LPEI Dukung UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 13:49 WIB 6
LPEI Dukung UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan tersebut diberikan melalui pelatihan ekspor, pendampingan bisnis, hingga fasilitas pembiayaan yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor. Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan aggregator produk UMKM, yang sukses mendorong produk lokal masuk ke berbagai negara. Keberhasilan itu didorong oleh keikutsertaan dalam program Coaching Program for New Exporter pada 2024.

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya membantu UMKM memasarkan produk agar lebih mudah menembus pasar luar negeri. Produk unggulan yang dikelola mencakup kripik tempe, kripik buah, dan buah kering yang dipasarkan ke pasar lokal maupun ekspor. Keterangan itu disampaikan saat ditemui di ajang Trade Expo Indonesia ke-40 di ICE BSD, Tangerang, Minggu, 19 Oktober 2025. Partisipasi di pameran tersebut membuka peluang baru, baik untuk pesanan ekspor maupun kemitraan dengan UMKM lain.

LPEI Dorong Ekspor UMKM

LPEI memposisikan diri sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun kesiapan pelaku usaha. Melalui program pelatihan, UMKM diberi pemahaman mengenai prosedur ekspor, pengelolaan dokumen, dan kebutuhan pasar tujuan. Pendekatan ini dinilai penting karena banyak pelaku usaha kecil yang memiliki produk berkualitas, tetapi belum memiliki akses dan pengetahuan ekspor yang memadai. Dengan dukungan tersebut, produk lokal diharapkan mampu bersaing lebih luas di pasar internasional.

Program Coaching Program for New Exporter menjadi salah satu pintu masuk bagi UMKM untuk memahami kebutuhan pasar global. PT Makbul Abadi Semestar merupakan contoh pelaku usaha yang memperoleh manfaat nyata dari program tersebut. Setelah mengikuti pelatihan, perusahaan itu lebih siap mengelola rantai pasok dan membuka jaringan distribusi ke luar negeri. Hasilnya, produk yang dikumpulkan dari para mitra UMKM mulai dikenal di sejumlah pasar ekspor.

Menurut Sri Wulan, peran perusahaan aggregator adalah menjembatani produk UMKM agar lebih mudah masuk ke pasar yang lebih besar. Ia menjelaskan bahwa produk yang dikelola berasal dari berbagai pelaku usaha kecil yang memiliki karakteristik berbeda. Keberagaman produk itu menjadi kekuatan karena mampu memenuhi kebutuhan pasar yang beragam. Dalam praktiknya, sinergi tersebut membantu UMKM memperoleh jalur distribusi yang lebih stabil.

Selain pelatihan, dukungan ekspor juga diberikan melalui ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha berdiskusi langsung dengan institusi terkait. LPEI menghadirkan ruang konsultasi untuk membantu eksportir memahami pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor. Layanan itu memperkuat kepercayaan diri pelaku usaha dalam mengambil langkah ke pasar luar negeri. Dengan begitu, hambatan teknis ekspor dapat diatasi lebih cepat dan terarah.

Produk Lokal Raih Pasar Baru

PT Makbul Abadi Semestar mengelola berbagai produk unggulan UMKM, mulai dari kripik tempe, kripik buah, hingga buah kering. Produk tersebut dipasarkan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sesuai permintaan pasar. Sri Wulan menegaskan bahwa perusahaan berupaya menjaga kualitas agar produk tetap kompetitif di pasar ekspor. Upaya itu dilakukan agar UMKM mitra tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Hingga kini, perusahaan tersebut telah merangkul lebih dari 50 UMKM dari berbagai daerah. Seluruh mitra itu berkontribusi dalam penyediaan produk yang kemudian didistribusikan ke pasar domestik dan internasional. Jumlah mitra diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya minat buyer dan calon partner baru. Kehadiran di Trade Expo Indonesia juga memberi ruang promosi yang lebih luas bagi para pelaku usaha tersebut.

