Lucy Liu Ceritakan Salah Diagnosa Kanker Payudara dan Deteksi Dini

Lifestyle Nadia Safira Putri 14 Mei 2026 01:44 WIB 11
Lucy Liu Ceritakan Salah Diagnosa Kanker Payudara dan Deteksi Dini

Lucy Liu, aktris yang telah lama berkarya di Hollywood, membagikan pengalaman medisnya terkait dugaan kanker payudara.

Awalnya ia meraba benjolan dan didiagnosis kanker, sehingga ia menjalani operasi pengangkatan tanpa tes lanjutan.

Beberapa dekade kemudian, diagnosis itu terbukti keliru dan benjolan tersebut bukan kanker.

Pengalaman tersebut terjadi pada 1990-an ketika akses informasi kesehatan tidak seluas sekarang.

Ia menyatakan bahwa pada masa itu ia hanya percaya pada dokter karena minimnya sumber rujukan bagi pasien.

Kini ia bekerja sama dengan Pfizer dalam kampanye Every Breakthrough Matters untuk mengedukasi publik tentang pentingnya skrining dan deteksi dini.

Salah Diagnosa Mengajar

Dokter meraba benjolan tersebut dan menyimpulkan bahwa itu kanker.

Tidak ada pemeriksaan lanjutan seperti ultrasound atau mammogram yang dilakukan pada saat itu.

Liu menyatakan bahwa pada masa itu ia menerima diagnosis itu tanpa menilai pendapat kedua.

Ia pun menjadwalkan dan menjalani operasi untuk mengangkat benjolan itu.

Setelah operasi, ia kemudian mengetahui bahwa benjolan itu bukan kanker.

Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya membela hak pasien untuk mendapatkan penjelasan yang lebih jelas.

Liu menilai keadaan zaman itu sangat jauh dibanding sekarang, ketika akses informasi terbuka.

Ia mengakui bahwa ia hanya bergantung pada dokter karena belum ada internet.

Kondisi ini membuatnya kurang dapat menilai opsi lain secara independen.

Kini ia bekerja sama dengan Pfizer dalam kampanye Every Breakthrough Matters.

Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran tentang deteksi dini melalui skrining kanker.

Liu berharap bisa menginspirasi orang lain untuk menjadi pendukung utama bagi diri mereka sendiri.

Ia menekankan bahwa skrining bukan sekadar pilihan, tetapi bagian penting perawatan kesehatan.

Ia mengajak publik untuk memahami apa itu skrining dan bagaimana informasi dapat menyelamatkan nyawa.

Platform media yang dimilikinya dianggap efektif untuk memperluas edukasi tentang deteksi dini.

Meski teknologi tersedia berlimpah, tidak sedikit orang enggan melakukan skrining karena takut mengetahui hal buruk.

Menurut Liu, banyak orang terlalu sibuk dan tidak ingin tahu jika ada masalah kesehatan.

Kisahnya menjadi contoh bagi pendukung pentingnya deteksi dini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!