Mahasiswi Palangka Raya Bangun We.Eats, Omzet Rp5 Juta/Bulan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 14 Mei 2026 02:57 WIB 9
Mahasiswi Palangka Raya Bangun We.Eats, Omzet Rp5 Juta/Bulan

Windy Maulidya, mahasiswi berusia 23 tahun asal Palangka Raya, memulai usaha kuliner kekinian bernama We.Eats. Ia memanfaatkan tugas kuliah di jurusan bisnis sebagai pijakan untuk mengembangkan bisnis sambil tetap menuntut ilmu. Ide itu muncul pada September 2023 dan lahir dari gairah memasak serta minat berwirausaha.

Seiring waktu, We.Eats mulai menerima pesanan harian berkat promosi melalui media sosial hingga GoFood dan Instagram. Modal awal yang dibutuhkan relatif kecil, sekitar Rp1-3 juta untuk bahan baku, sedangkan peralatan masak dipakai dari dapur yang ada. Windy menilai kemajuan ini sebagai bukti bahwa ide dari tugas kuliah bisa menjadi peluang usaha nyata.

Awal Perjalanan

Windy memformulasikan ide bisnisnya sejak September 2023 untuk menawarkan makanan kuliner kekinian. Ia memulai dengan sistem pre-order kepada teman terdekat untuk menguji pasar. Promosi melalui media sosial menjadi kunci awal agar produk dikenal luas.

Permintaan mulai meningkat secara bertahap karena promosi yang konsisten. Beberapa pesanan mulai datang setiap hari, membuat ia perlu menata jadwal produksi. Input dari pelanggan juga mendorongnya memperluas jangkauan pesanan melalui GoFood dan Instagram.

Saat itu, We.Eats mulai mendapat pesanan rutin meskipun masih terbatas. Windy berupaya menjaga kualitas sambil menyesuaikan kapasitas produksi. Peralatan masak yang tersedia di dapur sudah cukup untuk memproduksi permintaan awal.

Pertumbuhan Pelan

Modal awal untuk usaha ini diperkirakan Rp1-3 juta, dialokasikan untuk pembelian bahan baku harian. Peralatan masak memanfaatkan yang sudah ada sehingga biaya investasi lebih rendah. Strategi ini memungkinkan Windy mengoperasikan produksi tanpa beban keuangan besar.

Seiring berjalan, omzet bersih We.Eats dilaporkan mencapai sekitar Rp5 juta per bulan. Pertumbuhan ini terjadi secara bertahap dan dikelola dengan langkah-langkah yang terencana. Windy menilai bahwa perkembangan berjalan pelan namun konsisten seiring meningkatnya pemesanan.

SDM yang masih terbatas membuat Windy terkadang kewalahan. Setiap kali pesanan masuk di DM terlalu banyak, ia mematikan opsi GoFood untuk menjaga kualitas layanan. Langkah itu membantu menjaga kepuasan pelanggan meskipun jumlah pesanan sedang tinggi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!