Jejouw Ikut Lelang Aset Harvey Moeis di BPA Fair 2026

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 23:48 WIB 4
Jejouw Ikut Lelang Aset Harvey Moeis di BPA Fair 2026

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI menggelar lelang barang rampasan dari perkara korupsi dalam ajang BPA Fair 2026 di Gedung BPA Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). Sejumlah barang mewah milik terdakwa Harvey Moeis dan istrinya, Sandra Dewi, ikut ditawarkan kepada publik.

Selebgram sekaligus pengusaha fesyen Jeffry Jouw, yang dikenal sebagai Jejouw, hadir langsung untuk melihat proses pelelangan. Ia mengaku tertarik menyaksikan barang-barang rampasan tersebut karena dinilai memiliki kualitas yang masih terawat.

Lelang Aset Harvey Moeis

Acara BPA Fair 2026 menjadi sorotan karena menampilkan barang rampasan dari perkara korupsi yang dilelang kepada masyarakat. Di antara item yang ditawarkan terdapat kendaraan mewah dan sejumlah koleksi pribadi yang sebelumnya terkait dengan Harvey Moeis dan Sandra Dewi. Kehadiran publik menunjukkan tingginya perhatian terhadap mekanisme pemulihan aset negara. Lelang ini juga menjadi sarana edukasi bahwa hasil kejahatan dapat dikembalikan untuk kepentingan negara.

Jejouw mengatakan dirinya datang karena penasaran dengan barang-barang yang selama ini ramai dibicarakan publik. Ia menilai koleksi yang dipamerkan tampak bagus dan dirawat dengan baik. Menurut dia, pengalaman melihat langsung proses lelang memberi gambaran berbeda dibanding hanya membaca pemberitaan. Ia menyebut kedatangannya tidak sia-sia karena barang yang ditampilkan memang menarik.

Dalam kesempatan itu, Jejouw mengaku sempat memperhatikan beberapa unit kendaraan yang dipajang. Salah satunya adalah mobil-mobil mewah yang dinilainya masih berada dalam kondisi layak. Ia mengatakan kualitas perawatan barang-barang tersebut cukup terlihat meski merupakan aset rampasan. Hal itu, menurut dia, membuat minat masyarakat terhadap lelang semakin tinggi.

Jejouw juga melihat adanya animo besar dari peserta yang hadir di lokasi. Ia menilai banyak orang datang bukan hanya untuk membeli, tetapi juga untuk mengetahui bagaimana proses lelang berjalan. Situasi tersebut menunjukkan bahwa lelang aset hasil rampasan memiliki daya tarik tersendiri. Selain bernilai ekonomi, kegiatan itu juga menyimpan pesan moral bagi publik.

Antusias Peserta Lelang

Menurut Jejouw, minat peserta lelang terlihat sangat tinggi sejak proses dimulai. Ia menilai suasana bidding berlangsung kompetitif karena banyak orang tertarik pada barang-barang yang dilepas. Kondisi itu membuat harga beberapa item naik cukup cepat. Ia menyebut antusiasme tersebut sebagai bukti bahwa aset rampasan tetap memiliki pasar.

Jejouw mengaku sempat mengincar sebuah motor Harley Davidson yang ikut dilelang. Namun, harga kendaraan tersebut terus merangkak naik hingga jauh di atas perkiraannya. Ia awalnya menargetkan kisaran Rp700 juta, tetapi harga akhirnya menembus hampir Rp900 juta. Karena itu, ia memilih mundur dari persaingan bidding.

Ia mengatakan kegagalan itu bukan karena tidak serius mengikuti lelang. Menurut dia, harga awal motor tersebut masih masuk akal, namun kenaikannya berlangsung sangat cepat. Jejouw pun mengakui bahwa dirinya kalah dalam proses penawaran. Meski begitu, ia tetap menganggap pengalaman tersebut menarik untuk diikuti.

Selain Harley Davidson, Jejouw juga sempat melirik mobil McLaren yang dilelang. Kendaraan itu, kata dia, juga mendapat perhatian besar dari peserta lain. Akibatnya, harga kembali melambung dan membuat dirinya tidak bisa lagi masuk ke persaingan. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bukti bahwa barang mewah tetap diburu pasar meski berasal dari lelang aset.

Proses Bidding Barang Mewah

Jejouw menjelaskan bahwa untuk mengikuti lelang di BPA Fair, peserta perlu membuat akun terlebih dahulu. Setelah itu, mereka harus melakukan registrasi melalui bank yang ditunjuk oleh penyelenggara. Menurut dia, prosesnya cukup jelas dan dapat diikuti masyarakat umum. Mekanisme tersebut dibuat agar lelang berjalan tertib dan transparan.

Ia menilai tahapan administrasi itu tidak menyulitkan peserta yang ingin ikut menawar. Dengan sistem yang terbuka, masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh barang lelang. Jejouw menyebut transparansi menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan lelang aset rampasan. Hal itu juga mendorong kepercayaan publik terhadap proses yang dilakukan Kejaksaan RI.

Saat berbicara soal minatnya, Jejouw mengaku awalnya berharap bisa mendapatkan barang dengan harga lebih murah. Ia mengatakan preferensinya memang pada barang vintage dan koleksi unik. Karena itu, lelang aset seperti ini menurutnya sangat menarik jika nilai akhirnya masih kompetitif. Namun, pada beberapa barang incarannya, harga justru bergerak jauh di atas ekspektasi.

Jejouw pun sempat berkelakar ketika membahas minatnya terhadap koleksi milik Sandra Dewi. Ia mengatakan saat tiba di lokasi, barang-barang itu sudah terjual habis. Meski demikian, ia tetap sempat melihat beberapa item yang tersisa dan menilai semuanya dalam kondisi baik. Pengalaman itu, menurut dia, cukup membuat rasa penasaran terbayar.

Pesan dari Lelang Aset

Di luar kegiatannya sebagai pembeli potensial, Jejouw menyoroti makna yang lebih besar dari lelang aset rampasan korupsi. Ia menilai kasus seperti ini seharusnya menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. Menurut dia, kekayaan yang diperoleh dari cara tidak bersih pada akhirnya dapat berujung pada penyitaan. Karena itu, ia berharap publik tidak meniru praktik serupa.

Jejouw menegaskan pentingnya bekerja dan berbisnis dengan cara yang halal. Ia menyebut setiap orang tentu tidak ingin mengalami musibah serupa, baik sebagai pelaku maupun pihak yang terdampak. Namun, ketika aset hasil korupsi dilelang untuk negara, ia menilai masyarakat perlu mengambil hikmah. Pesan utamanya adalah menjaga integritas dalam mencari penghasilan.

Ia juga menyampaikan bahwa daya tarik utama lelang tersebut bukan semata karena status barangnya. Menurut dia, masyarakat tetap melihat nilai guna dan kualitas dari barang yang ditawarkan. Selama harganya sesuai, aset seperti mobil atau motor mewah masih diminati. Hal ini membuat lelang rampasan korupsi punya potensi menarik perhatian publik lebih luas.

Jejouw menutup komentarnya dengan penegasan bahwa barang-barang tersebut memang layak diperhatikan, tetapi tidak layak ditiru asal-usulnya. Ia menganggap seluruh rangkaian lelang menjadi pengingat bahwa hasil kerja keras jauh lebih bernilai daripada keuntungan instan. Dalam pandangannya, pengalaman di BPA Fair 2026 memberikan pelajaran ekonomi sekaligus moral. Karena itu, ia berharap ajang serupa terus dilakukan dengan transparan dan bermanfaat bagi negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!