Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Mati Suri

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 11:38 WIB 2
Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu, menurut perempuan berusia 55 tahun tersebut, mengubah cara pandangnya terhadap kematian dan kesadaran manusia.

Honkala mengatakan setiap kali berada di ambang kematian, ia merasakan sensasi yang sama, yakni seolah masuk ke dimensi lain yang tak dapat dijelaskan oleh pancaindra. Ia menyebut kondisi itu seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam, dengan kesadaran yang terasa luas dan saling terhubung.

Mati Suri dan Kesadaran

Honkala diketahui bergelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Pengalaman mati suri pertamanya disebut terjadi saat ia masih berusia dua tahun.

Saat itu, ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya ketika pengasuh sedang berada di ruangan lain. Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya.

Namun, di momen itulah Honkala mengaku merasakan ketenangan yang sangat dalam setelah kepanikan akibat kesulitan bernapas perlahan menghilang. Ia mengatakan rasa takutnya berubah menjadi keheningan yang luar biasa.

Mati Suri Pertama di Masa Kecil

Dalam pengakuannya, Honkala merasa kesadarannya terpisah dari tubuh fisiknya. Ia mengklaim dapat melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa di dalam air.

Ia juga menyebut dirinya tidak lagi merasa seperti anak kecil, melainkan kesadaran murni yang dipenuhi cahaya. Menurutnya, tidak ada waktu, ketakutan, maupun pikiran dalam kondisi tersebut.

Salah satu bagian yang paling mengejutkan, kata Honkala, adalah kemampuannya melihat ibunya beberapa blok jauhnya. Ia mengklaim dapat berkomunikasi dengan sang ibu tanpa berbicara sebelum ibunya akhirnya pulang dan menemukan dirinya di dalam tangki.

Mati Suri dan Pandangan Hidup

Honkala menilai pengalaman itu membuatnya tak pernah takut mati sejak saat itu. Ia percaya momen tersebut menunjukkan bahwa kehidupan setelah mati tidak terasa seperti tempat yang jauh.

Ia juga berpendapat kesadaran mungkin tidak hanya dihasilkan oleh otak, melainkan sesuatu yang lebih mendasar. Pandangan itu membuatnya semakin terbuka terhadap hubungan antara sains dan spiritualitas.

Menurut Honkala, kedua hal tersebut bisa saja sama-sama berusaha menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda. Baginya, pengalaman spiritual justru mendorong ketertarikan untuk memahami realitas melalui observasi dan penelitian.

Mati Suri dalam Perspektif Sains

Selain pengalaman pertamanya, Honkala mengaku dua kali mengalami mati suri lagi pada usia 25 dan 52 tahun. Yang pertama terjadi setelah kecelakaan motor, sedangkan yang kedua berlangsung saat tekanan darahnya turun drastis ketika menjalani operasi.

Ia mengatakan ketiga pengalaman itu selalu membawanya ke keadaan damai yang sama. Meski demikian, ia jarang membahas pengalaman spiritualnya secara terbuka selama bertahun-tahun karena lebih fokus pada karier ilmiah.

Fenomena mati suri hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian pihak menilainya sebagai halusinasi atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian, meski banyak penyintas melaporkan pengalaman serupa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!