Sri Wulan menyebut keikutsertaan dalam pameran dagang memberikan dampak ganda bagi perusahaan. Di satu sisi, pihaknya mendapatkan calon pembeli untuk produk ekspor. Di sisi lain, perusahaan juga bertemu calon mitra UMKM yang ingin bergabung dalam jaringan distribusi. Situasi ini memperkuat model bisnis aggregator yang menghubungkan produsen kecil dengan pasar yang lebih besar.

Dalam pengiriman ekspor, satu kontainer dapat memuat sekitar 17.000 bungkus produk dengan ukuran 100 gram. Skala tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM Indonesia mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar. Perusahaan juga mencatat pengiriman ke pasar Amerika Serikat dan Arab Saudi. Saat ini, pesanan dari Chili tengah diproses sebagai destinasi ekspor berikutnya.

Pasar Internasional Makin Terbuka

Selain dua negara yang sudah menjadi tujuan ekspor, perusahaan juga membidik pasar baru di Eropa dan Asia. Prancis dan Jepang disebut menjadi negara yang mulai menunjukkan minat terhadap produk buah kering asal Indonesia. Menurut Sri Wulan, ada pula ketertarikan dari importir India terhadap produk dengan karakter buah yang berbeda. Minat ini menunjukkan bahwa produk olahan UMKM Indonesia memiliki potensi pasar yang lebih luas.

Ketertarikan pembeli dari berbagai negara memberi sinyal positif bagi penguatan ekspor berbasis UMKM. Produk buah kering dinilai memiliki daya tarik karena praktis, tahan simpan, dan sesuai dengan tren konsumsi sehat. Faktor tersebut membantu produk lokal bersaing di pasar global yang semakin selektif. Dengan strategi yang tepat, peluang masuk ke lebih banyak negara terbuka semakin besar.

Perusahaan juga menilai bahwa peluang ekspor tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga konsistensi pasokan. Karena itu, pembinaan terhadap UMKM mitra menjadi bagian penting dari strategi bisnis. Pendampingan dilakukan agar standar produksi dan pengemasan tetap sesuai kebutuhan buyer internasional. Langkah tersebut membantu menjaga kepercayaan pasar sekaligus memperkuat keberlanjutan ekspor.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa akses pasar global dapat dibangun secara bertahap melalui kolaborasi yang tepat. UMKM tidak harus bergerak sendiri, selama ada agregator dan lembaga pendukung yang membantu memperkuat kapasitasnya. Dalam konteks ini, LPEI menjadi salah satu katalis penting bagi perluasan ekspor produk lokal. Dukungan berlapis seperti pelatihan dan pembiayaan membuat pelaku usaha lebih siap menghadapi persaingan global.

TEI Jadi Pintu Kolaborasi

LPEI ikut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI menampilkan produk unggulan mereka. Ragam produk yang dipamerkan meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka ditujukan untuk memperluas akses pasar di hadapan buyer internasional.

Partisipasi di pameran dagang internasional tersebut tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk. LPEI juga menyediakan ruang konsultasi terbuka bagi eksportir yang ingin memahami skema pembiayaan ekspor, penjaminan, dan asuransi ekspor. Selain itu, layanan konsultasi pengembangan kapasitas turut dibuka untuk membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing. Kehadiran layanan ini mempertegas peran LPEI sebagai Export Credit Agency dan Eximbank Indonesia.

Di lokasi pameran, pengunjung dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai kendala ekspor. Layanan itu juga melibatkan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window yang hadir di booth KemenkeuSatu. Kehadiran beberapa lembaga dalam satu area memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi yang lebih lengkap. Skema tersebut diharapkan mempercepat proses ekspor dan mengurangi hambatan administratif.

Melalui pameran ini, LPEI berupaya memperluas jejaring sekaligus memperkuat keberhasilan UMKM binaannya. Dukungan yang diberikan tidak berhenti pada promosi produk, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem ekspor. Bagi pelaku usaha kecil, akses terhadap pembiayaan dan pendampingan teknis menjadi kunci untuk naik kelas. Dari sinilah peluang UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia semakin terbuka lebar.

Tag Terkait
#LPEI#UMKM#ekspor

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!