu menjadi bukti bahwa kesadaran mungkin tidak hanya dihasilkan oleh otak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!