Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Alami Mati Suri

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 10:31 WIB 2
Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Alami Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu, menurut perempuan berusia 55 tahun tersebut, meninggalkan kesan mendalam dan mengubah cara pandangnya tentang kematian. Honkala menuturkan, setiap kali berada di ambang kematian, ia merasakan sensasi yang selalu sama. Ia menyebut kondisi itu seperti memasuki dimensi lain yang tak dapat dijelaskan oleh pancaindra manusia.

Dalam penuturannya, pengalaman tersebut membuatnya merasa seolah memasuki lapisan realitas yang lebih dalam. Honkala, yang dikutip dari New York Post, mengatakan kesadarannya terasa luas, cerdas, dan saling terhubung saat itu. Ia memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Pengalaman itu, kata dia, justru mendorongnya semakin tertarik memahami hubungan antara sains dan kesadaran.

Mati suri yang mengubah pandangan

Honkala mengklaim pengalaman mati suri pertamanya terjadi saat ia baru berusia dua tahun. Saat itu, ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya tanpa diketahui pengasuh yang sedang mendengarkan radio di ruangan lain. Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya. Namun, momen itu justru menjadi awal pengalaman yang tak pernah ia lupakan.

Ia mengatakan sempat panik karena kesulitan bernapas akibat air dingin. Rasa takut itu, menurutnya, perlahan berubah menjadi ketenangan yang sangat dalam. Honkala mengaku kesadarannya kemudian terasa terpisah dari tubuh fisiknya. Dalam kondisi itu, ia merasa bisa melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa di dalam air.

Menurut Honkala, pengalaman tersebut membuatnya merasa bukan lagi seorang anak kecil di dalam tubuh. Ia menggambarkan dirinya sebagai kesadaran murni, medan cahaya yang tidak terikat waktu. Dalam keadaan itu, ia tidak merasakan ketakutan, pikiran, maupun batas fisik. Ia menyebut pengalaman tersebut sangat nyata dan berbeda dari mimpi biasa.

Pengalaman di luar tubuh

Salah satu bagian paling aneh dari kisah Honkala berkaitan dengan ibunya. Ia mengklaim saat tidak sadarkan diri di dalam air, dirinya dapat melihat sang ibu beberapa blok jauhnya. Honkala juga mengatakan seolah bisa berkomunikasi dengan ibunya tanpa berbicara. Pengalaman itu, menurutnya, berlangsung di luar logika sehari-hari.

Tak lama kemudian, ibunya disebut bergegas pulang dan menemukan Honkala di dalam tangki air. Peristiwa itu diyakini Honkala menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, ia mengaku tidak lagi takut pada kematian. Ia bahkan menilai pengalaman tersebut membuka pemahamannya tentang kehidupan setelah mati.

Honkala menuturkan bahwa pengalaman itu memberinya keyakinan baru tentang hakikat kesadaran. Ia mengatakan kehidupan setelah mati tidak terasa seperti tempat yang jauh. Bagi dirinya, kesadaran mungkin bukan semata hasil kerja otak. Ia menduga ada sesuatu yang lebih mendasar di balik keberadaan manusia.

Dua kali nyaris meninggal

Selain pengalaman masa kecil, Honkala mengaku dua kali kembali mengalami mati suri di usia dewasa. Peristiwa pertama terjadi setelah kecelakaan motor saat ia berusia 25 tahun. Peristiwa kedua dialaminya saat berusia 52 tahun, ketika tekanan darahnya turun drastis dalam operasi. Ia menyebut ketiga pengalaman itu selalu membawanya ke keadaan damai yang sama.

Menariknya, pengalaman spiritual tersebut justru membuat Honkala semakin tertarik pada dunia sains. Ia mengatakan ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian. Karena itu, ia memilih fokus pada karier ilmiah selama bertahun-tahun. Ia juga jarang membahas pengalaman spiritualnya di depan publik.

Seiring waktu, Honkala mulai melihat bahwa sains dan spiritualitas tidak selalu saling bertentangan. Menurutnya, keduanya mungkin hanya berusaha menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda. Pandangan itu membuatnya lebih terbuka terhadap dialog antara ilmu pengetahuan dan pengalaman batin. Bagi Honkala, keduanya bisa saling melengkapi.

Perdebatan soal kesadaran

Meski begitu, pengalaman mati suri seperti yang dialami Honkala masih menjadi bahan perdebatan. Sejumlah peneliti menilai fenomena tersebut dapat dipicu halusinasi atau mekanisme psikologis ketika seseorang berada di ambang kematian. Dalam pandangan ilmiah, kondisi otak yang tertekan juga bisa memunculkan sensasi yang sangat nyata. Karena itu, kesimpulan atas pengalaman semacam ini belum bersifat final.

Di sisi lain, banyak orang yang mengaku mengalami kejadian serupa melaporkan hal-hal yang mirip. Mereka menyebut melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, hingga sosok religius. Kesamaan cerita itu membuat topik mati suri terus menarik perhatian publik dan kalangan akademik. Fenomena ini juga memicu pertanyaan tentang hubungan antara tubuh, otak, dan kesadaran.

Honkala tetap yakin bahwa yang ia alami bukan sekadar mimpi atau imajinasi. Ia percaya pengalaman itu menunjukkan bahwa kesadaran manusia mungkin lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami. Bagi dirinya, kematian tidak lagi identik dengan ketakutan. Sebaliknya, pengalaman itu justru menjadi pintu untuk memahami hidup dengan cara yang berbeda.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!