Manfaat Suplemen Kolagen, Benarkah Bikin Kulit Awet Muda?

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 22:27 WIB 2
Manfaat Suplemen Kolagen, Benarkah Bikin Kulit Awet Muda?

Suplemen kolagen semakin populer di industri kecantikan karena diklaim mampu membuat kulit tampak lebih muda, segar, halus, dan glowing. Tren ini juga mendorong pasar kolagen global tumbuh pesat, seiring jutaan orang mengonsumsinya setiap hari.

Namun, efektivitas suplemen kolagen masih menjadi perdebatan karena tidak semua studi menunjukkan hasil yang konsisten. Sejumlah dokter menilai produk ini berpotensi memberi manfaat, tetapi tetap perlu dipahami sebagai pelengkap, bukan solusi utama perawatan kulit.

Manfaat Suplemen Kolagen

Kolagen menjadi salah satu suplemen yang paling banyak dicari karena terkait erat dengan kesehatan kulit. Produk ini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pil, bubuk seduh, hingga permen jeli.

Di pasar global, konsumsi kolagen harian diperkirakan menjangkau sekitar 60 juta orang. Nilai pasarnya pada 2025 bahkan diproyeksikan mencapai 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp43,57 triliun.

Popularitas tersebut didorong oleh klaim bahwa kolagen dapat membantu menjaga kulit tetap kenyal dan bercahaya. Meski begitu, klaim tersebut belum otomatis berarti semua produk memberikan hasil yang sama.

Sejumlah pakar menilai manfaat kolagen lebih mungkin terasa bila dikonsumsi rutin dan konsisten. Meski demikian, efeknya cenderung bertahap dan tidak selalu tampak dramatis.

Temuan Studi Terbaru

Penelitian dari Johns Hopkins University pada 2013 sempat menyoroti bahwa suplemen vitamin dan mineral kerap tidak memberi manfaat signifikan. Pandangan serupa juga pernah membuat banyak orang skeptis terhadap suplemen, termasuk kolagen.

Meski demikian, tinjauan terhadap 113 uji klinis terbaru memberi gambaran yang lebih positif. Hasilnya menunjukkan potensi manfaat kolagen bagi kesehatan kulit, sistem muskuloskeletal, dan kesehatan mulut.

Tinjauan tersebut menjadi salah satu rangkuman studi paling komprehensif yang pernah dibahas para ahli. Meski begitu, para peneliti tetap menekankan bahwa kualitas hasil antarputusan studi belum sepenuhnya seragam.

Ketidakkonsistenan itu membuat kesimpulan akhir masih perlu diuji lebih jauh. Karena itu, kolagen belum bisa dianggap sebagai jawaban pasti untuk semua kebutuhan perawatan kulit.

Pendapat Dokter Kulit

Mona Gohara, dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, menilai temuan terbaru cukup menjanjikan. Ia menyebut kolagen memberikan peningkatan kecil namun konsisten pada hidrasi dan elastisitas kulit.

Hadley King, dokter kulit bersertifikasi asal New York City, juga melihat adanya potensi manfaat dari suplemen kolagen. Menurutnya, meski bukan obat, bukti ilmiah yang tersedia menunjukkan kegunaan yang cukup beragam.

Daniel Belkin, dokter kulit lain dari New York City, mengaku kini lebih percaya diri merekomendasikan kolagen kepada pasien. Sikap itu muncul setelah adanya tinjauan ilmiah yang lebih luas dan terukur.

Namun, para dokter tersebut tetap berhati-hati dalam memberi rekomendasi. Mereka menilai masih dibutuhkan lebih banyak data sebelum kolagen dapat disarankan secara luas.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Para ahli mengingatkan bahwa hasil studi kolagen belum sepenuhnya konsisten. Selain itu, kualitas analisis dalam beberapa penelitian masih beragam sehingga berpotensi menimbulkan bias.

Dr Gohara menegaskan bahwa tinjauan terbaru tidak menunjukkan kolagen secara signifikan mengurangi kerutan halus. Padahal, itulah alasan utama banyak orang mengonsumsi suplemen tersebut.

Ia lebih menekankan pada manfaat perbaikan skin barrier dan peningkatan hidrasi kulit. Bahkan, ia mengaku enggan mengonsumsi kolagen sebelum ada persetujuan dari Food and Drug Administration di Amerika Serikat.

Dr King menyarankan masyarakat berkonsultasi dengan dokter kulit tepercaya sebelum memilih suplemen. Jika tetap ingin mengonsumsinya, produk yang memiliki bukti ilmiah memadai dan penggunaan sesuai anjuran menjadi hal yang penting.

Selain suplemen, perawatan dasar kulit tetap tidak boleh diabaikan. Penggunaan sunscreen dan retinoid, disertai gaya hidup sehat, dinilai lebih efektif membantu mencegah penuaan dini akibat paparan UV, perubahan hormon, dan kebiasaan kurang sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!