Manfaat Suplemen Kolagen, Apa Kata Dokter?

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 16:25 WIB 2
Manfaat Suplemen Kolagen, Apa Kata Dokter?

Suplemen kolagen tengah menjadi perhatian di industri kecantikan karena diklaim dapat membuat kulit tampak lebih muda, segar, dan halus. Popularitasnya terus naik seiring minat masyarakat terhadap perawatan kulit dari dalam. Namun, klaim tersebut masih memunculkan perdebatan di kalangan ahli.

Secara global, sekitar 60 juta orang diperkirakan mengonsumsi suplemen kolagen setiap hari, dan pasar produk ini diproyeksikan mencapai 2,6 miliar dolar AS pada 2025. Meski begitu, sejumlah studi menyebut efektivitas suplemen belum selalu konsisten. Di sisi lain, tinjauan terbaru terhadap 113 uji klinis memberi sinyal adanya manfaat tertentu bagi kulit dan kesehatan tubuh.

Manfaat Kolagen Bagi Kulit

Suplemen kolagen tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari pil, bubuk seduh, hingga permen jeli. Produk ini dipasarkan untuk mendukung kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Banyak konsumen tertarik karena berharap hasil yang cepat terlihat.

Tinjauan klinis terbaru menunjukkan bahwa kolagen dapat membantu meningkatkan hidrasi kulit dan elastisitas kulit. Efek tersebut dinilai kecil, tetapi muncul secara konsisten pada sebagian penelitian. Temuan ini membuat sebagian dokter mulai melihat potensi manfaatnya dengan lebih terbuka.

Meski demikian, hasil tersebut belum otomatis berarti suplemen kolagen mampu menghapus tanda penuaan. Kerutan halus, misalnya, tidak selalu menunjukkan perbaikan yang signifikan. Karena itu, ekspektasi pengguna perlu tetap realistis.

Bukti Ilmiah Kolagen

Sejumlah studi sebelumnya pernah menyebut suplemen, termasuk kolagen, tidak selalu efektif dan kerap dianggap pemborosan. Salah satu rujukan yang sering dikutip adalah penelitian Johns Hopkins University pada 2013. Kajian itu menyoroti kebiasaan menghabiskan uang untuk vitamin dan mineral yang belum tentu memberi manfaat nyata.

Berbeda dengan pandangan tersebut, tinjauan terhadap 113 uji klinis memberi gambaran yang lebih positif. Riset itu menilai konsumsi kolagen secara rutin dan konsisten dapat berdampak pada kesehatan kulit, sistem muskuloskeletal, dan mulut. Namun, kualitas studi yang dianalisis tetap beragam.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa analisis suplemen lebih kompleks dibanding produk lain. Hasil yang muncul bisa dipengaruhi metode penelitian, dosis, dan durasi konsumsi. Oleh karena itu, kesimpulan final masih membutuhkan data yang lebih kuat.

Sikap Dokter Soal Kolagen

Mona Gohara, dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, menilai tinjauan tersebut sebagai salah satu yang paling komprehensif. Ia menyebut kolagen memberi peningkatan kecil namun konsisten pada hidrasi dan elastisitas kulit. Menurutnya, temuan ini layak diperhatikan meski belum menjadi bukti sempurna.

Hadley King, dokter kulit bersertifikat asal New York City, juga melihat adanya potensi manfaat dari suplemen kolagen. Ia menegaskan bahwa produk ini bukan obat, tetapi bukti yang tersedia menunjukkan kemungkinan efek yang cukup beragam. Pandangan itu membuat kolagen semakin dipertimbangkan dalam diskusi perawatan kulit.

Daniel Belkin, dokter kulit lain dari New York City, mengaku lebih percaya diri merekomendasikan kolagen setelah membaca tinjauan tersebut. Meski begitu, ia tetap menekankan perlunya kehati-hatian. Baginya, data tambahan masih dibutuhkan sebelum kolagen disarankan secara luas kepada pasien.

Cara Aman Konsumsi Kolagen

Para ahli menyarankan konsumen berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit tepercaya sebelum memilih suplemen kolagen. Jika ingin membeli produk, sebaiknya pilih yang memiliki dukungan bukti ilmiah yang memadai. Langkah ini penting agar keputusan tidak hanya didasarkan pada promosi.

Konsumsi yang teratur dan sesuai anjuran juga perlu diperhatikan agar hasilnya lebih terukur. Penggunaan yang tidak konsisten dapat membuat manfaat sulit dievaluasi. Karena itu, aturan pakai dan kualitas produk harus menjadi pertimbangan utama.

Selain suplemen, perawatan kulit dasar tetap menjadi kunci utama mencegah penuaan dini. Sunscreen dan retinoid dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV berlebih, perubahan hormon, serta gaya hidup yang kurang sehat. Suplemen kolagen sebaiknya diposisikan sebagai pendukung, bukan pengganti rutinitas perawatan kulit.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!