Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor. Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan aggregator produk UMKM. Perusahaan ini berhasil memperluas pemasaran produk lokal setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.
Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan membantu UMKM memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas. Produk yang dikembangkan antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Kehadiran mereka dalam Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang juga membuka peluang kerja sama baru. Dari ajang itu, perusahaan tidak hanya memperoleh calon pembeli ekspor, tetapi juga calon mitra UMKM.
Dukungan Ekspor UMKM
PT Makbul Abadi Semestar memanfaatkan pelatihan dari Eximbank untuk memperkuat kapasitas ekspor. Program itu membantu perusahaan memahami kebutuhan pasar luar negeri secara lebih terarah. Setelah mengikuti pembinaan, perusahaan mulai aktif menyalurkan produk mitra UMKM ke berbagai negara. Langkah tersebut menjadi pijakan penting bagi perluasan usaha yang berkelanjutan.
Sri Wulan menuturkan bahwa peran perusahaan adalah membantu teman-teman UMKM memasarkan produk mereka. Pendekatan itu dilakukan dengan mengkurasi produk agar sesuai dengan permintaan pasar. Selain memperkenalkan produk lokal, perusahaan juga menjaga kualitas agar tetap kompetitif. Cara ini membuat produk UMKM lebih mudah masuk ke rantai distribusi ekspor.
Menurut Wulan, partisipasi dalam Trade Expo Indonesia memberi dampak ganda bagi usaha yang dijalankan. Perusahaan dapat bertemu buyer potensial yang tertarik pada produk yang ditawarkan. Di sisi lain, perusahaan juga menemukan mitra UMKM baru untuk diperkuat bersama. Pola ini dinilai efektif untuk memperluas jaringan usaha dalam waktu lebih singkat.
Ia menilai dukungan LPEI sangat relevan bagi pelaku usaha yang baru masuk ke pasar ekspor. Pendampingan seperti CPNE membuat proses belajar menjadi lebih terstruktur dan praktis. Dengan bekal itu, UMKM dapat memahami standar ekspor sejak awal. Hal tersebut penting agar pelaku usaha tidak hanya siap menjual, tetapi juga siap bersaing.
Pasar Tujuan Makin Luas
Produk UMKM yang difasilitasi perusahaan tersebut telah dikirim ke sejumlah negara. Pasar yang sudah dijangkau antara lain Amerika Serikat dan Arab Saudi. Saat ini, perusahaan juga tengah memproses pesanan untuk Chile. Capaian itu menunjukkan permintaan terhadap produk lokal terus tumbuh.
Dalam setiap pengiriman, volume ekspor bisa mencapai sekitar 17.000 bungkus produk. Produk tersebut dikemas dalam ukuran 100 gram sesuai kebutuhan pembeli. Skala pengiriman ini menandakan kapasitas produksi mitra UMKM mulai meningkat. Kondisi tersebut juga memperlihatkan kesiapan mereka memenuhi pesanan internasional.
Wulan menyebut, peluang ekspor berikutnya terbuka ke Perancis, Jepang, dan India. Beberapa importir dari negara tersebut telah menyampaikan ketertarikan pada buah kering asal Indonesia. Menurut dia, minat itu datang karena variasi produk yang dinilai unik. Respons pasar ini memberi sinyal positif bagi perluasan tujuan ekspor.
Perusahaan terus menyesuaikan produk dengan preferensi masing-masing negara tujuan. Adaptasi rasa, kemasan, dan ukuran menjadi bagian penting dalam strategi ekspor. Dengan pendekatan itu, produk lokal memiliki peluang lebih besar diterima konsumen luar negeri. Strategi tersebut juga memperkuat daya saing UMKM Indonesia di pasar global.
Peran LPEI di TEI
LPEI ikut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15 hingga 19 Oktober 2025. Dalam ajang itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI memamerkan produk unggulan mereka. Produk yang ditampilkan meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya promosi ekspor nasional.
Partisipasi tersebut ditujukan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan buyer internasional. LPEI ingin memastikan produk Indonesia mendapat ruang yang lebih luas di pasar luar negeri. Ajang pameran dagang seperti TEI dinilai efektif untuk memperluas jejaring bisnis. Dari sana, peluang transaksi dan kerja sama baru dapat terbuka lebih cepat.
Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan layanan yang disediakan. Layanan itu mencakup pembiayaan ekspor, penjaminan ekspor, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas. Menurut dia, fasilitas tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan eksportir di berbagai tahap usaha. Dengan begitu, pelaku usaha memiliki dukungan yang lebih lengkap.
LPEI juga membuka ruang konsultasi terbuka bagi pengunjung yang ingin memahami berbagai solusi ekspor. Selain itu, pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window. Kehadiran mereka berada di booth KemenkeuSatu untuk memudahkan layanan informasi. Langkah ini membantu pelaku usaha memperoleh jawaban atas kendala ekspor secara langsung.
Akselerasi Ekspor Berkelanjutan
Dukungan LPEI terhadap UMKM menunjukkan bahwa pembiayaan saja tidak cukup untuk menembus pasar global. Pelatihan, pendampingan, dan akses jejaring bisnis menjadi bagian penting dalam proses ekspor. Kombinasi itu membantu pelaku usaha memahami standar internasional dengan lebih baik. Pada akhirnya, daya saing produk lokal ikut terdorong naik.
Keberhasilan PT Makbul Abadi Semestar menjadi contoh bahwa produk UMKM dapat diterima pasar luar negeri. Ketika kurasi produk, kapasitas produksi, dan jaringan distribusi berjalan seimbang, ekspor menjadi lebih mudah dicapai. Model pengembangan seperti ini berpotensi direplikasi oleh pelaku usaha lain. Dampaknya tidak hanya terasa pada perusahaan, tetapi juga pada UMKM mitra yang ikut bertumbuh.
Trade Expo Indonesia menjadi panggung penting untuk mempertemukan produsen lokal dengan pembeli internasional. Melalui pameran itu, pelaku usaha dapat membaca tren permintaan secara langsung. Informasi tersebut berguna untuk menyesuaikan produk agar lebih kompetitif. Dengan strategi yang tepat, peluang ekspor produk Indonesia bisa terus meluas.
Ke depan, dukungan terpadu dari lembaga pembiayaan, pemerintah, dan pelaku usaha diperkirakan akan semakin penting. Ketersediaan fasilitas ekspor yang lengkap dapat mempercepat UMKM naik kelas. Jika pendampingan dilakukan secara konsisten, pasar tujuan baru akan lebih mudah dijangkau. Kondisi ini menjadi modal penting bagi penguatan ekspor nasional.
