Mahasiswi Palangka Raya Raup Omzet dari Usaha Kuliner

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 00:18 WIB 2
Mahasiswi Palangka Raya Raup Omzet dari Usaha Kuliner

Seorang mahasiswi asal Palangka Raya, Windy Maulidya, berhasil mengubah tugas kuliah menjadi peluang usaha kuliner kekinian bernama We.Eats. Usaha yang dirintis sejak September 2023 itu kini berkembang dari sistem pre-order sederhana menjadi bisnis yang melayani pesanan harian melalui media sosial dan GoFood.

Windy, yang kini berusia 23 tahun, memulai langkahnya dari ketertarikan pada dunia bisnis dan hobi memasak. Dari modal awal yang hanya Rp1 juta hingga Rp3 juta, ia perlahan membangun usaha yang kini mampu menghasilkan omzet bersih sampai Rp5 juta per bulan.

Awal Usaha Kuliner Windy

Windy mengatakan ide membangun usaha muncul karena dirinya menempuh kuliah di jurusan bisnis. Tugas-tugas perkuliahan yang relevan membuatnya terdorong untuk mempraktikkan ilmu yang dipelajari secara langsung.

Ia kemudian mulai merintis usaha kuliner pada September 2023. Menurut Windy, keinginan berbisnis sudah terbentuk sejak lama, tetapi baru benar-benar diwujudkan ketika ia merasa siap memulai.

Kecintaannya pada kegiatan memasak juga memperkuat keputusan tersebut. Dari situ, Windy melihat peluang untuk menghadirkan makanan kekinian yang dekat dengan selera anak muda.

Pada tahap awal, ia hanya menjual produk melalui sistem pre-order kepada teman terdekat. Cara itu menjadi pintu masuk untuk mengenalkan merek We.Eats ke pasar yang lebih luas.

Strategi Promosi We.Eats

Promosi melalui media sosial menjadi faktor penting dalam pertumbuhan We.Eats. Dari pesanan terbatas, usahanya perlahan mulai dikenal lebih banyak orang.

Windy menyebut jumlah pesanan yang masuk terus bertambah dari waktu ke waktu. Setelah beberapa kali membuka pre-order, usahanya akhirnya bisa menerima pesanan setiap hari.

Saluran penjualan juga berkembang, tidak lagi hanya bergantung pada pesan langsung. Saat ini We.Eats dapat dipesan melalui GoFood dan Instagram untuk menjangkau pelanggan lebih luas.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital memberi dampak nyata bagi usaha kecil. Dengan promosi yang konsisten, usaha rumahan dapat tumbuh menjadi bisnis yang stabil.

Modal Kecil, Bertahap Tumbuh

Dalam memulai usaha, Windy tidak membutuhkan modal besar. Ia hanya menyiapkan dana sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta untuk membeli bahan baku harian di pasar.

Untuk peralatan memasak, ia memanfaatkan perlengkapan yang sudah tersedia di dapur. Langkah itu membuat pengeluaran awal tetap ringan dan lebih terkontrol.

Windy memilih membangun usahanya secara bertahap. Keuntungan yang diperoleh digunakan kembali untuk membeli bahan baku, peralatan, dan fasilitas lain sedikit demi sedikit.

Ia menilai pendekatan tersebut lebih aman bagi pelaku usaha pemula. Dengan cara itu, risiko keuangan dapat ditekan tanpa menghambat pertumbuhan bisnis.

Tantangan dan Omzet Usaha

Meski berkembang, Windy masih menghadapi kendala dalam operasional harian. Saat ini ia hanya dibantu satu karyawan untuk memasak dan menyiapkan produk.

Keterbatasan tenaga membuatnya kadang kewalahan ketika pesanan datang bersamaan. Dalam kondisi tertentu, ia bahkan harus membatasi jumlah order agar pelayanan tetap terjaga.

Windy menyebut langkah itu penting supaya pelanggan menerima pesanan tepat waktu. Ketika pesanan di DM terlalu banyak, ia memilih menonaktifkan sementara layanan di GoFood agar proses produksi tetap terkendali.

Dari usaha yang dimulai dari kampus, We.Eats kini mampu memberi hasil nyata bagi Windy. Ia mengantongi omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan, sekaligus membuktikan bahwa ide sederhana bisa berkembang menjadi pundi-pundi rupiah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!