Makanan Sehari-hari Bisa Memicu Jerawat, Ini Penjelasannya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 01:56 WIB 10
Makanan Sehari-hari Bisa Memicu Jerawat, Ini Penjelasannya

Jerawat tidak selalu muncul karena penggunaan skincare yang kurang tepat atau kebersihan wajah yang tidak terjaga. Pola makan sehari-hari juga dapat berperan, terutama pada makanan tinggi gula, produk susu, dan ultra processed food. Kondisi ini membuat jerawat lebih mudah muncul dan lebih sulit mereda pada sebagian orang.

Dokter sekaligus praktisi estetika dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center menjelaskan bahwa makanan tertentu memang dapat memicu breakout. Namun, pengaruhnya tidak sama pada setiap orang dan tidak selalu menjadi penyebab utama. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana makanan bisa berkaitan dengan kondisi kulit yang meradang.

Mekanisme Pada Kulit

Hubungan antara makanan dan jerawat diduga berkaitan dengan peradangan di dalam tubuh. Selain itu, perubahan hormon juga dapat memengaruhi produksi minyak pada kulit. Saat minyak berlebih, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat dan jerawat pun bisa timbul.

Proses tersebut membuat kulit lebih rentan mengalami breakout, terutama bila faktor lain juga ikut memengaruhi. Stres, genetik, dan kebiasaan perawatan kulit tetap berperan besar dalam munculnya jerawat. Karena itu, makanan dipandang sebagai salah satu pemicu tambahan, bukan satu-satunya penyebab.

dr Silvia menegaskan bahwa tidak semua orang akan mengalami jerawat setelah mengonsumsi makanan tertentu. Respons tubuh setiap individu dapat berbeda, tergantung kondisi hormon, metabolisme, dan sensitivitas kulit. Hal ini menjelaskan mengapa suatu makanan bisa bermasalah bagi seseorang, tetapi tidak berpengaruh pada orang lain.

Makanan Pemicu Umum

Beberapa jenis makanan kerap dikaitkan dengan munculnya jerawat yang lebih sering. Makanan tinggi gula, produk susu, dan ultra processed food termasuk yang paling sering disebut. Ketiganya diduga dapat memengaruhi respons peradangan dan produksi minyak pada kulit.

Konsumsi gula berlebih dapat memicu lonjakan gula darah yang berdampak pada keseimbangan hormon. Sementara itu, produk susu pada sebagian orang disebut dapat memperburuk kondisi kulit. Adapun ultra processed food biasanya tinggi garam, gula, dan lemak, sehingga kurang ideal untuk kesehatan kulit.

Berikut beberapa kelompok makanan yang sering dikaitkan dengan breakout dalam pembahasan kesehatan kulit.

Jenis makananPotensi dampak
Makanan tinggi gulaMemicu peradangan dan lonjakan gula darah
Produk susuDapat memperburuk jerawat pada sebagian orang
Ultra processed foodBerkaitan dengan kualitas diet yang rendah

Faktor Lain Penentu

Meski pola makan diperhatikan, jerawat tetap merupakan kondisi yang dipengaruhi banyak faktor. Hormon menjadi salah satu faktor utama yang sering memicu produksi minyak berlebih. Ketika faktor ini tidak seimbang, kulit bisa lebih mudah meradang dan muncul jerawat baru.

Stres juga dapat memperburuk keadaan kulit karena memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Di sisi lain, faktor genetik membuat sebagian orang memang lebih rentan mengalami jerawat. Kebiasaan menyentuh wajah, jarang membersihkan produk make-up, dan penggunaan produk yang tidak sesuai juga bisa memperparah kondisi.

Karena itu, penanganan jerawat tidak cukup hanya dengan mengubah pola makan. Perawatan kulit yang tepat dan gaya hidup sehat tetap perlu dijalankan secara bersamaan. Jika jerawat menetap atau semakin meradang, konsultasi dengan dokter menjadi langkah yang disarankan.

Langkah Yang Disarankan

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mencatat makanan yang dikonsumsi dan melihat respons kulit setelahnya. Cara ini membantu mengenali apakah ada jenis makanan tertentu yang sering berkaitan dengan breakout. Dengan begitu, penyesuaian pola makan bisa dilakukan secara lebih terarah.

Selain itu, masyarakat disarankan menjaga asupan seimbang dengan memperbanyak makanan bergizi. Sayur, buah, protein tanpa lemak, dan air putih tetap penting untuk mendukung kesehatan kulit. Pola hidup yang teratur, termasuk tidur cukup, juga dapat membantu menjaga kondisi jerawat agar tidak mudah kambuh.

Apabila jerawat terasa makin banyak, nyeri, atau meninggalkan bekas yang mengganggu, pemeriksaan medis menjadi pilihan yang tepat. Dokter dapat membantu menilai apakah jerawat dipicu oleh hormon, peradangan, atau faktor lain yang lebih dominan. Dengan penanganan yang sesuai, kondisi kulit berpeluang membaik lebih optimal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!